YOGYAKARTA – Karya post.com , Menyusul kesuksesan besar pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, Pirukunan Tuwanggana Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan siap mengulang momentum emas tersebut. Ajang penghargaan paling bergengsi bagi penggiat pemberdayaan masyarakat, Sumunar Award 2026 secara resmi dipastikan akan kembali hadir menyapa seluruh kalurahan di wilayah DIY.

Kepastian ini diraih secara bulat melalui hasil rapat pleno pengurus Pirukunan Tuwanggana DIY yang digelar di Bale Roso, Senin lalu. Keputusan untuk menggeber kembali ajang bergengsi ini didasari atas semangat bersama untuk memperkuat eksistensi Tuwanggana sebagai garda terdepan kelembagaan pemberdayaan masyarakat di tingkat kalurahan.

Priyo Santoso Pengurus Pirukunan Tuwanggana DIY Bidang Program Kerja, menegaskan bahwa Sumunar Award bukan sekadar kompetisi tahunan biasa melainkan panggung kehormatan dan ruang apresiasi atas kerja-kerja nyata masyarakat.

Event ini dihadirkan kembali sebagai pemantik semangat dan motivasi bagi seluruh Tuwanggana agar terus membuktikan bahwa keberadaannya di kalurahan memiliki peran yang sangat strategis dan bukan hanya menjaga tradisi kebersamaan, melainkan juga menjadi motor pendorong inovasi serta kesejahteraan warga.

Guna melahirkan karya-karya pemberdayaan unggulan yang berdampak luas maka panitia menerapkan mekanisme penilaian secara berjenjang dan transparan. Pada tahap awal para peserta diwajibkan mengikuti seleksi administrasi dengan menyajikan dokumen pendukung,narasi program yang komprehensif serta sajian video kegiatan kreatif yang menggambarkan alur inovasi di lapangan.

Selanjutnya para peserta yang lolos tahap awal akan melangkah ke babak kualifikasi berikutnya yakni penilaian lapangan atau visitasi untuk memverifikasi secara langsung dampak dan keberlanjutan program dari para nominator juara.

Guna menjamin independensi dan kualitas kompetisi,Pirukunan Tuwanggana DIY menerjunkan tim penilai lintas disiplin yang sangat kompeten di bidangnya kemudian tim juri dipastikan berasal dari gabungan dewan pakar, akademisi, praktisi pemberdayaan, perwakilan dinas pengampu terkait, hingga perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) DIY.

Pada gelaran tahun 2026 ini, ajang Sumunar Award berfokus pada isu-isu strategis yang tengah dihadapi oleh masyarakat kalurahan saat ini melalui tiga kategori inovasi utama yang dipertandingkan.

Kategori pertama adalah Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) yang berfokus pada ciptaan atau penerapan teknologi sederhana namun efektif dalam membantu produktivitas masyarakat maupun sektor usaha warga.

Kategori kedua adalah Inovasi Pengelolaan Lingkungan dan Sampah yang mengapresiasi gagasan dan aksi nyata dalam menjaga kelestarian ekosistem kalurahan serta pengelolaan sampah berbasis partisipasi aktif warga. Kategori ketiga adalah Inovasi Sosial yang menilai gerakan sosial inklusif dan terbukti mampu menyelesaikan problematika kemasyarakatan serta meningkatkan kualitas hidup warga secara berkelanjutan.

Sebagai bentuk apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras para penggerak di lapangan termasuk panitia telah menyiapkan piala kebanggaan serta total uang pembinaan sebesar 50 juta bagi para pemenang.

Tak hanya berhenti pada panggung penghargaan utama Sumunar Award 2026 juga menghadirkan terobosan baru dengan menggelar Lomba Media Sosial Instagram yang diperuntukkan bagi seluruh kelembagaan Tuwanggana se-DIY.

Lomba media sosial ini dihadirkan untuk mendorong Tuwanggana agar makin adaptif dengan era digital, sekaligus menjadi sarana efektif dalam menyebarluaskan berbagai potensi, inspirasi, dan kegiatan positif kalurahan ke khalayak luas.

Ajang ini merupakan panggilan terbuka bagi seluruh elemen Tuwanggana di DIY untuk membuktikan potensi dan inovasi terbaiknya. Jangan biarkan karya hebat di kalurahan Anda tersimpan tanpa cerita.

Siapkan dokumen terbaik, abadikan dalam sajian video yang menginspirasi, dan tunjukkan kepada Jogja bahwa kalurahan Anda adalah pusat perubahan nyata dan saatnya bangkit, berinovasi.

Jurnalis Budi Legowo Santoso