JAKARTA – Gerakan Mahasiswa Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) menggelar konsolidasi aktivis dan pemuda bertajuk Pemuda Indonesia Raya (PEMIRA) di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda dalam mengaktualisasikan gagasan kebangsaan dan mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas.

Kegiatan yang mengusung tema “Menuju Satu Abad Sumpah Pemuda: Konsolidasi Kekuasaan Aktivis Mewujudkan Indonesia Emas” itu menekankan pentingnya keterlibatan aktif pemuda dalam menyampaikan gagasan pembangunan serta menghadirkan solusi konkret bagi berbagai persoalan bangsa.

Ketua Umum DPP GMPRI sekaligus inisiator dan deklarator PEMIRA, Raja Agung Nusantara, mengatakan generasi muda memiliki peran strategis dalam menerjemahkan gagasan dan visi kepemimpinan nasional agar dapat dipahami serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Menurut dia, pemikiran dan visi bernegara Presiden Prabowo Subianto perlu diaktualisasikan secara nyata melalui kontribusi para aktivis, pemikir, dan elemen kepemudaan di tengah masyarakat.

“Apa yang menjadi pikiran-pikiran besar Presiden Prabowo Subianto, pikiran-pikiran bernegara beliau, harus kita aktualisasikan secara nyata dan faktual di lapangan. Indonesia butuh juru bicara dan pemikir yang membantu menyampaikan gagasan besar Presiden agar dapat dipahami oleh seluruh rakyat Indonesia yang jumlahnya hampir 300 juta jiwa,” ujar Raja Agung.

Ia juga menegaskan GMPRI tetap konsisten mengawal komitmen politiknya bersama Prabowo Subianto sejak 2014, 2019, hingga 2024. Konsistensi tersebut, kata dia, menjadi landasan bagi organisasi untuk terus berkontribusi dalam mendukung agenda kepemimpinan nasional.

“GMPRI konsisten sejak 2014, 2019, hingga 2024 sebagai relawan dan akan terus totalitas menjaga komitmen bersama Presiden Prabowo Subianto,” tegasnya.

Menjelang satu abad Sumpah Pemuda pada 2028, Raja Agung mengingatkan generasi muda agar tidak berhenti pada sikap kritis terhadap kebijakan dan persoalan negara. Pemuda, menurut dia, juga harus mampu menawarkan gagasan, pemikiran, dan solusi yang konstruktif untuk menjawab tantangan pembangunan nasional.

Ia mengibaratkan pemuda sebagai investor bagi negara, bukan semata-mata melalui kontribusi material, melainkan juga melalui investasi pemikiran, pandangan, karya, serta komitmen dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Harapan kami kepada pemuda Indonesia adalah totalitas dalam berkarya. Pemuda tidak hanya bertugas mengkritisi, tetapi juga harus memberikan solusi-solusi kebangsaan yang terbaik. Pemuda adalah investor negara, investor dalam bentuk pikiran, pandangan, dan dalam menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya.

Melalui konsolidasi PEMIRA, GMPRI mendorong aktivis dan pemuda untuk memperkuat kapasitas intelektual, memperluas kontribusi kebangsaan, serta mengambil peran lebih nyata dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045