Connect with us

TNI / Polri

Water Security: Universitas Pertahanan RI Gelar Seminar Internasional Teknologi Ketahanan Air

Published

on

Universitas Pertahanan bekerja sama dengan Indonesia Business Post Media mengadakan Water Security Seminar – Technology For Indonesia, dalam rangka menjawab ancaman krisis air di Indonesia. Seminar dan pameran tersebut dilaksanakan pada tanggal 22 September 2023 dengan menghadirkan pembicara Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto, Rektor Unhan RI : Letnan Jenderal TNI Jonni Mahroza, Ph.D., para pakar air internasional, dan mendatangkan lebih dari 15 perusahaan dalam dan luar negeri yang memiliki teknologi terbaru dan tercanggih dalam konservasi dan ketahanan air.

Rektor Unhan RI : Letnan Jenderal TNI Jonni Mahroza, Ph.D. mengatakan tujuan dilaksanakan acara ini adalah untuk memperluas wawasan dan mendapatkan solusi tercapainya ketahanan sumber daya air dengan menggunakan teknologi paling mutakhir yang sesuai dengan kondisi alam Indonesia guna pertahanan negara yang kuat.

Mahroza mengatakan seminar dan pameran terkait Water Security Technology ini merupakan realisasi dari permintaan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto kepada Universitas Pertahanan untuk meneliti dan mengembangkan teknologi sumber daya air guna mengatasi krisis air di Indonesia.”Kegiatan seminar ini sebagai tindak lanjut dari seruan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kepada Universitas Pertahanan RI pada 20 September 2022 untuk meneliti teknologi sumber air untuk mengatasi krisis air di Indonesia,” ujarnya pada Kamis 21 September 2023.

Annelis Putri, pendiri dan direktur media Indonesia Business Post, mengatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan UNHAN RI mengundang lebih dari 15 perusahaan dan pakar teknologi ketahanan air, baik dari dalam maupun luar negeri. Annelis menekankan bahwa pilihan perusahaan-perusahaan ini didasarkan pada harapan Menteri Pertahanan RI dan Rektor UNHAN RI bahwa teknologi mereka dapat mendukung revolusi manajemen air dan ketahanan air Indonesia.

Water Security sendiri adalah kemampuan untuk memastikan akses yang berkelanjutan terhadap air bersih yang cukup untuk kehidupan yang baik, pembangunan ekonomi, dan perlindungan lingkungan. Ini juga mencakup cara menjaga agar air tetap bersih, perlindungan terhadap polusi air dan bencana terkait air, serta pelestarian ekosistem.

Ketahanan Air (Water Security) dan Pertahanan RI

Krisis air bersih menjadi salah satu ancaman paling nyata yang akan dihadapi Indonesia dan negara-negara lain di seluruh dunia. Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), diproyeksikan bahwa pada tahun 2025, seluruh bumi akan mengalami krisis air. PBB juga memperkirakan pada tahun 2030, kebutuhan air tawar global akan meningkat sekitar 40 persen lebih tinggi daripada ketersediaannya saat ini, sebagai akibat dari perubahan iklim, aktivitas manusia, dan pertumbuhan penduduk. Setelah Cape Town yang beberapa waktu lalu mengalami krisis air bersih, sebelas kota lain yang juga terancam mengalami hal yang sama yaitu Sao Paulo, Bangalore, Beijing, Kairo, Jakarta, Moskwa, Istanbul, Mexico City, London, Tokyo, dan Miami.

Menurut Mahroza, kondisi water security di Indonesia saat ini sedang menuju ke krisis air, ditandai dengan terjadinya kekeringan di Nusa Tenggara (NTT, NTB), Maluku, Jawa (Gunung Kidul), dan terjadinya banjir di DKI, Bandung dan beberapa kota lainnya sebagai dampak dari perubahan iklim.

Dampak dari perubahan iklim ini disebabkan oleh pencemaran lingkungan, terutama pencemaran udara oleh CO2, NO3, dan HSO2, yang berkontribusi pada efek rumah kaca dan hujan asam. Efek rumah kaca memiliki dampak yang signifikan pada peningkatan suhu global, termasuk suhu perairan laut. Peningkatan suhu laut ini telah memicu fenomena seperti badai El Nino dan La Nina, yang mengakibatkan timbulnya spot-spot daerah yang terlalu basah dan terlalu kering.

