Connect with us

Metro

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta Menggelar Jakarta Islamic Festival (JIFest) 2019 Dan Gema Muharram 1441 H

Published

on

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta bersama dengan DKM Masjid Al-Hikmah Kebayoran Lama menggelar Jakarta Islamic Festival (JIFest) 2019 dan Gema Muharram 1441 H yang diadakan 2 hari berturut-turut, pada Sabtu-Ahad, 21-22 September 2019 di Masjid Al-Hikmah beralamat di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan Masjid Al-Hikmah, Kebayoran lama Selatan, Jl. Praja Lap. Gg. Sekolah No.4, RT.4/RW.1, Kby. Lama Sel., Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, 12240.

Sejatinya Acara ini digelar bertujuan untuk menjalin tali ukhuwah umat Islam di ibukota dan juga membangkitkan pemberdayaan ekonomi umat dengan menyasar pengembangan UMKM.

MUI menggelar JIFest untuk membantu program-program yang ada, dalam upaya meningkatkan ekonomi umat di Jakarta sesuai dengan program gubernur.

“Salah satu program dari Pemprov adalah, terkait pengembangan UMKM, MUI berusaha untuk menghadirkan UMKM dalam agenda JIFEST 2019 ini,” jelas Munahar.

Bazaar UMKM yang akan meramaikan kegiatan ini menyajikan aneka makanan dan minuman halal, produk kerajinan lokal, serta menyajikan karya inovatif dalam menyelesaikan masalah polusi udara di Jakarta.

“Secara khusus, kami hadirkan pameran difabel, sebagai wujud kepedulian MUI terhadap masyarakat penyandang difabelitas,” tutur munahar.

Selain pameran UKM, kata Munahar, juga digelar berbagai macam acara, di antaranya ada 3 seminar.

Munahar memaparkan, seminar pertama mengupas masalah ekonomi yang akan dihadiri oleh Sandiaga Uno dan juga beberapa pakar ekonomi yang akan membahas tentang implementasi ekonomi kerakyatan untuk warga Jakarta.

Kemudian, sambung Munahar, dilanjutkan dengan seminar Narkoba yang akan diisi oleh Kapolres, dengan upaya untuk mengantisipasi peredaran narkoba di Kota Jakarta khususnya di kalangan pemuda dan pelajar.

Lalu event yang ketiga, lanjut Munahar, akan ada seminar masalah Fatwa dan LPPOM.

“Jadi kita punya satu komitmen MUI DKI ini menginginkan agar supaya konsumen muslim yang ada di Jakarta ketika dia membeli suatu produk ini sudah jelas kehalalannya. Dan menyelamatkan konsumen muslim dari hal-hal yang dilarang oleh agama, maka akan dilaksanakan seminar LPPOM melalui komisi Fatwa yang ada di MUI,” jelas Munahar.

Ia menambahkan, puncak kegiatan ini adalah Tabligh Akbar, Ahad (22-09-2019) yang akan dihadiri oleh lebih dari 5.000 jamaah majelis taklim dari seluruh DKI Jakarta.

“Tabligh Akbar ini insya Allah akan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, H. Rhoma Irama, Ustazah Bahijah, para duta besar negara sahabat, para habib dan ulama, Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya, para pemimpin ormas tingkat nasional, juga para walikota dan undangan lainnya,” paparnya.

“JIFest juga menggelar Lomba Kaligrafi tingkat DKI Jakarta dan lomba mewarnai Tingkat TK dan RA tingkat DKI Jakarta dengan diikuti oleh 500 peserta, selain itu Acara JIFest juga akan menghadirkan kesenian berupa lagu religi bersama Soneta Grup, Gambang Kromong Bang Madid, dan kesenian lainnya didukung oleh berbagai pihak, seperti Pemda DKI, Walikota Jakarta Selatan, BUMD dan para sponsor yang dengan antusias mendukung acara ini.” Ujarnya.

Acara ini terbuka untuk semua warga Indonesia dari berbagai agama dan suku bangsa, termasuk bagi saudara-saudara kita dari Papua. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung acara ini,” kata Munahar.

Marlina Pangaribuan, Panitia Pelaksana sekaligus sebagai MC dari Ganas (Gerakan Nasional Anti Narkoba).

