Kulon Progo – Karyapost.com, Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan menjamurnya layanan transportasi berbasis aplikasi, para pengemudi ojek pangkalan di sekitar Stasiun Wates terus berjuang mempertahankan mata pencaharian mereka. Perubahan pola masyarakat dalam menggunakan jasa transportasi menjadi tantangan yang semakin berat bagi para ojek konvensional  ( 26/6/2026 ).

Salah satu perwakilan Paguyuban Ojek Stasiun Wates, Bapak Sawabi, menyampaikan bahwa kondisi para pengemudi ojek saat ini semakin sulit. Kehadiran transportasi online seperti Grab dan Gojek, ditambah kemudahan masyarakat berkomunikasi melalui telepon genggam, membuat jumlah penumpang yang menggunakan jasa ojek pangkalan terus menurun.

“Keluhan yang bisa saya sampaikan, tukang ojek saat ini semakin terdesak. Kami kalah bersaing dengan Grab, Gojek, dan kemudahan komunikasi melalui HP. Sekarang yang bisa kami harapkan hanya penumpang yang tidak membawa HP atau yang memang tidak ada keluarga maupun kerabat yang menjemput. Sering kali kami bertanya kepada penumpang apakah sudah ada yang menjemput, ternyata yang datang adalah Grab. Kondisi seperti ini membuat kami semakin sulit mencari rezeki di Stasiun Wates. Zaman sudah semakin maju, sementara kami merasa semakin tertinggal,” ungkapnya.

Saat ini, Paguyuban Ojek Stasiun Wates memiliki sekitar 15 anggota aktif, sementara jika digabungkan dengan empat titik pangkalan lainnya di wilayah sekitar, jumlah keseluruhan mencapai sekitar 63 orang. Mereka tetap setia menunggu penumpang setiap hari, meski penghasilan yang diperoleh tidak lagi seperti beberapa tahun lalu.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, para pengemudi ojek tetap menunjukkan semangat dan keteguhan untuk bekerja secara jujur demi menghidupi keluarga. Mereka berharap perkembangan teknologi dapat berjalan berdampingan dengan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat kecil.

Melalui kesempatan ini, Paguyuban Ojek Stasiun Wates juga menyampaikan harapan kepada DPRD Kabupaten Kulon Progo agar dapat memberikan perhatian kepada para pengemudi ojek pangkalan. Salah satu bentuk dukungan yang diharapkan adalah bantuan berupa jaket atau rompi bertuliskan “Ojek Stasiun Wates” sebagai identitas resmi yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memudahkan mereka dalam mencari penumpang.

Aspirasi ini menjadi pengingat bahwa di balik kemajuan teknologi, masih ada masyarakat yang terus berjuang mempertahankan profesinya dengan penuh keikhlasan dan kerja keras. Diharapkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dapat menghadirkan solusi yang adil, sehingga kemajuan zaman tetap membawa manfaat bagi semua lapisan masyarakat tanpa meninggalkan mereka yang telah lama mengabdi melayani kebutuhan transportasi masyarakat.

Jurnalis Budi Legowo Santoso