Daerah yang terlalu basah mengakibatkan curah hujan yang tinggi dan banjir, sedangkan daerah yang terlalu kering menyebabkan kekeringan dan kekurangan air. Dampak ini memiliki efek sistemik yang berpengaruh pada aspek pertahanan dan keamanan negara, seperti penurunan ketersediaan air bersih, penurunan produktivitas pangan, pertanian dan industri, bencana alam, serta dampak lainnya yang dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Untuk memberikan gambaran yang lebih rinci, dampak tersebut dapat diilustrasikan sebagai berikut:

A. Polutan karbon dioksida, metana, dan nitrogen oksida yang mencemari udara, telah mengalami peningkatan yang signifikan, meningkatkan efek rumah kaca.
B. Sekitar 90%, dari energi yang tertahan dalam sistem bumi oleh gas rumah kaca diserap oleh lautan, kemudian menghangat, mengakibatkan kenaikan permukaan laut.
C. Perubahan yang mencolok dalam suhu air laut telah menginduksi munculnya badai La Nina dan gelombang panas.
D. Peningkatan dalam pemanasan global tersebut menghasilkan perubahan besar dalam suhu dan curah hujan rata-rata di tingkat regional.
E. Badai seperti La Nina, El Nino, dan gelombang panas menyebabkan kekeringan di beberapa wilayah dan menyebabkan banjir di wilayah lainnya.
F. Ditambah, perubahan iklim global juga berdampak pada perubahan iklim di Indonesia.
G. Perubahan iklim tersebut berdampak pada ketersediaan air bersih, penurunan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan, bahkan menyebabkan terjadinya bencana alam.

Pentingnya Ketahanan Air: Krisis Air Melemahkan Masyarakat, Menimbulkan Kerugian Ekonomi, dan Memicu Perang antar Negara

Perubahan iklim dan krisis air ini memerlukan penanganan yang efektif untuk memitigasi dampak negatif yang timbul. Salah satunya dan terutama adalah dengan meningkatkan ketahanan air di seluruh Indonesia. Saat ini, penurunan ketersediaan air yang merata diperkirakan akan terjadi di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara selama periode proyeksi 2020-2045. Pada tahun 2024, tercatat penurunan rata-rata ketersediaan air sebesar 439,21 m3 per kapita per tahun di Pulau Jawa dan 1.098,08 m3 per kapita per tahun di Nusa Tenggara. Dampak ekonomi negatif di sektor ini diperkirakan mencapai 27,9 Triliun Rupiah.

Ketahanan air juga diharapkan dapat menghadapi tantangan penurunan ketahanan pangan di Indonesia, seperti produksi padi yang diproyeksikan turun lebih dari 25% (2020-2045) di berbagai Provinsi seperti Kalimantan Utara, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara. Di Pulau Jawa dan Sumatera, yang merupakan pusat produksi beras, juga diperkirakan mengalami penurunan sebesar 10% hingga 17,5%. Meningkatkan ketahanan air dapat membantu pertanian, termasuk produksi padi, mengatasi tantangan perubahan iklim dan menjaga ketahanan pangan di Indonesia. Hal ini juga sangat penting untuk mengurangi dampak ekonomi negatif yang diperkirakan mencapai 77,9 Triliun Rupiah akibat penurunan produksi padi yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Selain itu, perubahan suhu dan pola hujan juga meningkatkan populasi vektor penyakit seperti DBD, malaria, dan pneumonia. Proyeksi potensi kerugian ekonomi di sektor kesehatan akibat DBD saja diperkirakan mencapai 31,3 Triliun Rupiah dari 2020 hingga 2024.

Berdasarkan hal-hal di atas, dapat disimpulkan bahwa perubahan iklim memiliki dampak serius pada ketahanan sumber daya air. Oleh karena itu, tindakan mitigasi yang tepat diperlukan untuk memperkuat ketahanan air negara dan mencegah kerugian negara yang lebih besar. Karena itu, diskusi mengenai Water Security menjadi sangat penting karena peran ketahanan air yang sangat vital dalam konteks supply chain berkelanjutan, demi menjaga kelangsungan hidup Bangsa dan Negara Indonesia.

Kehidupan manusia dan segala makhluk hidup, ketahanan pangan, ketahanan kesehatan, industri dan lain-lain adalah aspek yang tidak dapat terlepas dari ketahanan sumber daya air. “Krisis air ke depan dapat memicu perang antar negara, hal ini disebabkan nilai vital air yang mempengaruhi segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Mahroza.

