Connect with us

TNI / Polri

Bhayangkari Sorong Kota Kenalkan Tenun Maybrat dan Kuliner Khas Papua Barat Daya, Bidik Pasar Nasional hingga Global

Published

on

Jakarta – Bhayangkari Cabang Sorong Kota memanfaatkan ajang Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara sebagai etalase untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Papua Barat Daya kepada masyarakat luas.

Beragam produk khas, mulai dari kain tenun Maybrat, kerajinan tradisional, hingga aneka kuliner lokal, dipamerkan sebagai bagian dari upaya mendorong daya saing produk daerah di pasar nasional bahkan internasional.

Ketua Bhayangkari Cabang Sorong Kota, Uli Amry Siahaan, mengatakan keikutsertaan dalam bazar tersebut merupakan bentuk komitmen Bhayangkari dalam mendukung pemberdayaan UMKM sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota Bhayangkari dari seluruh Indonesia.

“Harapannya melalui Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara ini kita bisa mempererat silaturahmi sekaligus memasarkan produk-produk UMKM dari seluruh Nusantara agar semakin dikenal masyarakat,” ujar Uli di Jakarta.selasa (21/7/2026)

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan produk lokal yang tidak kalah berkualitas dibandingkan produk luar negeri. Karena itu, masyarakat diharapkan semakin bangga menggunakan produk dalam negeri sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita punya banyak UMKM dengan kualitas yang bagus. Tidak perlu selalu membeli produk luar. Kita harus bangga memakai produk lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara,” katanya.

Dalam pameran tersebut, Bhayangkari Papua Barat Daya menghadirkan produk unggulan dari enam Polres di wilayah hukum Polda Papua Barat Daya. Produk yang ditampilkan meliputi hasil olahan pangan, kerajinan tangan, fesyen, hingga berbagai produk kreatif yang mencerminkan identitas budaya masyarakat Papua.

Dari Kota Sorong, sejumlah kuliner khas yang menjadi favorit pengunjung di antaranya roti abon, keripik keladi, keripik sukun, serta abon ikan asin yang selama ini dikenal sebagai oleh-oleh khas Papua Barat Daya.

Tak hanya produk kuliner, perhatian pengunjung juga tertuju pada kain tenun khas Maybrat yang memiliki motif etnik dan nilai budaya tinggi. Bhayangkari turut menampilkan berbagai kerajinan tradisional seperti tifa yang menjadi simbol kekayaan seni dan warisan budaya Papua Barat Daya.

“Kami ingin mengenalkan kain tenun Maybrat dan berbagai kerajinan khas Papua Barat Daya. Semua ini merupakan hasil karya ibu-ibu Bhayangkari yang memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi,” tutur Uli.

Ia menilai kegiatan seperti Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara menjadi wadah strategis bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan daya saing produk, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.

Selain menjadi ajang promosi, bazar tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui peningkatan penjualan produk-produk lokal yang memiliki keunggulan dan ciri khas daerah.

Uli optimistis Papua Barat Daya memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai salah satu sentra produk kreatif berbasis budaya. Melalui promosi yang berkelanjutan, produk-produk unggulan daerah diyakini mampu menembus pasar nasional hingga mancanegara.

“Papua Barat Daya memiliki potensi yang sangat besar. Semoga melalui kegiatan ini budaya, produk UMKM, dan pariwisata daerah semakin dikenal sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara sendiri menjadi bagian dari upaya Bhayangkari dalam mendukung program pemberdayaan UMKM sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap produk-produk lokal. Melalui kegiatan tersebut, Bhayangkari berharap semakin banyak pelaku UMKM di berbagai daerah memperoleh kesempatan memperluas pasar, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas.

Continue Reading

TNI / Polri

Bhayangkari Lampung Promosikan Tapis dan Produk UMKM Khas Bumi Ruwa Jurai di Pameran Kreasi Bhayangkari Jakarta

Published

on

By

Jakarta – Pengurus Daerah (PD) Bhayangkari Lampung menampilkan beragam produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) khas Lampung dalam ajang Pameran UMKM Kreasi Bhayangkari di Jakarta. Mengusung tema Siger sebagai simbol kebanggaan budaya Lampung, booth Bhayangkari Lampung menyuguhkan aneka kerajinan tradisional hingga kuliner khas yang berhasil menarik perhatian para pengunjung.

