JAKARTA – Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD-KAJ) menginisiasi SENADA 2026 bertajuk Together in Unity, Music Beyond Limits, sebuah gerakan musik inklusif yang bertujuan membuka ruang kesetaraan, kreativitas, serta peluang ekonomi bagi penyandang disabilitas melalui seni dan ekonomi kreatif.
Gerakan ini tidak sekadar menghadirkan konser musik, tetapi juga mendorong perubahan perspektif masyarakat terhadap penyandang disabilitas. Mereka tidak hanya dipandang sebagai penerima manfaat kegiatan sosial, melainkan sebagai individu yang memiliki potensi menjadi seniman, kreator, pelaku usaha, dan bagian aktif dalam ekosistem ekonomi kreatif.
SENADA 2026 akan digelar pada Minggu, 15 November 2026, pukul 15.00–17.00 WIB, di Ruang Teater Batek, Balai Kartini, Jakarta.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, LDD-KAJ menggelar konferensi pers pada Kamis (5/11/2026) di Graha Pemuda Keuskupan Agung Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan misi SENADA sekaligus mempertemukan berbagai tokoh lintas iman, komunitas disabilitas, dan insan seni dalam satu gerakan kemanusiaan.
Kolaborasi tersebut melibatkan Eco Bhinneka Muhammadiyah dalam kepanitiaan, tokoh agama, komunitas disabilitas, serta pelaku industri seni. Sejumlah figur yang turut memberikan dukungan antara lain Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta, Rama Adrianus Suyadi, SJ, serta Kris Dayanti, Samuel Dharmawan, dan Margareth Siagian sebagai Special Collaborator SENADA 2026.
Dalam konferensi pers tersebut, turut dihadirkan perwakilan Sahabat Disabilitas, yakni J. Rio Darmawan (LDC) dan Carinna Amagia (Latte Band), yang membawa perspektif serta aspirasi komunitas disabilitas. Sementara itu, kehadiran perwakilan Eco Bhinneka Muhammadiyah/Pimpinan Pusat Muhammadiyah masih dalam proses konfirmasi.
Mendorong Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas
Salah satu fokus utama SENADA 2026 adalah memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membangun kemandirian ekonomi melalui seni dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Rama Adrianus Suyadi, SJ, menjelaskan bahwa SENADA tidak dimaknai semata-mata sebagai konser musik, tetapi sebagai upaya menghadirkan ruang produktif yang dapat membuka kesempatan lebih luas bagi penyandang disabilitas.
“Melalui SENADA, kami ingin membuka pintu yang lebih luas bagi teman-teman penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemandirian ekonomi. Kami ingin seni tidak hanya menjadi ruang berekspresi, tetapi juga menjadi ruang produktif yang dapat membuka peluang usaha, menciptakan kesempatan berkarya, dan memberikan nilai ekonomi bagi para pelakunya,” ungkap Rama Adrianus.
Ia menambahkan, pemberdayaan juga perlu diwujudkan melalui dukungan terhadap produk UMKM yang dihasilkan penyandang disabilitas agar memperoleh akses pasar dan kesempatan berkembang.
Semangat tersebut diwujudkan melalui penampilan band disabilitas, paduan suara penyandang disabilitas, serta bazar UMKM. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan talenta dan produk karya penyandang disabilitas dengan masyarakat, calon konsumen, mitra bisnis, serta berbagai peluang kolaborasi.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya diajak menyaksikan pertunjukan dan memberikan apresiasi, tetapi juga berpartisipasi secara nyata melalui pembelian produk, dukungan terhadap karya, serta pembukaan kesempatan usaha dan kerja sama.
Musik Menjadi Jembatan Solidaritas Lintas Iman
Selain mengusung pemberdayaan, SENADA 2026 juga membawa pesan kuat mengenai pentingnya solidaritas lintas agama dan keberagaman dalam memperjuangkan hak penyandang disabilitas.
Kolaborasi antara LDD-KAJ dan Eco Bhinneka Muhammadiyah menjadi salah satu wujud bahwa persoalan disabilitas bukan hanya menjadi perhatian satu agama, lembaga, atau kelompok masyarakat tertentu, melainkan tanggung jawab kemanusiaan bersama.
“Disabilitas bukan milik satu agama atau kelompok tertentu. Ini adalah isu kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab kita bersama. SENADA ingin menunjukkan bahwa keberagaman bukan penghalang untuk bersatu. Justru melalui perbedaan, kita dapat membangun solidaritas, menghadirkan kesempatan yang setara, dan menciptakan masyarakat yang lebih inklusif,” tambah Rama Adrianus.
Melalui semangat Together in Unity, SENADA mengajak komunitas agama, lembaga sosial, dunia usaha, seniman, dan masyarakat luas untuk bersama-sama membangun lingkungan yang menghargai martabat, kemampuan, serta hak setiap individu.
Libatkan Figur Seni untuk Membuka Ruang Kolaborasi
Keterlibatan Kris Dayanti, Diva Indonesia, bersama Samuel Dharmawan dan Margareth Siagian sebagai Special Collaborator SENADA 2026 diharapkan dapat memperkuat pesan inklusivitas sekaligus memperluas perhatian publik terhadap potensi talenta penyandang disabilitas.
Dukungan para figur seni tersebut juga diharapkan mendorong dunia seni dan industri musik untuk semakin terbuka terhadap kolaborasi yang memberikan ruang setara bagi penyandang disabilitas.
SENADA ingin menunjukkan bahwa penyandang disabilitas bukan hanya berhak menikmati karya seni, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan, menampilkan, dan mengembangkan karya yang menjadi bagian dari industri seni itu sendiri.
Dari Panggung Menuju Gerakan Berkelanjutan
Bagi LDD-KAJ, SENADA diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan untuk membangun ekosistem seni dan ekonomi kreatif yang lebih inklusif.
Keberhasilan inklusivitas tidak semata-mata diukur dari banyaknya penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan tampil di atas panggung, tetapi juga dari terbukanya akses bagi mereka untuk berkarya, bekerja, berusaha, membangun jejaring, dan menentukan masa depan secara mandiri.
Melalui SENADA 2026, masyarakat diajak tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil bagian dalam perubahan dengan mendengarkan suara penyandang disabilitas, mengapresiasi karya mereka, mendukung produk yang dihasilkan, serta membuka kesempatan kolaborasi yang lebih luas.
SENADA 2026 – Together in Unity, Music Beyond Limits membawa pesan bahwa setiap orang memiliki nada, setiap karya memiliki nilai, dan setiap individu berhak mendapatkan kesempatan yang setara.
Tentang SENADA 2026
SENADA 2026 merupakan gerakan musik inklusif yang diinisiasi oleh Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD-KAJ). Mengusung tema Together in Unity – Music Beyond Limits, SENADA bertujuan menghadirkan ruang ekspresi, apresiasi, kolaborasi, serta pemberdayaan bagi penyandang disabilitas melalui seni dan ekonomi kreatif.
Tentang LDD-KAJ
Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD-KAJ) merupakan lembaga sosial kemanusiaan di bawah Keuskupan Agung Jakarta yang menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, advokasi dan perlindungan, serta pengurangan risiko bencana. LDD-KAJ berkomitmen mendorong kehidupan masyarakat yang lebih bermartabat, inklusif, dan berkeadilan.