Penandatanganan MoU dengan Perusahaan Prancis dan Swedia
Dalam rangka mengantisipasi krisis air yang akan datang, Universitas pertahanan RI bekerjasama dengan berbagai institusi dan perusahaan dalam dan luar negeri untuk mengembangkan ketahanan air di Indonesia. Dalam kesempatan ini, Universitas Pertahanan RI yang diwakilkan oleh Rektor Unhan RI : Letnan Jenderal TNI Jonni Mahroza, Ph.D. melakukan penandatangan MoU dengan tiga perusahaan asal Perancis dan Swedia, disaksikan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto. Ketiga perusahaan tersebut adalah Osmosun dan Ellipse Projects dari Perancis, dan Blue Water dari Swedia.
❖ Program Akses Air untuk Pulau-Pulau Terpencil: Osmosun perusahaan asal Perancis, memiliki teknologi yang menggunakan energi surya sebagai sumber daya utama untuk proses desalinasi air. Osmosun akan bekerjasama dengan Universitas Pertahanan RI dalam melaksanakan program akses air untuk pulau-pulau terpencil, daerah yang sulit mendapatkan pasokan air bersih, serta komunitas yang tidak memiliki akses mudah ke sumber air tawar di Indonesia.
❖ Pengembangan Ketahanan Air di Daerah Bencana: Blue Water perusahaan asal Swedia memiliki solusi air darurat yang dirancang khusus untuk situasi darurat seperti gempa bumi, banjir, kebakaran, atau konflik yang mengancam nyawa. Blue Water menandatangani MoU dengan Universitas Pertahanan RI untuk menjalin kerja sama guna meningkatkan akses terhadap air bagi masyarakat Indonesia di daerah yang terkena dampak bencana atau konflik. Solusi ini memungkinkan tim tanggap darurat untuk dengan cepat mendapatkan akses ke air bersih yang murni, bahkan dari sumber air yang sangat tercemar.
❖ Penelitian Digital Ketahanan Air: Ellipse projects perusahaan asal Perancis, juga menandatangani MoU dengan Universitas Pertahanan RI untuk melakukan program penelitian digital bersama ketahanan air.

Perusahaan Indonesia Gapura Liqua Solutions, PAM Jaya MOYA Indonesia juga turut berpartisipasi memamerkan teknologi dan keahlian mereka yang menawarkan teknologi pemurnian air yang canggih untuk memastikan pasokan air bersih yang berkualitas. Selain perusahaan diatas, hadir lebih dari 10 perusahaan di bidang sumber daya air dari dalam dan luar negeri, seperti Danone Indonesia, Gapura Liqua Solutions dan Yayasan Obor Tani dari Indonesia, Imhotep Industries dari Austria, Wilo dari German, dan juga Via-Marina dari Perancis.

Acara ini juga diramaikan oleh para panelis pakar ketahanan air seperti Firdaus Ali, Staf ahli Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Ali Berawi, Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), dan Arief Nasrudin selaku Presiden Direktur PAM JAYA.

Continue Reading

TNI / Polri

Situasi Matraman dan Jalan Tambak Kondusif, Polda Metro Jaya Tangani Dua Perkara Secara Profesional

Published

on

By

Jakarta – Situasi di kawasan Matraman dan Jalan Tambak, Jakarta Pusat, saat ini telah aman, terkendali, dan kondusif. Aktivitas masyarakat serta kegiatan perekonomian di sekitar lokasi kembali berjalan normal, termasuk aktivitas para pedagang dan pelaku UMKM.

Sebanyak 188 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk melakukan pengamanan dan pemantauan di sejumlah titik. Personel melaksanakan patroli, pengaturan akses, negosiasi, serta langkah-langkah persuasif untuk mencegah terjadinya keributan lanjutan.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto pada _doorstop_ di lokasi kejadian mengatakan, pengamanan tetap dilakukan untuk mengantisipasi tindakan balasan maupun gangguan keamanan lainnya.

“Petugas tetap bersiaga dan melakukan pemantauan. Kami mengedepankan pendekatan persuasif agar situasi tetap aman dan masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan tenang,” kata Kombes Pol Budi.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, rangkaian peristiwa bermula ketika seorang pengendara sepeda motor ditegur karena menggeber kendaraannya. Pengendara tersebut kemudian diduga kembali bersama beberapa orang. Karena pihak yang dicari tidak ditemukan, terjadi perselisihan yang berujung pada dugaan perusakan gerobak milik warga di Matraman.

