Connect with us

nasional

Wamenaker Afriansyah Noor Dimandati Ketua Dewan Pelindung KERIS, dr Ali Mahsun ATMO: Perluas Sinergi Kolaborasi

Published

on

JAKARTA, – Wamenaker, Ir. Afriansyah Noor, ST, MSi, IPU mendapat mandat sebagai Ketua Dewan Pelindung Komite Ekonomi Rakyat Indonesia (KERIS). Penyerahan SK Pengangkatan dan Penyematan Baju Seragam KERIS langsung oleh Ketua Umum, dr Ali Mahsun ATMO M Biomed disaksikan Ketua Dewan Kehormatan Kawulo Alit Indonesia (KAI), Dra Hj Sofiatun Gudono, SE, MSi AKT, mertua Kaesang Jokowi dan Sekretaris Dewan Pekindung KERIS, Muslimin Tanja, Para Pimpinan Organisasi Ekonomi Rakyat, Abang Bakso, dan Yatim Piatu di PG Center’s Jakarta, Sabtu, 23 Maret 2024.

 

“Dengan mengucap Bismilaahirrahmaanirrahiim, selaku Ketua Umum KERIS kami amanahkan kepada Bapak Afriansyah Noor sebagai Ketua Dewan Pelindung KERIS, yang hingga saat ini. beranggotakan 125 organisasi usaha dan ekonomi rakyat,” ucap Ketua Umum KERIS, dr Ali Mahsun ATMO M Biomed, Sabtu 23 Maret 2024 di PG Center’s Jakarta.

 

Pada kesempatan yang sama, Wamenaker RI, Afriansyah Noor memotong Tumpeng Nusantara dan menyerahkan santuan anak yatim piatu. Dan Ketua Dewan Kehormatan KAI, Sofiatun Gudono memanjatkan doa untuk keselamatan rakyat bangsa dan negara, serta kesuksesan para pemimpinan bangsa khususnya Presiden Jokowi dan Wapres Makruf Amin, serta Presuden Prabowo dan Wapres Gibran.

 

Dokter ahli kekebalan tubuh yang juga Ketua Umum APKLi Perjuangan, Ali Mahsun ATMO lebih lanjut mengutarakan, kedepan pelaku ekonomi rakyat UMKM yang jumlahnya 65,4 juta ini harus jadi driver pertumbuhan ekonomi nasional 7-8%, serta sebagai kunci sukses Indonesia jemput puncak bonus demografi 2030 dan transformasi jadi negara maju 2045. Dimana saat ini sudah sumbangkan 61% PDB nasional dan 97% lapangan kerja. Tak ada pilihan lain kecuali negara hadir totalitas berpihak ke ekonomi rakyat.

 

Sementara, Afriansyah Noor sebagai Wamenker, mengajak semua masyarakat mendukung program pemerintah mensukseskan Indonesia jemput puncak bonus demografi tahun 2030, serta wujudkan Indonesia Emas 2045. Karena tak banyak waktu untuk menjadi negara maju. Semua pihak harus bersatu dan mendukung negeri ini jadi negara maju.

 

Lebih lanjut Wamenaker menyampaikan, banyak program Kemnaker yang bisa dimaksimalkan untuk majukan ekonomi rakyat UMKM. Ada BLK Komunitas, TKM (Tenaga Kerja Mandiri), Padat Karya, Pelatihan Kewurausahaan, Pengiriman tenaga kerja ke luar negeri dan program lainnya. Dan Kemnaker siap lakukan sinergi dan kolaborasi dengan KERIS yang punya anggota 125 organisasi ekonomi rakyat. Bahkan tokoh nasional kelahiran Jambi ini berharap KERIS jadi mitra sejajar dan support system Pemerintahan Prabowo Gibran untuk ekonomi rakyat UMKM lima tahun ke depan.

 

Bismillaah, Saya terima dengan ikhlas amanah Ketua Dewan Pelindung KERIS, walau berat namun saya akan sekuat tenaga dan daya berbuat maksimal untuk kemajuan dan keunggulan ekonomi rakyat Indonesia. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada Ketua Umum KERIS (sahabat saya sejak 2005) atas kepercayaanya, pungkas lelaki keturunan Kerajaan Pagaruyung (Didirikan Aditiawarman, Putra Raden Wijaya Raja I Majapahit).

 

Disamping Mertua Kaesang Jokowi dan Sekretaris Dewan Pelindung KERIS, Muslimin Tanja, juga hadir para pimpinan organisasi usaha dan ekonomi rakyat. Diantaranya, Ketua Umum APPSINDO, Hasan Basri, Ketua Umum AP3MI, Dedi Hartono, Wakil Ketua Dewan Pembina APPSI, Ngadiran, Ketua Umum AMTI, I Ketut Budyman, Ketua LPKKI Megy Aidilova, Ketua Umum FSMN, Rhomdhoni, Ketua Umum Dumas Ojol Indonesia, Sunarto, Ketua Umum Asosiasi Soto Lamongan, Cak Heri, Ketua Umum HIPWIN, Rojikin Manggala, Ketua Umum Komunitas Seniman Indonesia, Eko Handoyo, Presiden FABEM Zainuddin Arsyad, Sekjend GBN Abdul Aziz, Sekretaris Primnaskop GSN Hamid Syamsudin, Ketua DPP APKLI-P Satiri, Ketua Panitia KAI Suharto, serta jajaran pimpinan teras PKRI, Forbis Jateng, IKJKI, TKBM, PTKI, Primnaskop Bintang Lima Indonesia, LO2D, serta pimpinan organisasi lainnya.

