Connect with us

Metro

PENGAJIAN RUTIN AHAD MALAM SENIN DI PONDOK PESANTREN AL-KHAFI

Published

on

Kulon Progo,Ahad, 19 April 2026, karyapost.com.Pengajian Penuh Hikmah, Jamaah Diajak Meneladani Kesabaran Rasulullah ﷺ

Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti kegiatan pengajian yang dihadiri oleh masyarakat dengan penuh antusias. Sejak awal acara, nuansa religius terasa kuat ketika seluruh jamaah bersama-sama melantunkan doa Asmaul Husna, memohon keberkahan, ketenangan hati, serta limpahan rahmat dari Allah SWT.

Kegiatan yang berlangsung tertib dan penuh adab Islami ini menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan umat. Para jamaah tampak khidmat mengikuti setiap rangkaian acara, mencerminkan semangat untuk menimba ilmu dan memperbaiki diri.

Memasuki sesi inti, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Romadhon, pengasuh Pondok Pesantren Al Kahfi, Pandowan, Galur, Kulon Progo. Dengan gaya penyampaian yang santun, penuh kelembutan, dan mudah dipahami, beliau mengangkat tema tentang kesabaran Nabi Muhammad ﷺ sebagai teladan utama dalam kehidupan seorang muslim.

Dalam uraian tausiyahnya, Ustadz Romadhon menjelaskan bahwa kisah-kisah para sahabat banyak merekam betapa agungnya akhlak Rasulullah ﷺ,

khususnya dalam menghadapi berbagai ujian, perlakuan kasar, hingga tindakan yang menyakiti secara fisik maupun batin. Namun demikian, Rasulullah senantiasa membalasnya dengan kesabaran, kasih sayang, dan doa kebaikan.

Salah satu kisah yang disampaikan adalah riwayat dari Anas bin Malik رضي الله عنه, yang selama bertahun-tahun menjadi pelayan Rasulullah ﷺ. Ia menjadi saksi hidup bahwa Nabi tidak pernah berkata kasar, tidak mencela, dan tidak memarahi orang lain, bahkan dalam kondisi yang seharusnya memancing emosi.

Dikisahkan, seorang Arab Badui pernah menarik selendang Rasulullah ﷺ dengan keras hingga meninggalkan bekas di leher beliau. Dengan nada kasar, orang tersebut meminta harta kepada Nabi. Melihat kejadian itu, para sahabat merasa geram dan ingin membalas perlakuan tersebut.

Namun Rasulullah ﷺ justru tersenyum, menunjukkan kelapangan hati, lalu memerintahkan agar orang tersebut diberikan apa yang diminta. Sikap ini menjadi gambaran nyata bahwa kelembutan mampu meredam amarah dan melunakkan hati.

Kisah lain yang tak kalah menyentuh adalah riwayat dari Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه, ketika Rasulullah ﷺ dilempari kotoran saat sedang bersujud. Dalam kondisi demikian, beliau tidak menghentikan ibadahnya, tidak pula membalas perlakuan tersebut, melainkan tetap melanjutkan sujudnya dengan penuh kesabaran dan ketundukan kepada Allah SWT.

Lebih jauh, Ustadz Romadhon mengisahkan peristiwa di Thaif, yang menjadi salah satu ujian terberat dalam perjalanan dakwah Rasulullah ﷺ.

Saat itu, beliau dilempari batu oleh penduduk hingga tubuhnya terluka dan berdarah. Malaikat penjaga gunung bahkan menawarkan untuk menghancurkan kaum tersebut. Namun dengan penuh kasih sayang, Rasulullah menolak dan justru berdoa, “Ya Allah, berilah petunjuk kepada kaumku, karena mereka tidak mengetahui.” Doa ini menunjukkan keluasan hati dan kasih sayang Nabi kepada umat manusia.

Selain itu, disampaikan pula kisah masyhur tentang seorang Arab Badui yang kencing di dalam Masjid Nabawi. Para sahabat yang melihat kejadian tersebut spontan marah dan hendak menegur dengan keras. Namun Rasulullah ﷺ dengan bijaksana melarang mereka bersikap kasar dan meminta agar orang tersebut dibiarkan menyelesaikan hajatnya terlebih dahulu.