“Dalam perkara dugaan perusakan, penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah memeriksa delapan saksi dan menetapkan empat orang sebagai tersangka, yaitu GNA, AJL, FAM, dan ELL. Keempatnya telah diamankan untuk menjalani proses hukum,” jelasnya.

Penetapan tersangka didasarkan pada keterangan para saksi, rekaman kamera pengawas, dan alat bukti lainnya. Polisi juga mengamankan satu gerobak nasi uduk, satu DVR CCTV, dua sepeda motor, serta pakaian yang diduga digunakan saat kejadian.

Setelah peristiwa tersebut, terjadi dugaan pengeroyokan di Jalan Tambak yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Seorang lainnya berinisial D mengalami luka dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Polda Metro Jaya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang ditinggalkan.

Perkara dugaan pengeroyokan ditangani oleh penyidik Polres Metro Jakarta Pusat, sedangkan penahanan para tersangka dititipkan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, penyidik terus mendalami rangkaian kejadian dan keterlibatan setiap pihak.

“Penyidik telah memeriksa delapan saksi dan menetapkan tiga orang berinisial SK, AS, dan OR sebagai tersangka. Ketiganya telah diamankan, sementara kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat masih terus didalami,” kata AKBP Roby.

Kepolisian memastikan kedua perkara tersebut ditangani secara profesional berdasarkan fakta dan alat bukti. Setiap pihak yang terbukti melakukan tindak pidana akan diproses sesuai peran dan ketentuan hukum yang berlaku.

Para pihak yang berperkara telah menyerahkan dan mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara tersebut kepada Polda Metro Jaya. Masyarakat diimbau tetap menjaga situasi kondusif, menahan diri, tidak melakukan tindakan balasan, serta tidak terprovokasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, khususnya narasi bernuansa SARA yang dapat memperkeruh keadaan.

Continue Reading

TNI / Polri

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Ditutup, 124.276 Pengunjung Ramaikan Kegiatan Selama Lima Hari

Published

on

By

Jakarta – Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 resmi ditutup di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (25/7/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74.

Penutupan dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Bhayangkari Martha Dedi Prasetyo. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan dengan baik dan lancar.

“Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 secara resmi ditutup,” ujar Martha.

Acara penutupan dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Umum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri, Wakapolda Metro Jaya, para pejabat utama Polda Metro Jaya, serta para Kapolres jajaran Polda Metro Jaya.

Turut hadir Ketua Pengurus Pusat Yayasan Kemala Bhayangkari, Ketua Panitia Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74 Tahun 2026 Yuli Ramdhani Hidayah, para Ketua Bhayangkari Gabungan 01 sampai 06, Ketua Bhayangkari Cabang Berdiri Sendiri, serta Ketua Bhayangkari Daerah se-Indonesia.

Ketua Panitia Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026, Ny. Yayas Syahardiantono, mengatakan kegiatan tersebut mengusung tema “Nusantara Berdaya, Bhayangkari Berkarya” dan diselenggarakan sejak 21 hingga 25 Juli 2026.

Menurutnya, penyelenggaraan bazar tahun ini menunjukkan perkembangan yang semakin baik. Hal tersebut terlihat dari bertambahnya jumlah stan, meningkatnya kualitas dan keragaman produk, serta tingginya antusiasme masyarakat selama kegiatan berlangsung.

“Sejak hari pertama hingga hari terakhir, kita telah menyaksikan bagaimana produk-produk UMKM menjadi salah satu pilar penting dalam menggerakkan roda perekonomian bangsa,” kata Yayas dalam laporan kegiatan.

Pada penyelenggaraan kelima tahun ini, Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara untuk pertama kalinya menempati Hall A, Hall B, dan Cendrawasih JCC. Sebanyak 727 stan ikut berpartisipasi dengan menampilkan berbagai produk unggulan dari pelaku UMKM Bhayangkari maupun masyarakat umum.

Produk yang ditampilkan meliputi batik, tenun, songket, ulos, kebaya, tas, aksesori, perhiasan, kain tradisional, kerajinan daerah, produk rumah tangga, kosmetik, serta berbagai kuliner dan minuman khas Nusantara.

Hingga malam penutupan, jumlah pengunjung tercatat mencapai 124.276 orang. Tingginya kunjungan tersebut menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap produk lokal dan karya para pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.

