JAKARTA, 8 September 2026 – Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) memperingati hari jadinya yang ke-53 dengan menggelar perayaan khidmat di Kantor Pusat PDPI, Jakarta. Mengusung tema “Udara Bersih, Paru Sehat, Indonesia Kuat”, peringatan ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang organisasi sejak didirikan pada tahun 1973, sekaligus memperkuat komitmen dalam menghadapi kompleksitas tantangan kesehatan respirasi di Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Besar PDPI, DR. Dr. Arif Riadi Arifin, Sp.P.(K), MARS, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur serta apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendiri dan senior spesialis paru. Ia menyebutkan bahwa anggota spesialis paru kini telah mencapai hampir 1.500 dokter yang tersebar di seluruh pelosok tanah air.

“Peringatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan momentum bagi kita untuk menatap tantangan hari ini dan memastikan setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan napas yang sehat,” tegas Dr. Arif.

Dalam pidatonya, Dr. Arif membeberkan sejumlah ancaman berat yang dihadapi kesehatan respirasi masyarakat saat ini, antara lain:

*Beban Penyakit:* Tingginya kasus Tuberkulosis (TB) yang menempatkan Indonesia pada peringkat kedua dunia, jutaan penderita asma dan PPOK yang belum terdiagnosis, serta kanker paru yang mayoritas baru ditemukan pada stadium lanjut.

*Faktor Lingkungan:* Ancaman polusi udara, paparan asap rokok/vape, kebakaran hutan, erupsi gunung berapi, hingga perubahan iklim yang kian memperburuk kondisi paru masyarakat, terutama kelompok rentan.

*Kesiapsiagaan Bencana:* Pentingnya kesiapsiagaan bencana respirasi di tengah rentetan musibah seperti banjir, tanah longsor, hingga bencana erupsi di berbagai daerah.

Selain isu medis dan lingkungan, PDPI menyikapi secara konstruktif berbagai kesenjangan sistemik, seperti ketimpangan distribusi dokter spesialis, belum meratanya akses diagnosis, hingga dinamika kebijakan seperti perubahan sistem rujukan berbasis kompetensi dan penyesuaian tarif BPJS Kesehatan/JKN. PDPI terus aktif berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan agar kebijakan yang dihasilkan tetap berpihak pada akses layanan pasien.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), DR. Dr. Slamet Budiarto, SH., MH.Kes., memberikan ucapan selamat serta apresiasi atas kiprah PDPI selama 53 tahun dalam mengabdi bagi kesehatan masyarakat.

​”PDPI adalah bagian yang tidak terpisahkan dari IDI. Kami mengapresiasi komitmen dan kiprah PDPI yang sangat kuat, terlebih saat menghadapi krisis kesehatan seperti pandemi Covid-19 lalu,” ujar Dr. Slamet.

Ia juga berpesan agar para dokter paru tetap menjaga semangat pengabdian di tengah dinamika sistem kesehatan yang ada. Dr. Slamet mendorong penguatan kolaborasi antara PDPI dan PB IDI, khususnya dalam mengawal regulasi, pelindungan hukum, serta penyusunan skema tarif layanan kesehatan (seperti INA-CBGs) agar tidak merugikan tenaga medis maupun pasien.

Peringatan HUT ke-53 ini ditutup dengan seruan bersama kepada seluruh elemen bangsa—pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat luas—untuk bergotong-royong menciptakan lingkungan yang sehat. PDPI mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala batuk berkepanjangan atau sesak napas, berhenti merokok, serta mendukung penderita TB tanpa stigma demi mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan kuat.