Ketua Seksi Ekonomi PD Bhayangkari Lampung, Ny. Andria Boby, mengatakan tema Siger dipilih untuk memperkenalkan identitas budaya Lampung melalui berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai seni dan kearifan lokal.

“Tahun ini kami mengangkat tema Siger. Kami membawa kain Tapis dengan motif Siger, tas celugam khas Pesisir Barat, sulam usus, serta berbagai produk kerajinan lainnya yang menjadi kebanggaan Lampung,” ujar Andria di sela-sela pameran.

Salah satu produk yang menjadi daya tarik utama adalah kain Tapis tradisional hasil tenun manual dari perajin Lampung Selatan. Proses pembuatannya yang rumit dan membutuhkan ketelitian tinggi membuat kain tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi, dengan harga mulai dari jutaan rupiah hingga mencapai Rp25 juta per lembar.

“Harga Tapis paling mahal sekitar Rp25 juta. Perbedaannya terlihat dari jenis benang yang digunakan. Tapis premium menggunakan benang berwarna cokelat dengan kualitas lebih tinggi, sedangkan yang lebih terjangkau menggunakan benang emas kuning,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pembuatan satu lembar kain Tapis dapat memakan waktu antara tiga bulan hingga bertahun-tahun, tergantung tingkat kerumitan motif yang dipesan.
“Kalau motifnya sederhana bisa selesai dalam beberapa bulan. Namun untuk motif yang padat dan detail, pengerjaannya bisa sampai tahunan sesuai permintaan,” katanya.

Pada pameran kali ini, PD Bhayangkari Lampung melibatkan sekitar 20 pelaku UMKM binaan dari berbagai Pengurus Cabang (PC) Bhayangkari di seluruh wilayah Lampung. Selain produk fesyen dan kerajinan, pengunjung juga disuguhi berbagai kuliner khas seperti keripik pisang, klenting, dan kopi Lampung yang menjadi favorit masyarakat.

Tak hanya mempertahankan warisan budaya, Bhayangkari Lampung juga menghadirkan inovasi melalui pengembangan kain Tapis dengan desain modern yang memadukan motif tradisional dan material benang wol, sehingga tampil lebih variatif dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Menurut Andria, inovasi tersebut merupakan upaya untuk menjaga eksistensi kain Tapis agar tetap diminati generasi muda tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Ia berharap keikutsertaan dalam Pameran UMKM Kreasi Bhayangkari mampu memperkenalkan kekayaan budaya Lampung kepada masyarakat Indonesia sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi para pelaku UMKM daerah.

“Kami berharap masyarakat semakin bangga mengenakan kain Tapis, baik untuk acara resmi maupun kegiatan sehari-hari. Kini Tapis hadir dalam berbagai model yang lebih modern sehingga bisa digunakan oleh semua kalangan, mulai dari remaja hingga dewasa. Semoga melalui pameran ini produk-produk UMKM Lampung semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” tutup Andria.

Continue Reading

TNI / Polri

Bhayangkari Maluku Pamerkan Mutiara Laut hingga Minyak Kayu Putih di Kreasi Bhayangkari

Published

on

By

Jakarta – Pengurus Daerah Bhayangkari Maluku membawa berbagai produk unggulan khas Maluku dalam ajang Pasar Murah dan Pameran UMKM Kreasi Bhayangkari di Jakarta. Produk yang dipamerkan mulai dari mutiara laut, minyak kayu putih, tenun khas Maluku, hingga aneka kuliner tradisional.

Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Maluku, Vitri Dadang Hartanto, mengatakan seluruh produk yang ditampilkan merupakan hasil karya UMKM binaan dari 11 cabang Bhayangkari atau Polres di wilayah Maluku.

“UMKM yang dilibatkan berasal dari seluruh daerah di Maluku. Kami memiliki 11 cabang Bhayangkari di tingkat Polres dan semuanya membawa produk unggulan masing-masing,” kata Vitri di lokasi pameran, Senin (21/7/2026).