Yayas menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum Bhayangkari, para peserta, pelaku UMKM, panitia, personel Polri, sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia berharap Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara dapat terus menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan kreativitas dan daya saing.

Penutupan bazar menjadi puncak rangkaian kegiatan yang menegaskan komitmen Bhayangkari bersama Polri dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, pengembangan produk lokal, serta pertumbuhan UMKM di Indonesia.

Continue Reading

TNI / Polri

Perkuat Sinergi Lintas Sektor, SPN Polda Kaltim Gandeng Pemerintah, Akademisi, OJK, dan Tokoh Daerah Wujudkan Cyber Resilient Community

Published

on

By

Kukar – Komitmen membangun masyarakat yang memiliki ketahanan terhadap berbagai ancaman kejahatan siber terus diperkuat oleh Sekolah Polisi Negara Polda Kalimantan Timur melalui pengembangan Program Cyber Resilient Community (CRC). Program yang diinisiasi Kepala SPN Polda Kaltim Kombes Pol Pepen Supena Wijaya, S.I.K., tersebut mendapat respons positif sekaligus dukungan luas dari berbagai instansi pemerintah, lembaga legislatif, regulator, dunia akademik, hingga tokoh masyarakat di Kalimantan Timur.

Sebagai langkah memperluas implementasi program, Kepala SPN Polda Kaltim melaksanakan serangkaian kegiatan silaturahmi, audiensi, dan studi banding dengan sejumlah stakeholder strategis, di antaranya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Timur, serta sejumlah tokoh daerah seperti Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Sultan H. Adji Muhammad Arifin, dan jajaran Kelurahan Damai Bahagia Kota Balikpapan.

Dalam berbagai pertemuan tersebut, Kombes Pol Pepen menyampaikan bahwa Program Cyber Resilient Community merupakan inovasi yang dirancang untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, memperkuat kesadaran terhadap keamanan siber, serta membangun kemampuan masyarakat dalam mengenali, mencegah, dan merespons berbagai bentuk kejahatan digital, termasuk penipuan serta tindak kejahatan finansial berbasis teknologi.

Menurutnya, keberhasilan membangun ketahanan siber tidak dapat dilakukan oleh institusi kepolisian semata, tetapi membutuhkan kolaborasi aktif seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, regulator, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Cyber Resilient Community merupakan gerakan bersama yang bertujuan membangun budaya sadar keamanan siber di tengah masyarakat. Dengan keterlibatan seluruh stakeholder, kami optimistis masyarakat akan semakin siap menghadapi tantangan di era digital,” ungkapnya.

Dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara maupun DPRD Provinsi Kalimantan Timur menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas literasi digital masyarakat. Kedua institusi tersebut menilai Program CRC sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari berbagai ancaman di ruang siber.

Di sisi lain, kolaborasi dengan Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan, dan OJK Provinsi Kalimantan Timur diharapkan mampu memperkaya implementasi program melalui dukungan riset, pengembangan materi edukasi, pelatihan, pengabdian kepada masyarakat, hingga peningkatan pemahaman terkait keamanan transaksi digital dan perlindungan sektor jasa keuangan.

Sementara itu, dukungan dari para tokoh daerah dinilai menjadi modal sosial yang sangat penting dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Kehadiran para tokoh diharapkan mampu menggerakkan partisipasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan digital serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber yang terus berkembang.

Ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor yang dibangun SPN Polda Kaltim merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan keamanan di era transformasi digital.

“Keamanan siber saat ini menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, lembaga legislatif, dunia pendidikan, regulator, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen bangsa menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap ancaman kejahatan digital,” ujar Kombes Pol Tedy.

Ia menambahkan, Program Cyber Resilient Community bukan sekadar program edukasi, melainkan gerakan kolaboratif yang bertujuan membangun budaya sadar keamanan siber secara berkelanjutan di tengah masyarakat.

“Melalui kolaborasi yang terus diperkuat ini, kami berharap Program Cyber Resilient Community mampu menjadi model penguatan ketahanan siber masyarakat yang dapat diterapkan secara luas. Semakin tinggi literasi digital masyarakat, maka semakin kuat pula kemampuan kita dalam mencegah berbagai bentuk kejahatan siber dan mewujudkan ruang digital yang aman, produktif, serta mendukung pembangunan nasional,” tuturnya.

Continue Reading

Trending