JAKARTA – PT Caldic Distribution Indonesia memperkenalkan berbagai inovasi bahan baku pangan melalui prototipe makanan dan minuman pada ajang Food Ingredients (FI) Asia Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).

Berbagai prototipe yang dipamerkan mencakup sosis, nugget, ayam goreng crispy dengan cita rasa Korean style, minuman siap konsumsi atau ready to drink (RTD), hingga inovasi flavor cokelat.

Managing Director PT Caldic Distribution Indonesia Tony Susanto mengatakan prototipe tersebut dikembangkan selama sekitar tiga bulan terakhir sebagai bagian dari upaya perusahaan menghadirkan solusi bahan baku bagi industri makanan dan minuman.

“Di pameran ini kita memamerkan prototipe bahan-bahan, salah satunya ekstrak spice (rempah-rempah), contoh untuk sosis, ayam goreng crispy rasa Korean style, nugget, hingga minuman ready to drink (RTD) yang manis, serta inovasi flavor cokelat,” kata Tony di lokasi pameran.

Menurut dia, Caldic tidak hanya berperan sebagai distributor bahan baku pangan, tetapi juga menyediakan solusi yang dapat membantu industri dalam mengembangkan produk makanan dan minuman.

Produk yang ditawarkan antara lain emulsifier, ekstrak rempah, serta berbagai flavor. Caldic juga menyediakan bahan alami dalam bentuk ekstrak, seperti serai atau lemongrass dan bawang putih atau garlic.

Tony menjelaskan penggunaan bahan dalam bentuk ekstrak memberikan sejumlah kemudahan, terutama dalam hal penyimpanan dan aplikasi pada proses produksi.

“Kalau kita simpan garlic dalam bentuk tanamannya atau buahnya itu susah. Jadi kita buatkan ekstraknya sehingga bisa disimpan lebih mudah dan lebih gampang,” ujarnya.

Pasok Industri Manufaktur Besar
Caldic Distribution Indonesia saat ini memasok bahan baku kepada sejumlah perusahaan manufaktur makanan berskala besar di Indonesia, di antaranya Indofood dan Apical.

Tony mengatakan sekitar 99 persen bahan baku yang didistribusikan perusahaan masih berasal dari luar negeri. Sumber bahan baku tersebut berasal dari sejumlah kawasan, mulai dari Eropa dan Amerika Serikat hingga negara-negara Asia, termasuk Malaysia.

“Bumbu-bumbu spice dan ekstrak natural ini mayoritas dari Amerika dan Eropa. Kalau untuk emulsifier ada juga yang dari Malaysia,” tuturnya.

Meski sebagian besar bahan baku berasal dari impor, perusahaan berupaya menjaga kualitas produk sekaligus memastikan kesinambungan pasokan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di Indonesia.

Selain kualitas dan ketersediaan pasokan, aspek kehalalan menjadi salah satu perhatian Caldic dalam mendistribusikan bahan baku pangan.

“Semua produk yang kami jual untuk food itu halal. Bahkan gudang kami juga sudah tersertifikasi halal dan semua bahan sudah melewati pengujian,” tegas Tony.
Beroperasi di Indonesia Sejak 1992
Secara global, Caldic Group telah memiliki pengalaman sekitar 130 tahun dan berkantor pusat di Rotterdam, Belanda. Adapun kantor regional untuk kawasan Asia Tenggara berada di Singapura.

Di Indonesia, PT Caldic Distribution Indonesia telah beroperasi sejak 1992 dengan didukung jaringan kantor dan pergudangan di sejumlah wilayah strategis.

Kantor pusat perusahaan berada di Karawaci, sedangkan gudang utama berada di Tangerang. Caldic juga memiliki jaringan di Semarang, Surabaya, dan Palembang untuk mendukung kegiatan distribusi bahan baku pangan.

Keikutsertaan dalam FI Asia Indonesia 2026 menjadi momentum bagi Caldic untuk memperluas pengenalan perusahaan dan produk sekaligus menunjukkan kemampuan pengembangan solusi bahan baku kepada pelaku industri makanan dan minuman.

Tony berharap partisipasi dalam pameran tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dan pelaku industri terhadap Caldic serta membuka peluang kerja sama baru.

“Harapan kita publik lebih mengenal Caldic dan produk-produknya, terutama mengenai inovasi-inovasi yang sudah kami lakukan,” pungkasnya.