Kulon Progo – 10/9/2026 Karyapost.com, Semangat gotong royong dan kolaborasi nyata antara dunia akademisi dan masyarakat kembali membuahkan hasil manis di Kulon Progo.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Kelompok Kerja (Pokja) Tuwanggana Padukuhan Sidakan, Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, resmi merampungkan dan meluncurkan dua program monumental perpustakaan padukuhan dan draf Peraturan Padukuhan (Perpad).
Peresmian yang sarat kehangatan dan motivasi ini dilangsungkan di aula kompleks Masjid Al-Ihsan, Sidakan kemudian Acara tersebut dihadiri langsung oleh Panewu Galur, Saryana, jajaran perangkat kalurahan, tokoh masyarakat, para peserta KKN serta warga setempat yang tumpah ruah dengan antusias.
Panewu Galur Saryana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas terobosan inspiratif yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN UII bersama Pokja Tuwanggana. Menurutnya pencapaian ini menjadi teladan sinergi yang patut dibanggakan karena
saya kira ini adalah kolaborasi pertama yang sangat berhasil di wujudkan antara unsur KKN serta masyarakat dengan harapan keberadaan perpustakaan ini mampu menjadi motor penggerak penguatan literasi warga.
Sementara untuk peraturan padukuhan, semoga bisa menjadi embrio lahirnya kawasan yang tertib hukum dan layak diduplikasi oleh padukuhan-padukuhan lain di Kulon Progo ujar Saryana penuh apresiasi disampaikan kepada awak media.
Di sisi lain rasa bangga dan haru juga diungkapkan oleh perwakilan Koordinator KKN UII , ia mengaku terkesan dengan kehangatan dan keterbukaan warga Padukuhan Sidakan selama masa pengabdian berlangsung kemudian tingginya semangat kebersamaan membuat seluruh program kerja dapat berjalan di luar ekspektasi.
Kami sangat bangga bisa berbuat yang terbaik di kampung tempat kami melaksanakan KKN di sini kemudian masyarakatnya sangat mudah diajak bekerja sama untuk kemajuan bersama dan kami sempat kewalahan menyaring program kerja karena begitu banyaknya ide-ide cemerlang dan kreatif dari warga ungkapnya tersenyum.
Kehadiran perpustakaan dan aturan padukuhan ini bukan sekadar simbol fisik pembangunan melainkan wujud nyata dari kebangkitan kesadaran kolektif dari Sidakan sebuah langkah kecil dimulai untuk merajut masa depan masyarakat yang lebih cerdas, tertib, dan mandiri.
Jurnalis Budi Legowo Santoso