 

Juga dihadiri jajaran se-DKI Jakarta dan Jawa Barat. Lebih dari itu, hadir dari Kalimantan Timur (Rosi Ibrahim), Jawa Tengah (Fahmi Dzulfiadi), Banten (Desman Ariando), serta Direktut Utama PT Diva Utama Logistik (Ernawati Ratna).

Continue Reading

nasional

23 Ormas se-DKI Deklarasi Damai, Sepakat Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Published

on

By

JAKARTA – Sebanyak 23 organisasi kemasyarakatan (ormas) kedaerahan dan nasional se-DKI Jakarta menyatakan komitmen bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas Ibu Kota. Komitmen tersebut ditegaskan melalui silaturahmi dan deklarasi aksi damai yang digelar di Batik Kuring, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi para pimpinan ormas untuk memperkuat komunikasi, menyatukan persepsi, sekaligus membangun kesepahaman dalam menghadapi berbagai dinamika dan isu yang berkembang di Jakarta.

Perwakilan pimpinan ormas dari KBPP Polri, Prasetyo, mengatakan komunikasi antarpimpinan organisasi menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah potensi konflik serta menyelesaikan persoalan melalui dialog.

“Hari ini kami para ketua ormas se-Jakarta berkumpul untuk bersilaturahmi dan menyatukan persepsi melihat perkembangan isu di Jakarta. Apapun yang terjadi, kita deteksi, kita ngopi, dan kita selesaikan dengan baik,” ujar Prasetyo.

Menurut dia, Jakarta memiliki posisi strategis sebagai Ibu Kota sehingga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut dapat memberikan dampak lebih luas secara nasional.

“Sebagai ibu kota negara, Jakarta harus tetap aman dan damai karena dampak yang terjadi di sini akan dirasakan secara nasional,” katanya.

Pimpinan ormas yang hadir juga menilai silaturahmi rutin antarkelompok menjadi sarana efektif untuk membangun kedekatan sekaligus mencegah terjadinya gesekan di lapangan.

“Dengan seringnya kita berkumpul dan bersilaturahmi, kita bisa saling akrab dan membangun komunikasi yang baik. Dengan begitu, potensi gesekan antar-ormas dapat kita hindari, dan tujuan bersama menjaga Jakarta agar tetap aman, tenteram, dan nyaman bisa terwujud,” ujarnya.

Kegiatan yang diprakarsai melalui kebersamaan para pimpinan ormas tersebut diikuti 23 organisasi dari berbagai elemen kedaerahan dan kebangsaan.

Sejumlah ormas yang hadir antara lain KBPP Polri, Pemuda Pancasila, Laskar Merah Putih, Forkabi, Timor Indonesia Bersatu, Kembang Latar, AMPG, Senkom Mitra Polri, KBR, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan lainnya.

Para pimpinan ormas yang hadir sepakat menjadikan komunikasi dan dialog sebagai instrumen utama dalam menyikapi berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu stabilitas Jakarta.

Mereka juga menegaskan komitmen untuk tetap solid, kompak, dan bersinergi dengan pemerintah, aparat keamanan, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan kedamaian di DKI Jakarta.

Deklarasi damai tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa keberagaman organisasi kemasyarakatan di Jakarta dapat menjadi kekuatan bersama untuk menciptakan suasana Ibu Kota yang aman, tenteram, nyaman, dan kondusif.

Continue Reading

nasional

APKIDA Meet & Greet 2026 Bahas Hilirisasi, Liquid CO2, dan Inovasi untuk Masa Depan Industri Kimia Indonesia

Published

on

By

Jakarta – Association of Indonesian Basic Inorganic Chemical Producers (APKIDA) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat daya saing industri kimia nasional melalui penyelenggaraan APKIDA Meet & Greet 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Chemical Indonesia 2026 di Hall C3, JIEXPO Kemayoran, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan seminar, diskusi, dan sesi berbagi pengalaman antaranggota industri dengan mengusung semangat kolaborasi, inovasi, dan hilirisasi produk kimia.

Chairman APKIDA yang juga Direktur PT Timuraya Tunggal, Halim Chandra, mengatakan forum tahunan tersebut menjadi wadah bagi para anggota asosiasi untuk saling berbagi pengetahuan mengenai perkembangan teknologi, aplikasi produk kimia, serta peluang pengembangan industri yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

“Melalui APKIDA Meet & Greet, kami mengundang anggota untuk saling berbagi pengalaman sekaligus menghadirkan narasumber dari berbagai perusahaan agar memperkenalkan inovasi dan aplikasi produk kimia yang masih belum banyak dikenal di Indonesia,” ujar Halim Chandra usai acara.

Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam forum kali ini adalah paparan Mangara T. Marpaung dari PT Kaltim Parna Industri mengenai Application of Liquid CO2 Products. Menurut Halim, pemanfaatan Liquid CO2 merupakan contoh inovasi yang sudah berkembang di berbagai negara, namun masih belum banyak dimanfaatkan oleh pelaku industri di Indonesia.

Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan produk-produk kimia bernilai tambah tinggi. Selama ini masih banyak bahan baku yang diekspor, kemudian diolah menjadi produk premium di luar negeri sebelum kembali masuk ke pasar Indonesia dengan nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi.

“Indonesia sebenarnya memiliki banyak potensi produk kimia yang bisa dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Kita tidak boleh terus-menerus hanya menjual bahan baku, sementara negara lain menikmati nilai tambah dari proses hilirisasi tersebut,” katanya.

Halim menjelaskan, APKIDA tidak hanya berperan sebagai organisasi industri, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara pelaku usaha dengan pemerintah. Berbagai aspirasi, tantangan, serta masukan dari anggota dihimpun oleh asosiasi untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan regulasi industri.

“Asosiasi mewakili kepentingan industri, bukan hanya satu perusahaan. Kami mengumpulkan berbagai masukan dari pelaku usaha agar regulasi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.

Selain menjadi wadah penyampaian aspirasi, APKIDA juga terus mendorong edukasi kepada para pengguna bahan kimia mengenai teknologi dan aplikasi terbaru agar industri nasional mampu mengikuti perkembangan global serta meningkatkan daya saing.

Menurut Halim, kondisi ekonomi dunia yang dinamis, fluktuasi harga energi, dan gangguan pasokan bahan baku menuntut industri kimia Indonesia untuk semakin kreatif dan inovatif. Karena itu, kolaborasi antarpelaku industri menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

“Melalui forum seperti ini kami berharap semakin banyak pelaku industri yang saling bertemu, bertukar pengalaman, membangun kolaborasi, dan bersama-sama mencari solusi. Dengan inovasi dan sinergi yang kuat, industri kimia Indonesia akan semakin siap menghadapi tantangan global sekaligus menciptakan produk-produk bernilai tambah tinggi,” tutup Halim Chandra.

APKIDA Meet & Greet 2026 menghadirkan berbagai sesi seminar yang membahas prospek industri kimia dasar, pemanfaatan Liquid CO2, teknologi hidrogen peroksida, pengolahan air, hingga inovasi bahan kimia berkelanjutan. Forum ini menjadi ajang strategis untuk mempertemukan pelaku industri, akademisi, dan pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri kimia nasional yang lebih kompetitif dan berkelanjutan

Continue Reading

nasional

Mahindra merupakan produsen traktor terbesar di dunia berdasarkan volume produksi, dengan pengalaman lebih dari 80 tahun dalam mendukung sektor pertanian globa

Published

on

By

Jakarta, 28 Juli 2026 – Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh luasnya lahan, tetapi juga oleh kemampuan petani menghasilkan lebih banyak dengan lebih efisien. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan nasional dan tantangan keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian, mekanisasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing pertanian Indonesia.

Menjawab kebutuhan tersebut, Mahindra Farm Equipment (FE) melalui RMA Indonesia meluncurkan Mahindra OJA 3140 pada ajang Inagritech 2026, sebuah traktor kompak bertenaga 40 HP yang dirancang untuk membantu petani bekerja lebih cepat, lebih efisien, dan lebih produktif dalam berbagai aktivitas pertanian, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman, hingga kebutuhan logistik di area pertanian.

Peluncuran ini menegaskan komitmen Mahindra RMA Indonesia dalam mendukung transformasi sektor pertanian Indonesia. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Produk Domestik Bruto (PDB) Triwulan I-2026, sektor pertanian berkontribusi 12,67% terhadap perekonomian nasional, menjadikannya salah satu sektor strategis yang memerlukan dukungan teknologi dan mekanisasi agar mampu menjawab tantangan masa depan.

Toto Suharto, Country Manager Indonesia, RMA Indonesia, mengatakan:

“Ketahanan pangan tidak hanya membutuhkan kerja keras, tetapi juga teknologi yang tepat. Kami percaya mekanisasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan untuk membantu petani meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan usaha tani. Melalui Mahindra OJA 3140, kami ingin menghadirkan solusi yang benar-benar relevan dengan kebutuhan petani Indonesia.”

Mahindra OJA 3140 dibekali mesin 29,5 kW (40 HP), transmisi “Synchro shuttle” dengan 8 percepatan maju dan 8 percepatan mundur, sistem penggerak 4WD, dengan jarak titik terendah (Ground clearance) 370 mm, serta kapasitas angkat hingga 950 kg. Unit ini juga dipadukan dengan Implement rotavator Mahindra Paddyvator V6 dengan lebar kerja 170 mm. Kombinasi tersebut memberikan tenaga, traksi, dan presisi yang dibutuhkan untuk berbagai kondisi lahan dan implement pertanian, sekaligus tetap menawarkan efisiensi bahan bakar serta kemudahan pengoperasian.

Continue Reading

Trending