Jakarta – Kerbau berkelahi dengan kerbau yang rusak tetap rumput. Pepatah itu mengisyaratkan pada kejadian Pilpres 2019, dimana saat ini masing-masing dari kubu paslon saling menggugat, perang opini, saling serang dan silang merasa benar. Ego kekuasaan saling silang ini akhirnya menular ke masyarakat arus bawah melalui informasi media sosial yang sulit dipertanggungjawabkan.

Agus Harta, Ketua Umum DPW Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) DKI Jakarta mengingatkan kepada seluruh tokoh masyarakat, tokoh lintas agama dan tokoh pemuda yang berada di lapisan masyarakat untuk bisa saling menjaga serta menyejukkan suhu politik yang saat ini memanas.

Agus menyoroti, Yang lebih utama adalah mesin Partai Politik, lintas partai dari tingkat pusat, cabang dan ranting di tiap-tiap wilayah segera lakukan rekonsiliasi guna melenturkan kembali keadaan, bahwa kita mempercayakan sepenuhnya kepada lembaga pengawas, penyelenggara serta keamanan Pemilu yang sah secara Undang-undang.

“Control Delete, jika ada ciri prilaku seseorang yang mengarah untuk memprovokasi masyarakat arus bawah, sebab negeri kita adalah negeri yang beradab, jangan hanya lantaran Pilpres Indonesia terjadi perang antar saudara,” kata Agus dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

“Kita tidak ingin perang itu terjadi seperti yang terjadi di negara-negara luar sana. Sebab dampak dari peperangan akan melahirkan kelaparan, kemelaratan serta kematian yang tak wajar,” lanjutnya.

Mari dibulan suci ramadhan ini, kita bersihkan hati, pikiran serta perbuatan untuk kebaikan dan kemajuan bangsa Indonesia, tetaplah mencintai Indonesia, Apapun yang terjadi, tutup Agus Harta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *