Jakarta, –  PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose Tahunan pada Kamis (25/6/2026), bertempat di Cyber 2 Tower Lantai 17, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Dalam agenda Public Expose, perseroan menyampaikan dan memperoleh persetujuan atas laporan tahunan, laporan pertanggungjawaban Direksi, serta laporan pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Selain itu, melalui Public Expose,

Tjoeng Rino Saputra Direktur memaparkan profil perusahaan, capaian kinerja keuangan, strategi bisnis, hingga prospek usaha ke depan.

Direktur PT Cipta Perdana Lancar Tbk, Tjoeng Rino Saputra, menjelaskan bahwa perseroan yang berdiri di Tangerang sejak tahun 2009 terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dan kini didukung lebih dari 300 karyawan dengan fasilitas operasional di atas lahan seluas 23.603 meter persegi.

“Perseroan terus berkembang sebagai produsen berbagai komponen logam dan plastik yang digunakan di sektor otomotif roda dua dan roda empat, elektronik, sanitasi, serta kebutuhan rumah tangga. Kami juga terus memperluas lini usaha untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang,” ujar Tjoeng.

Sepanjang tahun buku 2025, PART mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang konsisten. Dalam periode 2022 hingga 2025, pendapatan perseroan meningkat dari Rp190,5 miliar menjadi Rp369,9 miliar, dengan lonjakan tertinggi pada 2025 sebesar 38,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kontribusi terbesar pendapatan masih berasal dari segmen otomotif sebesar 80,3 persen, diikuti segmen peralatan rumah tangga dan penunjang sebesar 15,4 persen, elektronik 4 persen, serta fasilitas kebersihan 2,3 persen.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bersih perseroan juga menunjukkan tren positif. Setelah mencatat laba bersih Rp17 miliar pada 2022 dan Rp16 miliar pada 2023, PART berhasil meningkatkan laba menjadi Rp23,2 miliar pada 2024 dan kembali tumbuh menjadi Rp30,2 miliar pada 2025.

Dari sisi posisi keuangan, total aset perseroan meningkat signifikan dari Rp185,8 miliar pada 2022 menjadi Rp335,7 miliar pada 2025. Sementara itu, total ekuitas juga melonjak dari Rp46,9 miliar menjadi Rp184,9 miliar, mencerminkan struktur permodalan yang semakin kuat.

Untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan, PART juga melakukan diversifikasi usaha melalui pengembangan industri peralatan rumah tangga berbahan logam, mesin pertanian, hingga teknologi pengolahan sampah organik yang dapat mengubah limbah makanan menjadi pupuk kompos.

Perseroan juga mengedepankan strategi operasional berbasis efisiensi, peningkatan kualitas produk, penerapan prinsip Kaizen, penghematan energi, serta memperkuat kerja sama strategis dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian dan mitra industri.

Meski demikian, PART mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari fluktuasi harga bahan baku, perubahan kebijakan pemerintah, persaingan pasar, hingga ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Namun demikian, manajemen tetap optimistis terhadap prospek usaha ke depan.

“Dengan fundamental usaha yang kuat, inovasi yang berkelanjutan, serta strategi bisnis yang terarah, perseroan optimis dapat mempertahankan pertumbuhan positif dan terus meningkatkan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham serta pemangku kepentingan,” tutup Tjoeng.