Turut hadir Bu Marlina Pangaribuan, Panitia Pelaksana mengatakan, “Kita ingin mengajak generasi muda tanpa narkoba, kita bekerjasama dengan kapolres Jkt selatan, sifatnya memotivasi anak-anak muda, dihadiri oleh anak muda Jakarta Selatan , Ketua Umum MUI, Wakil Ketua DPRD, Bp Anies Baswedan berhalangan diwakili oleh Sekda Bp Saefullah. ” Ujarnya.

“Seminar ini dimulai pagi dengan lomba Kaligrafi, Lomba Mewarna, Anak-anak PAUD, TK. Harapannya untuk meningkatkan Ukhuwah islami dan kedepannya setiap tahunnya insya ALLAH ada. “Terang Bu Marlina.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Metro

H.Buhari Dewan Pembina Yayasan Bustanil Firdaus Berharap Keluarga Madura di Perantauan ikut Vaksinasi

Published

on

By

Jakarta – Saat ini Indonesia cakupan vaksinasi telah mencapai 80 persen dari jumlah penduduk Indonesia, tetapi ada juga masyarakat yang belum vaksin karena mereka berpikir apa gunanya vaksin dan mati urusan Tuhan.

H. Buhari sebagai dewan pembina Yayasan Bustanil Firdaus mengatakan banyak warga Madura di perantauan yang belum mengikuti vaksin.
“Banyak warga Madura di perantauan yang belum mengikuti vaksin, maka untuk hal itu diberikan pencerahan dan yang mempunyai gagasan kegiatan ini yaitu H.Kusyadi turut serta mendukung hal ini,” katanya dengan ramah.

Bersama beliau H.Buhari ke Puskesmas untuk minta bantuan vaksin dan tenaga kesehatan, dan hal ini disambut baik. Pukesmas juga tidak terpaut data, pihak kelurahan pondok kelapa, duren sawit juga mensupport.

“Berdasarkan data dari dinas kesehatan DKI jakarta sudah memvaksin mencapai 10,3 juta warganya dan hal ini telah melebihi target, tetapi masih ada sejumlah warga perantauan (migran) yang berdomisili di jakarta tetapi belum mengikuti vaksin tahap satu dan tahap dua. Vaksin yang di gunakan adalah Sinovac dan Phizer.

Memang secara politik paradigma orang Madura perlu pendekatan secara budaya, karakter mereka sukar untuk diatur , karena dalam benak mereka sudah terpatri apa manfaat vaksin dan mati urusan TUHAN, tetapi melalui dirinya Break Down maka berubah,” bebernya.

H.Buhari sebagai pengagas mengatakan bahwa besok ada kegiatan dari mahasiswa keperawatan.

“Besok ada kegiatan dari mahasiswa keperawatan sesuai Tridarma perguruan tinggi dan tidak traksional, pengecekan golongan darah mereka juga mendukung penuh, sedangkan pada hari minggunya ada kegiatan donor darah bagi masyarakat Madura di perantauan dan sekitar dan berdomisili di kelurahan pondok kelapa tidak jauh dari rumah Mat Godam bekerja-sama dengan PMI Jakarta Timur yang kebetulan ketuanya juga orang Madura. Kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain yang tipikalnya sama dengan orang Madura,” tambahnya.Jumat (21/1/2022).

Agar para peserta vaksin semangat maka diberikan sembako, kegiatan ini mulai jam 9.00 WIB hingga 16.00 WIB juga tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

Senada dengan itu, H. Maskur Sebagai Ketua Yayasan Bustanil Firdaus mengatakan bahwa target vaksin adalah vaksin kedua. “Target kami adalah vaksin kedua karena banyak yang telah mengikuti vaksin pertama. Serta agar semangat maka peserta vaksin diberikan sembako,” ujarnya.

Continue Reading

Metro

Dimas Permana Putra S.Kom, SH Terpilih Sebagai Ketua Forum Lintas Ormas Jakarta Selatan Periode 2022-2026

Published

on

By

Jakarta – Dalam rangka pengembangan organisasi, maka diperlukan sruktur baru. Forum Lintas Ormas (FLO), melalui Musda I Jakarta Selatan ini akan terbentuk pengurus yang baru, karena Ketua Jakarta selatan dirangkap oleh ketua DKI Jakarta.