Setelah itu, Rasulullah ﷺ memanggilnya dengan penuh kelembutan dan menjelaskan bahwa masjid adalah tempat suci untuk beribadah, berdzikir, dan membaca Al-Qur’an. Beliau tidak memarahi, melainkan memberikan pemahaman dengan cara yang santun. Kemudian beliau memerintahkan para sahabat untuk menyiram bagian yang terkena najis hingga bersih.

Sikap penuh kasih tersebut justru menyentuh hati orang Badui itu hingga ia berdoa dengan tulus. Rasulullah ﷺ pun meluruskan doanya dengan bijak, mengajarkan bahwa rahmat Allah SWT sangat luas dan diperuntukkan bagi seluruh makhluk.

Dalam penegasannya, Ustadz Romadhon menyampaikan bahwa kesabaran Rasulullah ﷺ bukan hanya sekadar menahan emosi, melainkan mencerminkan akhlak mulia yang dilandasi kasih sayang, pemaaf, serta harapan akan kebaikan bagi orang lain.

Beliau juga mengingatkan bahwa dalam berdakwah dan bermuamalah, pendekatan yang lembut dan penuh hikmah jauh lebih efektif dibandingkan dengan kekerasan. “Akhlak yang baik adalah kunci keberhasilan dalam menyampaikan kebenaran. Kelembutan mampu membuka hati, sementara kekasaran justru menutupnya,” tutur beliau.

Pengajian ini memberikan pelajaran berharga bagi seluruh jamaah bahwa kekuatan sejati seorang muslim bukan terletak pada kemampuan membalas keburukan, melainkan pada kemampuan mengendalikan diri, memaafkan, dan tetap berbuat baik dalam segala kondisi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kesabaran, kasih sayang, dan akhlak mulia yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ dapat tertanam kuat dalam kehidupan sehari-hari. Semangat untuk meneladani beliau menjadi motivasi bagi umat Islam untuk terus memperbaiki diri, mempererat persaudaraan, serta menghadirkan kedamaian di tengah masyarakat.

Dengan penuh harap, pengajian ini tidak hanya menjadi kegiatan rutin semata, tetapi juga menjadi sarana transformasi diri menuju pribadi yang lebih sabar, bijaksana, dan berakhlak mulia, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.

  • Jurnalis : Firmanda Dedi Wibowo

Continue Reading

Metro

Aidil Armi Muhammad, S.Kom., M.I.Kom. Resmi di Lantik Jadi Ketua KALUNI UNINDRA Periode 2026–2029

Published

on

By

JAKARTA, — Pengurus Keluarga Alumni Universitas Indraprasta PGRI (KALUNI UNINDRA) Periode 2026–2029 resmi dilantik dalam prosesi yang khidmat dan penuh semangat kebersamaan di Aula PGRI Unindra, Jakarta Selatan, Minggu (02/08/2026).

Acara dilanjutkan dengan Diskusi Publik yang mengusung tema “Menguatkan Peran Alumni, Mewujudkan Dampak Berkelanjutan”.​Pelantikan ini dihadiri langsung oleh pimpinan universitas dan lembaga terkait, antara lain Rektor Unindra, Wakil Rektor II, Kepala Bidang Kerja Sama Dr. Agung Zainal, Staf Database Alumni Unindra Pak Amri, serta seluruh jajaran pengurus KALUNI terpilih dan tamu undangan.

​Dalam sambutannya, Ketua KALUNI UNINDRA Periode 2026–2029, Aidil Armi Muhammad, S.Kom., M.I.Kom., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak, pimpinan kampus, dan para pengurus yang tetap meluangkan waktu di hari libur demi komitmen bersama memperkuat organisasi alumni.​

”Pertama-tama saya ingin menyampaikan terima kasih banyak kepada teman-teman pengurus KALUNI 2026–2029 yang hari ini sudah menyediakan waktunya untuk hadir.

