JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat upaya memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Program Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPPR). Memasuki usia ke-8, program tersebut diharapkan semakin membantu warga mendapatkan hunian layak dengan skema pembiayaan yang terjangkau.

Komitmen tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 FPPPR yang diselenggarakan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (11/10/2026). Kegiatan itu sekaligus ditandai dengan peluncuran maskot Fasilitas Pembiayaan Perumahan.

Selama delapan tahun pelaksanaannya, FPPPR menjadi salah satu instrumen Pemprov DKI Jakarta untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh rumah melalui dukungan pembiayaan hingga 100 persen, suku bunga sebesar 5 persen, tenor cicilan maksimal 20 tahun, serta perlindungan asuransi.

Program tersebut dirancang untuk menjembatani kebutuhan masyarakat terhadap hunian layak dengan ketersediaan rumah berharga terjangkau. Skema pembiayaan ini juga diharapkan dapat meringankan hambatan finansial yang dihadapi masyarakat, terutama warga yang belum memiliki rumah sendiri.

Dalam pelaksanaannya, Pemprov DKI Jakarta menggandeng sejumlah mitra untuk memperkuat ekosistem penyediaan hunian terjangkau. Mitra tersebut meliputi Bank Jakarta dan Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai bank pelaksana, serta Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Perum Perumnas, dan HK Realtindo sebagai pelaku pembangunan.

Kolaborasi tersebut mencakup penyediaan unit hunian, verifikasi calon penerima manfaat, dukungan pembiayaan, hingga pelaksanaan akad kredit. Sinergi antara pemerintah, perbankan, dan pengembang dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan program berjalan efektif dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Selain memperkuat aspek pembiayaan, peringatan HUT ke-8 FPPPR juga menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tantangan kepemilikan rumah, khususnya bagi generasi muda di Jakarta.

Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan Visinema Group melalui teater musikal Home Sweet Loan. Kolaborasi tersebut mengangkat kisah perjuangan seseorang dalam mewujudkan impian memiliki rumah, sebuah persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat perkotaan.

Melalui pendekatan seni dan cerita, pemerintah berupaya menyampaikan pesan mengenai pentingnya perencanaan kepemilikan hunian sekaligus memperkenalkan akses pembiayaan melalui program FPPPR. Pendekatan kreatif tersebut diharapkan dapat membuat informasi mengenai fasilitas perumahan lebih mudah dipahami dan menjangkau kalangan yang lebih luas.

Rangkaian perayaan HUT FPPPR ke-8 juga melibatkan berbagai komunitas melalui aktivitas bertema lingkungan perumahan. Keterlibatan komunitas tersebut ditujukan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan tempat tinggal yang layak huni.

Melalui penguatan pembiayaan, kolaborasi lintas sektor, serta edukasi publik, Pemprov DKI Jakarta berupaya mendorong terwujudnya akses kepemilikan rumah yang lebih inklusif. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat membantu semakin banyak warga Jakarta mendapatkan hunian yang layak dan terjangkau.