JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda Untuk Rakyat (DPP GEMURA) menegaskan komitmennya memperkuat konsolidasi dan peran strategis generasi muda dalam pembangunan nasional. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Pelantikan Pengurus DPP GEMURA periode 2025–2030 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Pelantikan dan Rakernas tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam mempersiapkan peran pemuda menghadapi berbagai tantangan kebangsaan, sekaligus menyongsong 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028 dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Ketua Pelaksana Pelantikan DPP GEMURA, Ghaza Ghafiqi A., mengatakan agenda tersebut tidak boleh berhenti sebagai seremoni organisasi. Menurut dia, pelantikan harus menjadi titik awal lahirnya komitmen dan kerja nyata generasi muda bagi bangsa dan negara.
“Hari ini kita berdiri bersama bukan hanya untuk menyaksikan sebuah prosesi pelantikan, melainkan untuk menyaksikan lahirnya sebuah komitmen. Pertanyaan sesungguhnya bukanlah apa yang Indonesia berikan kepada kita, melainkan apa yang bisa kita berikan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Ghaza dalam sambutannya.
Ia mengatakan GEMURA ingin membangun gerakan kepemudaan yang tidak hanya berbicara mengenai kepentingan internal organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan solusi terhadap persoalan masyarakat.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembentukan Nusantara Youth Conference, sebuah ruang dialog nasional yang mempertemukan anak muda dari berbagai daerah, mulai dari Sabang hingga Merauke serta dari kawasan perkotaan hingga pedesaan.
Forum tersebut diharapkan menjadi laboratorium pemikiran sekaligus ruang kolaborasi bagi generasi muda dengan latar belakang yang beragam. Dengan demikian, berbagai perspektif anak bangsa dapat dipertemukan untuk melahirkan gagasan yang relevan bagi pembangunan Indonesia.
Ghaza menegaskan, pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perjalanan pembangunan bangsa.
“Kapal paling indah memang saat ditambatkan di dermaga, tetapi kapal tidak ditakdirkan hanya untuk itu. Kapal ditakdirkan menerjang gelombang lautan. Begitu pula manusia, dilahirkan untuk dirasakan kebermanfaatannya,” katanya.
GEMURA Soroti Polarisasi di Ruang Digital
Sementara itu, Koordinator Presidium GEMURA 2025–2026, A. Rajih Musa’ad, menyoroti tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Menurut Rajih, kemajuan teknologi seharusnya menjadi instrumen untuk memperkuat persatuan dan produktivitas masyarakat. Namun, perkembangan ruang digital justru menghadirkan tantangan baru berupa polarisasi dan konflik antarkelompok.
Ia menyoroti fenomena polarisasi afektif di media sosial yang membuat perbedaan pilihan politik berkembang menjadi sentimen dan kebencian antarkelompok.
“Perbedaan pilihan politik yang seharusnya biasa dalam demokrasi, kini berubah menjadi kebencian antar-kelompok akibat polarisasi afektif di ruang digital. GEMURA hadir untuk menjadi penengah dan solusi,” tegas Rajih.
Ia menekankan bahwa generasi muda harus ditempatkan sebagai aktor utama dalam pemanfaatan teknologi, bukan sekadar sebagai konsumen atau objek dari perkembangan teknologi.
“Kita tidak ingin anak muda menjadi korban teknologi, apalagi menjadi pengemis yang menggerogoti kekayaan bangsanya sendiri. Kita ingin anak muda menjadi pelopor teknologi yang menyatukan rakyat,” ujarnya.
Menurut Rajih, tantangan tersebut membutuhkan gerakan kepemudaan yang mampu menjembatani perbedaan sekaligus mendorong anak muda mengambil peran lebih besar dalam pembangunan.
Selaraskan Gerakan Pemuda dengan Asta Cita
Rajih juga menilai penyelarasan gerakan pemuda dengan agenda pembangunan nasional menjadi salah satu kunci memperkuat kontribusi generasi muda.
Ia mengatakan GEMURA berkomitmen mendukung program pembangunan yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya agenda yang berkaitan dengan penguatan sumber daya manusia, kemandirian ekonomi, serta pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
GEMURA, kata dia, ingin membangun “jembatan” yang menghubungkan berbagai kelompok masyarakat dan memastikan suara generasi muda dapat berkontribusi dalam proses pembangunan.
“Jembatan” tersebut diharapkan mampu menghubungkan kepentingan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari buruh, petani, nelayan, mahasiswa hingga guru honorer.
Melalui Rakernas, GEMURA juga diharapkan dapat merumuskan program kerja organisasi yang lebih konkret dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Pelantikan pengurus periode 2025–2030 dan Rakernas DPP GEMURA turut dihadiri sejumlah tokoh serta perwakilan organisasi kepemudaan dan komunitas dari berbagai daerah di Indonesia.
Di antaranya jajaran Kementerian Pemuda dan Olahraga, Utusan Presiden bidang kepemudaan Raffi Ahmad, Dewan Pembina, Komisaris Utama PT Pertamina RTC Om Maming Faisal, Motivator Nasional Coach Syafii Efendi, serta para ketua organisasi pemuda dan komunitas.
Dengan konsolidasi tersebut, GEMURA menargetkan gerakan kepemudaan yang lebih inklusif, produktif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Momentum menuju 100 Tahun Sumpah Pemuda dan Indonesia Emas 2045 dinilai menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pewaris masa depan, tetapi juga aktor penting pembangunan Indonesia hari ini.