Kemudian juga Pak Rektor, Pak Warek II, Pak Agung, dan Pak Amri yang di hari Minggu ini masih bisa bersama-sama mendampingi kita dalam prosesi pelantikan dan diskusi publik ini,” ujar Aidil.

​Fokus Utama:Database Alumni dan Dampak Nyata​Aidil menyampaikan bahwa kepengurusan baru memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) besar yang harus segera dikerjakan secara sistematis.

Salah satu prioritas utama adalah pembangunan dan pembenahan pangkalan data (database) alumni agar terkoneksi secara solid dan berkelanjutan.

​”Tentu ini menjadi PR kita bersama. Banyak PR yang harus kita kejar ke depan, salah satunya seperti yang disampaikan oleh Pak Rektor, yaitu pangkalan data (database) alumni.

Bagaimana alumni ini bisa memberi dampak positif bagi sesama alumni, serta bagaimana Unindra bisa terus tumbuh besar dan kembali pada masa kejayaannya seperti pada periode Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) beberapa tahun lalu,” jelasnya.

​Strategi Program Kerja Berbasis Aksi Nyata​Untuk menjawab tantangan tersebut, KALUNI UNINDRA telah membentuk beberapa bidang kerja yang dirancang untuk menjalankan langkah-langkah konkret, dimulai dari program-program dasar yang bernilai guna tinggi.

​”Di kepengurusan, kami sudah banyak berdiskusi terkait lini-lini kerja dari beberapa bidang yang kami bentuk.

Ini sudah mulai kami jalankan, dimulai dari hal-hal kecil, dan kita lakukan segala kegiatan yang sekiranya dapat memberikan impact nyata bagi Unindra maupun organisasi alumni,” tambahnya.

​Evaluasi dan Menguatkan Rasa Memiliki​Menutup pidatonya, Aidil mengajak seluruh alumni untuk terus memperkuat sense of belonging (rasa memiliki) terhadap KALUNI dan Universitas Indraprasta PGRI, serta menjadikan setiap tantangan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan secara berkesinambungan.

​”Meskipun pergerakan dan sosialisasi kita menghadapi berbagai dinamika, kami akan terus berusaha maksimal agar KALUNI dapat bergerak membesarkan nama Unindra secara bersama-sama. Ini menjadi momentum evaluasi bagi kita ke depan agar seluruh alumni merasa memiliki KALUNI dan Unindra,” pungkasnya.

Continue Reading

Metro

Rektor UNINDRA: Pembenahan Database Jadi Fondasi KALUNI Periode 2026–2029, Alumni Harus Perkuat Almamater

Published

on

By

JAKARTA – Rektor Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA), Prof. Dr. H. Sumaryoto, menegaskan bahwa pembenahan database alumni menjadi langkah strategis yang harus segera diwujudkan oleh jajaran Pengurus Keluarga Alumni Universitas Indraprasta PGRI (KALUNI UNINDRA) Periode 2026–2029.

Hal tersebut disampaikan Prof. Sumaryoto saat diwawancarai awak media usai Pelantikan dan Diskusi Publik Pengurus KALUNI UNINDRA di Aula PGRI UNINDRA, Jakarta Selatan, Minggu (2/8/2026).

Menurutnya, pembangunan basis data alumni yang lengkap, akurat, komprehensif, dan terintegrasi merupakan fondasi utama dalam menyusun berbagai program organisasi. Terlebih, jumlah lulusan UNINDRA kini telah melampaui 112 ribu alumni yang tersebar di berbagai daerah dan bidang profesi.

“Starting point dalam menyusun program dan kegiatan adalah database yang lengkap, akurat, dan komprehensif. Dari database yang terintegrasi ini akan lahir berbagai manfaat, mulai dari membangun jejaring alumni, melakukan tracing alumni, memperkuat komunikasi, hingga membuka peluang kerja bagi para lulusan,” ujar Prof. Sumaryoto.

Ia menambahkan, keberadaan database yang tertata dengan baik akan memudahkan KALUNI dalam merancang program-program yang tepat sasaran sekaligus memperkuat sinergi antara alumni dan almamater.

