JAKARTA – SAPMA Pemuda Pancasila Kota Surabaya berharap Rapat Kerja Nasional (Rakernas) sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 SAPMA Pemuda Pancasila yang berlangsung pada 6–8 November 2026 di Tavia Heritage Hotel, Jakarta, menghasilkan program kerja konkret yang dapat diimplementasikan hingga ke tingkat daerah dan akar rumput.

Ketua Cabang SAPMA Pemuda Pancasila Kota Surabaya, Kevin Harlens, mengatakan Rakernas tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi, membangun komunikasi antarkader, sekaligus merumuskan arah gerakan organisasi agar semakin berkontribusi bagi masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.

Kevin menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Pusat SAPMA Pemuda Pancasila atas penyelenggaraan Rakernas yang mempertemukan jajaran pengurus dan kader dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut dia, keberhasilan Rakernas tidak cukup diukur dari terselenggaranya agenda nasional, tetapi juga dari kemampuan organisasi menerjemahkan keputusan dan rekomendasi menjadi program nyata yang dapat dirasakan hingga tingkat cabang, anak cabang, ranting, dan komisariat.

“Terima kasih dan luar biasa kepada Pengurus Pusat SAPMA Pemuda Pancasila yang telah mengagendakan kegiatan Rakernas ini. Harapan kami dari Surabaya, hasil Rakernas harus menjadi bukti konkret dan bisa sampai ke daerah-daerah, bahkan hingga ke tingkat ranting, anak cabang, dan komisariat,” ujar Kevin saat ditemui awak media di sela kegiatan Rakernas.

Ia menegaskan, organisasi kepemudaan harus mampu menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan kader dan masyarakat, bukan sekadar menghasilkan keputusan yang berhenti pada tataran wacana.

Gagas Olah Kopi Cangkuk sebagai Ruang Kolaborasi Pemuda

Dalam kesempatan tersebut, Kevin juga memaparkan gagasan SAPMA Pemuda Pancasila Kota Surabaya untuk menghadirkan program Olah Kopi Cangkuk sebagai ruang kolaborasi organisasi kepemudaan (OKP) di Kota Surabaya.

Program tersebut dirancang menjadi wadah pertemuan terbuka bagi berbagai elemen pemuda untuk berdiskusi, bertukar gagasan, menyampaikan aspirasi, serta membahas persoalan sosial dan isu strategis yang berkembang di masyarakat.

Kevin menilai, generasi muda harus diberikan ruang dan kesempatan untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah. Pemuda tidak seharusnya hanya menjadi penonton, tetapi perlu mengambil bagian dalam mencari solusi atas berbagai persoalan sosial dan kemasyarakatan.

“Kami ingin membangun ruang kolaborasi bagi seluruh elemen pemuda di Surabaya. Dengan adanya ruang diskusi, kita bisa saling mengenal, bertukar gagasan, dan bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang ada di Kota Surabaya,” katanya.

Selain memperluas kolaborasi lintas organisasi, SAPMA Pemuda Pancasila Surabaya juga terus memperkuat kaderisasi melalui pembentukan dan pengembangan komisariat di lingkungan perguruan tinggi.

Kevin menyebutkan, saat ini terdapat enam komisariat yang sedang dikembangkan dengan basis kegiatan di sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Universitas Hang Tuah (UHT), UW, dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), serta satu komisariat lainnya.

Menurut dia, kampus merupakan ruang strategis untuk membangun karakter, memperluas wawasan kebangsaan, dan menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada mahasiswa.

“Kami berharap Rakernas ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus memberikan pemahaman dan menanamkan nilai-nilai ideologi Pancasila kepada generasi muda, khususnya mahasiswa,” ujarnya.

Dorong Dialog Mahasiswa dengan Pemangku Kebijakan

Sementara itu, Sekretaris SAPMA Pemuda Pancasila Kota Surabaya, Ruben, mengatakan Rakernas dan peringatan HUT ke-38 menjadi kesempatan penting bagi pengurus cabang dan wilayah untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, serta memperkuat hubungan antarkader dari berbagai daerah.

Ia berharap pertemuan nasional tersebut mampu menyatukan pandangan dan memperkuat komitmen seluruh kader dalam menjalankan roda organisasi berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Ruben juga berharap kader SAPMA Pemuda Pancasila semakin solid, memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, serta mampu menjalankan peran organisasi secara positif di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Kevin menyoroti pentingnya membangun budaya dialog di kalangan mahasiswa dan generasi muda dalam menyikapi berbagai persoalan sosial maupun kebijakan publik.

Ia mencontohkan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kota Surabaya yang berlangsung beriringan dengan aksi sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati.

Namun, ia menilai perlu adanya ruang alternatif yang mempertemukan kalangan pemuda dengan para pemangku kebijakan melalui dialog terbuka, sehat, dan konstruktif.

Menurut Kevin, penyampaian aspirasi tidak hanya dapat dilakukan melalui aksi demonstrasi, tetapi juga melalui diskusi langsung dengan pemerintah maupun wakil rakyat untuk membicarakan persoalan dan merumuskan solusi.

“Kami ingin mahasiswa dan pemuda-pemudi di Kota Surabaya memiliki ruang dialog. Jangan sampai perbedaan pandangan justru melahirkan ujaran kebencian, adu domba, apalagi di tengah maraknya informasi hoaks. Kami ingin menghadirkan komunikasi yang sehat dan produktif,” tuturnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, SAPMA Pemuda Pancasila Surabaya berupaya mendorong keterlibatan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya dan Wali Kota Surabaya dalam forum dialog bersama mahasiswa dan kalangan pemuda.

Melalui forum tersebut, berbagai persoalan daerah diharapkan dapat dibahas secara terbuka, aspirasi masyarakat tersampaikan, serta solusi dapat dirumuskan melalui komunikasi yang produktif antara generasi muda dan pemangku kebijakan.

Pancasila Harus Diamalkan, Bukan Sekadar Slogan

Kevin menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh hanya menjadi slogan maupun identitas organisasi, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut dia, setiap kader harus memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dari sila pertama hingga sila kelima, sekaligus menjaga komitmen terhadap Undang-Undang Dasar 1945 dan semangat persatuan sebagaimana terkandung dalam Sumpah Pemuda.

Ia berharap kader SAPMA Pemuda Pancasila dapat menjadi generasi yang memiliki karakter kebangsaan, menjunjung tinggi toleransi, menghargai perbedaan, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Melalui Rakernas dan peringatan HUT ke-38 ini, SAPMA Pemuda Pancasila Kota Surabaya berharap lahir energi baru, gagasan progresif, serta program kerja yang memberikan dampak nyata bagi organisasi dan masyarakat.

Kevin bersama jajaran pengurus juga berharap hasil Rakernas dapat menjadi pedoman bersama dalam memperkuat kelembagaan, memperluas jaringan kaderisasi, dan meningkatkan kontribusi pemuda dalam pembangunan bangsa.

Momentum 38 tahun perjalanan SAPMA Pemuda Pancasila sekaligus menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab dalam menjaga persatuan, merawat kebinekaan, memperkuat nilai-nilai Pancasila, serta mengambil peran aktif dalam pembangunan nasional.

SAPMA Pemuda Pancasila diharapkan terus bergerak, bersatu, dan berkarya, tidak hanya memperkuat organisasi secara internal, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.