Dimas Permana Putra S.Kom, SH Seusai tepilih secara aklamasi mengatakan menerima amanat dari FLO.

“Saya menerima amanat dari FLO Jakarta Selatan sebagai beban yang berat, ada 50 Ormas yang hadir saaf ini dari 200 Ormas yang ada di Jakarta selatan. Hal ini potensi yang perlu dikembangkan kerja-sama dengan pemerintah dalam hal keamanan, kenyamanan, dan stabilitas wilayah Jakarta Selatan. Sering terjadi gesekan, dengan adanya pengurusan yang baru diharapkan Ormas dapat berharmonisasi, guyub, dan sesuai misi-visi. Semoga dapat berjalan baik semua eleman dapat bersenergi,” ujarnya saat ditemui awak media di Aula Walikota Jakarta Selatan. Sabtu (22/1/2022)

Program pertamanya, sambung Dimas, pembentukan formatur (pengurus).
Program pertama adalah pembentukan formatur (pengurus) dan sekretariat sebab di kantor Walikota tempatnya diambil pihak lain. PR terberatnya adalah mengakomodir 50 Ormas,” tuturnya dengan semangat.

Mengenai Tawuran antar Ormas, Dimas berharap agar dapat dikurangi. “Saya Berharap tawuran antar ormas kedepannya dapat dikurangi atau dihilangkan, sebab bila terjadi gesekan di lapangan antara anggota FLO, maka ketua ketua Ormas yang tergabung di dalam pengurusan FLO untuk berkomonikasi dan cari solusi,” pungkasnya dengan mimik muka serius.

Semantara itu, tawuran antara pelajar FLO Jakarta Selatan akan melakukan pencegahan dengan mengedukasi ke sekolah dan berkerja-sama.

“Tawuran antar pelajar akan dilakukan pencegahan dengan pihak terkait termasuk dengan pihak kepolisian. Bibit-bibit tawuran pelajar yang tidak benar ini akan diperbaiki, tetapi bila susah, jika masuk ormas maka menyebabkan kegaduhan sehingga tidak dapet mengembangkan potensi,” bebernya dengan mimik muka serius.

Continue Reading

Metro

H. Abdul Goni Mendukung Musda I Forum Lintas Ormas Jakarta Selatan

Published

on

By

Jakarta – Meskinpun dihari libur dan guyuran hujan, Musda I Forum Lintas Ormas Jakarta selatan di buka oleh walikota jakarta selatan Mujrin bertempat Aula kantor walikota jakarta selatan.Sabtu (22/1/2022)

Salah seorang pendiri Forum Lintas Ormas Haji Abdul Goni yang juga anggota DPRD. DKI Jakarta dari Partai Gerindra serta pengurus FORKABI (Forum Komunikasi Anak Betawi) mengatakan bahwa FLO ini didirikan 5 tahun yang lalu dengan anggota 7 Ormas dari ratusan ormas.

Saat ini jumlah ormas di jakarta selatan mencapai 200, ada kegiatan musda saat ini hanya 50.orang/ormas sesuai dengan protokol kesehatan, karna masih pandemj covid 19.

Pada waktu itu kapolres jakarta selatan Kombes Pol Gatot Edi yang saat ini menjadi Waka Polri, bersama sama Forum komunikasi pimpinan daerah (FORKOMPINDA). sebab saat itu ormas sering terlibat konplik (liar) namun bisa diredam, ujarnya

Dari sepakat itulah anatara ormas untuk mendirikan Forum Lintas Ormas (FLO) semoga FLO tetap dipertahankan dan tidak dihilangkan. pembinaannya dilakukan oleh pemerintah jakarta selatan dan intasi terkait seperti Polres dan Kodim.

Semoga kegiatan Muada I FLO jakarta Selatan ini ada manfaatnya, FORKOMPIDA harus guyup tambahnya.

Harapanya ormas bukan manusia liar mereka adalah manusia yang wajib pajak makanya harus ada kontribusi dari pemerintas untuk masyarakat, contoh tukang ojek adalah wajib pajak. semoga dengan situasi yang kondusif maka investor akan datang dan mebuka lapangangan kerja yang baru.

Continue Reading

Trending