Prof. Sumaryoto juga mengingatkan bahwa perguruan tinggi saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, ia berharap KALUNI mampu mengambil peran sebagai mitra strategis yang memberikan dukungan nyata bagi kemajuan UNINDRA.

“Perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan yang cukup berat. KALUNI harus mampu menunjukkan perannya untuk menjadi back-up yang kuat dan membantu almamater menghadapi berbagai tantangan tersebut,” tegasnya.

Terkait kepengurusan baru, Prof. Sumaryoto menyampaikan apresiasi atas terpilihnya jajaran pengurus dan Ketua Umum KALUNI UNINDRA. Menurutnya, kepengurusan yang terbentuk telah merepresentasikan aspirasi alumni dan memiliki legitimasi yang kuat untuk membawa organisasi ke arah yang lebih baik.

Ia pun berpesan agar pengurus tidak terbebani dengan program-program yang terlalu besar, melainkan fokus pada agenda prioritas yang realistis dan dapat diwujudkan secara bertahap.

“Pengurus yang terpilih ini sudah representatif dan mendapat dukungan. Buatlah program-program yang prioritas dan selektif. Tidak perlu muluk-muluk, yang terpenting adalah program tersebut dapat dilaksanakan dan memberikan manfaat nyata bagi alumni maupun almamater,” katanya.

Menutup keterangannya, Prof. Sumaryoto mengajak seluruh civitas akademika dan keluarga besar alumni untuk terus membangun semangat kolaborasi, saling percaya, menjunjung nilai-nilai demokrasi, serta meningkatkan disiplin dan pengabdian demi kemajuan Universitas Indraprasta PGRI di tengah perkembangan era informasi yang semakin dinamis.

Ia optimistis, dengan dukungan seluruh alumni yang tersebar di berbagai sektor, KALUNI UNINDRA akan mampu menjadi organisasi yang solid, profesional, serta memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat eksistensi dan daya saing almamater di tingkat nasional.

Continue Reading

Metro

Perkuat Dukungan Politik, GMK Pastikan Usulan Pahlawan Nasional RM Bagus Singlon atau Ki Sadewa Terus Menggema

Published

on

By

KULON PROGO — Karya post.com,Perjuangan panjang komunitas Generasi muda Kulon Progo (GMK) yang berdiri tahun 2009 dengan misi membangun jati diri melalui karya ide dalam suatu wadah pemersatu untuk mengembangkan daya kreativitas generasi mudanya dalam mengemban cita-cita Pahlawan Bangsa sekaligus mempunyai kepedulian tinggi terhadap lingkungannya untuk berbagi dan berbakti. ( 30/7/2026 ).

Momen di tahun 2026 dalam mengawal sejarah lokal kembali memasuki babak baru sebagai bentuk peran aktif semangat Generasi mudanya melalui komunitas  GMK terus menunjukkan komitmennya untuk memperjuangkan gelar Pahlawan Nasional bagi RM Bagus Singlon atau Ki Sadewa melalui aksi roadshow dan audiensi ke fraksi-fraksi di DPRD Kabupaten Kulon Progo.

Dalam aksi terbarunya,perwakilan dari Generasi muda  GMK yaitu Hafidz generasi muda dari Kecamatan Sentolo dengan di dampingi oleh Budi Legowo Santoso yang merupakan senior dari GMK sekaligus Penasehat DPD PWMOI / Persatuan Wartawan Media online Indonesia wilayah kabupaten Kulon Progo Yogyakarta  melakukan silaturahmi politik ke Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Kulon Progo.

Rombongan perwakilan dari Komunitas GMK/Generasi muda Kulon Progo diterima langsung oleh anggota Fraksi PKB DPRD KP bapak Kartono yang juga merupakan ketua Komisi III DPRD Kulon Progo.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk menggalang dukungan politik yang solid dari legislatif demi mempercepat proses pengusulan
RM Bagus Singlon atau Ki Sadewa di tingkat nasional.

