JAKARTA — Partai Rakyat Indonesia (PRI) mengumumkan susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang terdiri atas lebih dari 100 orang sebagai bagian dari konsolidasi organisasi dan persiapan menghadapi tahapan politik mendatang.
Sekretaris Jenderal PRI Mayjen TNI (Purn.) Prof. Dr. Budi Pramono, S.I.P., S.H., M.A., M.M., M.H.mengatakan struktur kepengurusan tersebut diharapkan dapat memperjelas pembagian tugas dan tanggung jawab setiap kader dalam menjalankan program partai.
“Hari ini, 1 Oktober 2026, kita semua telah mendengar keputusan kepengurusan DPP PRI. Saya sangat berharap semuanya paham siapa berbuat apa ke depan,” kata Budi seusai pengumuman kepengurusan di Kantor DPP PRI, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Menurut Budi, pembentukan struktur baru tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan kaderisasi dan konsolidasi PRI dari tingkat pusat hingga daerah.
Ia menekankan pentingnya memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z), untuk mengambil peran dalam organisasi politik.
“PRI ini akan besar dan kuat dengan Generasi Z. Ini adalah the actual backbone kita. Kita sangat paham bahwa Gen Z ini adalah generasi dambaan yang nantinya melahirkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Budi mengatakan keterlibatan generasi muda harus diwujudkan melalui aktivitas dan kontribusi nyata dalam organisasi, kehidupan demokrasi, serta penerapan visi dan misi partai.
Bidik Parliamentary Threshold 5 Persen
Bersamaan dengan penguatan struktur organisasi, PRI menargetkan dapat melampaui ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar lima persen.
Budi mengatakan pencapaian target tersebut membutuhkan konsolidasi yang dilakukan secara berkelanjutan, termasuk memperkuat basis kaderisasi serta meningkatkan kemampuan seluruh elemen partai.
PRI, kata dia, juga akan mempersiapkan diri menghadapi tahapan verifikasi administrasi dan faktual yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Keberhasilan partai dalam jangka panjang tentu tidak hanya diukur dari struktur, tetapi juga bagaimana kaderisasi dibangun dan seluruh elemen partai siap menghadapi tahapan yang ada,” katanya.
Ia menambahkan, kesiapan organisasi menjadi salah satu faktor penting agar struktur kepengurusan yang telah dibentuk dapat berjalan efektif dalam menjalankan program partai.
Perkuat Keterwakilan Perempuan
Selain generasi muda, PRI juga menaruh perhatian pada keterwakilan perempuan dalam struktur organisasi. Budi menegaskan partainya berkomitmen memenuhi kuota keterwakilan perempuan sebesar 30 persen.
“Bahkan bisa saya katakan, PRI ini justru akan dimenangkan oleh keterwakilan perempuan. Hal itu diwujudkan lewat keberadaan 10 sayap partai seperti MURI, PERI, Santriwati, hingga Perisai yang merangkul keberagaman komponen bangsa,” ujarnya.
Menurut dia, keberadaan sayap partai tersebut menjadi wadah untuk memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat struktur organisasi PRI.
Sementara itu, PRI tengah mempersiapkan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Budi berharap Rapimnas dapat menjadi momentum konsolidasi bagi seluruh kader PRI dari Sabang hingga Merauke sekaligus memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap organisasi.
“Ini bukan sekadar partai baru, tapi ini ‘Baru Partai’. Jika Rapimnas ini menggema ke seluruh antarsegara negeri, itulah wujud nyata kebangkitan PRI,” pungkasnya.
