Connect with us

TNI / Polri

Ditlantas Akan Tilang Sepeda yang Keluar Jalur

Published

on

Jakarta – Polisi akan tilang pesepeda yang keluar jalur khusus, KTP atau sepeda yang akan jadi barang buktinya?
Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya mengimbau agar para pesepeda bisa lebih tertib.

Terutama kepada para peserta yang sering melewati Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat. Karena di sebagian besar ruas jalan tersebut sudah ada jalur khusus sepeda.

Selain itu Dirlantas juga berencana akan memberikan penindakan tilang kepada pesepeda yang tidak tertib berada di jalurnya.

Penindakan tilang itu akan diberikan setelah jalur khusus road bike atau jalur sepeda, selesai dibangun dan siap dioperasikan.

Jika pada pengendara kendaraan bermotor, bukti penindakan tilang yang disita polisi bisa STNK, SIM atau kendaraan itu sendiri, lalu barang bukti penindakan apa yang akan disita petugas saat menilang pesepeda?
Sebab pesepeda tidak memiliki STNK bagi sepedanya dan juga tak wajib memiliki SIM.

Menanggapi pertanyaan tersebut Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, hal itu masih dalam kajian dan pembicaraan pihaknya dengan para penegak hukum lainnya.
“Masih akan dirapatkan dengan Kejaksaan dan Pengadilan terkait barang bukti penindakannya,” kata Sambodo Minggu (30/5/2021).

Apakah nantinya barang bukti penindakan yang disita itu adalah KTP si pesepeda yang melanggar atau sepeda miliki pelanggar, hal itu kata Sambodo menjadi pertimbangan saat rapat dengan pihak Kejaksaan dan Pengadilan.
“Jadi ini masih dirapatkan oleh kami,” kata Sambodo.

Tapi, Sambodo memastikan ke depan pihaknya akan berupaya menerapkan dan memberikan penindakan tilang, kepada pesepeda yang keluar dari jalur khusus sepeda, atau yang masih menggunakan jalur umum.

“Kami sedang siapkan jalur khusus road bike atau sepeda. Setelah jalur itu selesai dan mulai operasional, maka kita akan mulai lakukan penindakan tegas terhadap para bikers, yang keluar jalur khusus sepeda,” kata Sambodo.

Rencana ini kata Sambodo setelah pihaknya melihat masih banyaknya pesepeda yang menggunakan lajur kanan di jalan umum dan menutup sebagian jalan.

Kondisi ini katanya cukup membahayakan, baik bagi para pesepeda dan juga pengendara kendaraan bermotor lainnya.

Sebab para pesepeda terlihat melintas di jalur umum dan bersinggungan langsung dengan kendaraan bermotor.
“Apabila sepeda sudah ada jalur khususnya, tapi dia tidak berjalan di jalur khusus, itu bisa ditindak. Ancaman hukumannya denda Rp 100.000 atau kurungan 15 hari,” kata Sambodo.

Sanksi itu katanya sesuai dengan Pasal 299 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Jadi bisa ditindak yakni pelanggaran UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 299,” katanya.

Dalam Pasal 299 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, berbunyi: ‘Setiap orang yang mengendarai kendaraan tidak bermotor yang dengan sengaja berpegang pada kendaraan bermotor untuk ditarik, menarik benda-benda yang dapat membahayakan pengguna jalan lain, dan/atau menggunakan jalur jalan kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122 huruf a, huruf b, atau huruf c, dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp100 ribu’. (RED)

Continue Reading

TNI / Polri

Lanal Simeulue Gelar Konsolidasi Pengamanan Pasca Pemilu Tahun 2024

Published

on

By

TNI AL, Simeulue,- Pangkalan TNI AL Simeulue menggelar konsolidasi Satuan Setingkat Pleton (SST) pengamanan pasca Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024, bertempat di Lapangan Mako Lanal Simeulue, Rabu (21/02/2024).

Komandan Pangkalan TNI AL Simeulue Letkol Laut (P) Dwi Herdian Saputra, M.Tr.Opsla., menerangkan bahwa perlunya tetap meningkatkan pengamanan mulai dari distribusi logistik Pemilu hingga selesainya perhitungan Pemilu (Real Count) guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kegiatan ini merupakan suatu bentuk kedisiplinan bagi prajurit untuk mengecek kesiapan serta kelengkapan perorangan suatu Satuan Setara Peleton (SST) sehingga mampu menjalankan tugas dengan cepat, tepat dan terorganisasi.

Adapun Penanggulangan Huru Hara (PHH) merupakan rangkaian kegiatan atau proses atau cara dalam menghadapi terjadinya kerusuhan masa (huru-hara) guna memelihara keamanan, ketertiban masyarakat dan penegakan hukum.

(Pen Lanal Simeulue)

Continue Reading

TNI / Polri

Lanal Simeulue Gelar Apel Khusus Dalam Rangka HUT Pomal Ke-78

Published

on

By

TNI AL, Simeulue,- Pangkalan TNI AL Simeulue gelar Apel Khusus dalam rangka HUT Polisi Militer Angkatan Laut Ke-78, bertempat di Lapangan Apel Mako Lanal Simeulue, Selasa (20/02/2024).

Komandan Pangkalan TNI AL Simeulue Letkol Laut (P) Dwi Herdian Saputra, M.Tr.Opsla., yang diwakili oleh Pjs. Palaksa Lanal Simeulue Kapten Laut (P) Supriyanto membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., yang diawali dengan ucapan selamat ulang tahun Ke-78 Polisi Militer Angkatan Laut dan menghimbau kepada seluruh prajurit TNI AL baik Perwira, Bintara dan Tamtama dimanapun bertugas untuk selalu mengupdate diri guna mengatasi modus kejahatan yang semakin kompleks serta seluruh prajurit TNI AL mampu meningkatkan kedisiplinan dan juga mematuhi tata tertib di lingkungan TNI AL.

Kegiatan ini berjalan dengan khidmat serta diakhiri dengan doa dan memberikan ucapan selamat kepada personel Denpomal Lanal Simeulue.

(Pen Lanal Simeulue)

Continue Reading

TNI / Polri

Jaga Kebugaran Fisik dan Naluri Tempur, Prajurit Lanal Nias Laksanakan Lari Siang Bersenjata

Published

on

By

TNI AL, Nias Selatan,- Untuk menjaga kebugaran fisik dan naluri tempur, Prajurit Lanal Nias laksanakan Lari Siang Gembira Bersama menggunakan Senjata SS-1 yang dikomandoi oleh Komandan Satuan Markas (Dansatma) Lanal Nias Letda Laut (PM) Wahyudi Okte, Rabu (21/2/2024).

Ditempat terpisah, Danlanal Nias Kolonel Laut (P) Wishnu Ardiansyah menyampaikan bahwa Lari Siang Gembira Bersama Bersenjata ini bertujuan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran fisik karena cuaca yang tidak menentu saat ini dan menumbuhkan kembali naluri tempur Prajurit Lanal Nias sebagai Prajurit TNI AL dengan semboyan “Solimbu Asi Sataro” (Pengawal dan Pelindung Laut Perkasa).

Kegiatan dimulai dengan pemanasan, senam senjata, dilanjutkan dengan Lari Siang Gembira Bersenjata dengan titik start dari Mako Lanal Nias menuju Jalan Baru – Jalan Jendral Ahmad Yani – Jalan Diponegoro – Jalan Saonigeho – Jalan Baloho Indah, selanjutnya kembali ke Mako Lanal Nias dilanjutkan dengan pendinginan.

(Pen Lanal Nias)

Continue Reading

Trending