Perjuangan Panjang dan Harapan cerita sejarah kepahlawanan dari RM Bagus singlon atau Ki Sadewa yang merupakan putra kandung dari Pangeran Diponegoro yang mana di masa lampau ikut melakukan perlawanan terhadap penjajah kolonial Belanda di kabupaten kulon Progo berharap aspirasi dari GMK cerita sejarah kepahlawanannya bisa masuk dalam Curriculum Sekolah melalui dinas pendidikan kabupaten kulon Progo.

Langkah awal  menyambangi fraksi PKB ini merupakan bagian dari rangkaian roadshow yang akan menyasar seluruh fraksi di DPRD Kulon Progo dan Aksi ini mempertegas ikhtiar maupun upaya dari GMK yang sudah berlangsung lama di mana sebelumnya audiensi serupa telah dilakukan ke jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) hingga Pimpinan DPRD Kulon Progo.

Selain memperjuangkan gelar kepahlawanan di tingkat pusat GMK juga membawa misi edukatif bagi generasi penerus di Kulon Progo
“Kami berharap rekam jejak dan sejarah perjuangan RM Bagus Singlon atau Ki Sadewa ini dapat diakomodasi sebagai bahan kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah karena sangat penting bagi generasi muda Kulon Progo untuk mengenal tokoh lokalnya sendiri yang telah gigih berjuang melawan penjajah kolonial belanda” tegas perwakilan GMK di sela-sela kegiatan silaturahmi di fraksi PKB DPRD Kulon Progo.

Sinyal Positif dari legislatif menanggapi aspirasi dan gerak cepat para pemuda GMK dalam menyampaikan aspirasinya termasuk penyerahan Buku sejarah kepahlawanan dari RM Bagus singlon atau Ki Sadewa ,  bapak Kartono  anggota DPRD Kulon Progo dari fraksi PKB memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi GMK dalam merawat sejarah perjuangan daerah kemudian
pihaknya menyatakan siap pasang badan untuk meneruskan dan mengawal aspirasi ini ke jenjang kelembagaan yang lebih tinggi, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun ke jajaran kementerian terkait melalui jalur fraksi.

RM Kukuh Hertasning Wayah dalem Sri Sultan HB VIII dari Dalem Benawan kita Yogyakarta menjelaskan kepada awak media pada saat audensi beliau ikut mendampingi  perwakilan dari sesepuh Paguyuban Trah RM Bagus singlon atau Ki Sadewa bersama perwakilan dari ormas DPC IP-KI / Ikatan Pendukung kemerdekaan Indonesia,KB-FKPPI PC.1204./ Forum Komunikasi putra dan putri Purnawirawan TNI-Polri ,Lembaga MLKI Kulon Progo maupun komunitas GMK bahwa agenda audensi dalam menyampaikan usulan pahlawan Nasional RM Bagus singlon atau Ki Sadewa ke Pemda kulon Progo dan DPRD Kulon Progo sudah berjalan dengan baik bahkan di lanjutkan dengan menyampaikan aspirasi dalam bentuk surat dukungan bersama dari semua komponen masyarakat secara kelembagaan dengan bersurat kepada Ketua DPR-RI di jakarta dengan harapan akan ada kajian penelusuran sejarah kepahlawanan dari  Bagus singlon atau Ki Sadewa yang ikut melakukan perlawanan terhadap penjajah kolonial Belanda di kabupaten kulon Progo sampai beliau wafat.

Priyo Santoso SH.MH seorang Advokat sekaligus  tokoh masyarakat menyampaikan melalui sinergi erat antara elemen pemuda, tokoh senior dan lembaga legislatif ini kami tetap optimis nama RM Bagus Singlon atau Ki Sadewa dapat segera terukir sah dalam lembaran sejarah Pahlawan bangsa tentunya dengan memperbanyak kegiatan dengan segmen edukatif seperti sosialisasi melalui event-event yang bersifat interaksi dengan masyarakat seperti seminar maupun sarasehan sebagai bentuk dukungan moral terhadap usulan tersebut begitu disampaikan kepada awak media.

Jurnalis Budi Legowo Santoso

Continue Reading

Trending