Menurutnya, kekayaan alam dan budaya Maluku menjadi kekuatan utama produk-produk yang dipamerkan. Beberapa di antaranya adalah tenun khas Maluku, mutiara laut, sukun olahan, makanan berbahan kenari, nastar premium, hingga minyak kayu putih asal Pulau Buru.

“Perairan Maluku sangat luas sehingga menghasilkan mutiara dengan kualitas yang sangat baik dan sudah terkenal. Kami juga membawa minyak kayu putih dari Pulau Buru yang menjadi salah satu produk unggulan Maluku,” ujarnya.

Vitri mengungkapkan, mutu produk UMKM Maluku telah diakui hingga pasar internasional. Salah satu produk yang telah berhasil menembus pasar ekspor adalah mutiara laut karena dinilai memiliki kualitas tinggi.

Ia berharap penyelenggaraan Kreasi Bhayangkari dapat terus menjadi ruang promosi bagi UMKM daerah sekaligus memperluas akses pasar produk lokal.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut. Selain membantu memasarkan produk UMKM, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas,” tutupnya.

Continue Reading

TNI / Polri

UMKM Maluku Utara Promosikan Produk Unggulan di Kreasi Bhayangkari 2026, Olahan Kenari Jadi Favorit Pengunjung

Published

on

By

Jakarta – Produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Maluku Utara mencuri perhatian pengunjung dalam ajang Pameran Kreasi Bhayangkari 2026 di Jakarta. Beragam produk unggulan daerah, mulai dari kuliner khas, perhiasan, ikan asin hingga kain batik khas Maluku Utara dipamerkan sebagai upaya memperluas pasar sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat.

Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Maluku Utara, Ny. Sofia Margareta Widjaja, mengatakan keikutsertaan dalam pameran tersebut merupakan bagian dari komitmen Bhayangkari untuk mendukung pemberdayaan UMKM binaan agar mampu bersaing di tingkat nasional.

“Kami ingin memperkenalkan produk-produk unggulan Maluku Utara kepada masyarakat luas. Ada makanan khas, perhiasan, kain batik, hingga berbagai kerajinan yang merupakan hasil karya UMKM daerah,” ujar Sofia kepada awak media di sela-sela pameran.

Menurut Sofia, produk kuliner menjadi daya tarik utama di stan Maluku Utara. Olahan kenari, keripik pisang mulut bebek, ikan asin, hingga berbagai makanan khas lainnya menjadi produk yang paling banyak diburu pengunjung selama pameran berlangsung.

“Produk yang paling diminati adalah olahan kenari, kemudian kain, ikan asin, dan keripik. Untuk makanan unggulan kami, olahan kenari dan pisang mulut bebek menjadi favorit pengunjung,” katanya.

Ia menjelaskan harga produk yang ditawarkan juga cukup terjangkau, berkisar antara Rp15.000 hingga Rp40.000 sehingga dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pada ajang Kreasi Bhayangkari 2026, Bhayangkari Daerah Maluku Utara membawa sedikitnya 10 UMKM binaan untuk memamerkan produk unggulan mereka. Meski saat ini sebagian besar produk masih dipasarkan di dalam negeri, Sofia optimistis pameran tersebut dapat menjadi langkah awal memperluas jaringan pemasaran hingga ke pasar internasional.

Menurutnya, pameran seperti Kreasi Bhayangkari tidak hanya menjadi sarana promosi dan penjualan produk, tetapi juga media untuk memperkenalkan kekayaan budaya, kuliner, dan potensi ekonomi Maluku Utara kepada masyarakat Indonesia.

“Harapan kami, masyarakat Indonesia semakin mengenal produk-produk dari seluruh nusantara, khususnya Maluku Utara. Mungkin masih banyak yang belum mengetahui potensi daerah kami, sehingga melalui pameran ini mereka bisa melihat langsung kualitas dan keunggulan produk-produk UMKM Maluku Utara,” ujar Sofia.

Pameran Kreasi Bhayangkari 2026 menjadi wadah bagi UMKM dari berbagai daerah untuk memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah melalui promosi produk unggulan dari seluruh Indonesia.

Continue Reading

Trending