PENGASIH — Karya Post.com, Di atas bentangan beton tua yang retak dan bergetar saban hari, asa warga Kalurahan Sendangsari kini digantungkan.

Sejak dibangun pada tahun 1970-an—lebih dari setengah abad silam.Jembatan Gegunung Pereng yang terletak di Padukuhan Pereng, Sendangsari, Kapanewon Pengasih, tak pernah sekalipun tersentuh perbaikan menyeluruh dari pemerintah daerah sehingga kondisi jembatan yang kian memprihatinkan ini akhirnya memantik perhatian serius oleh para pemangku kebijakan.

Pada hari Senin (10/8/2026), Kartono Ketua Komisi III DPRD Kulon turun langsung ke lokasi bersama Lurah Sendangsari serta jajaran pamong kalurahan seperti Jagabaya dan Ulu-Ulu.

Kedatangan mereka menjadi sinyal kuat bahwa jerit kecemasan warga atas infrastruktur yang aus ini tak lagi bisa dipandang sebelah mata.

Setiap hari, jembatan vital yang menjadi urat nadi penghubung Kapanewon Pengasih dan Kapanewon Girimulyo tersebut harus menanggung beban berat karena Truk-truk bermuatan batu andesit hilir mudik melintas dan mengguncang konstruksi tua yang kian merapuh.

Warga sekitar selama bertahun-tahun harus menahan napas setiap kali kendaraan tonase besar itu lewat.sembari memanjatkan doa agar jembatan penopang hidup mereka tak ambrol.

Ironisnya, di tengah tingginya lalu lintas hasil tambang yang menyumbang pendapatan pajak daerah, perawatan jembatan selama ini hanya bersandar pada tambal sulam swadaya masyarakat.

Warga bergotong-royong menyisihkan rezeki dan tenaga demi memastikan jembatan tetap bisa dilalui, meski mereka sadar kapasitas swadaya ada batasnya
“Ini sangat penting dan mendesak karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan harus segera mendapat perhatian ” tegas Ketua Komisi III DPRD, Kartono, di sela-sela peninjauan.
Ia berjanji akan segera membawa temuan lapangan ini ke rapat koordinasi komisi dan memanggil instansi-instansi terkait kemudian kami ingin pastikan penanganan jembatan ini masuk dalam skala prioritas daerah lanjutnya disampaikan kepada awak media.

Harapan besar dialirkan oleh Lurah Sendangsari Suhardi, beserta jajaran pamong dan tokoh masyarakat setempat Mengingat fungsinya sebagai jalur utama pengangkutan hasil tambang kemudian Jumono Joyoboyo Sendangsari menambahkan bahwa warga menuntut agar pembangunan ulang nantinya tidak sekadar mempercantik tetapi menggunakan konstruksi yang benar-benar kokoh dan tahan lama karena proteksi pada rawan kebencanaan ujarnya.

Masyarakat Sendangsari kini menanti bukti riil Jembatan Gegunung Pereng bukan sekadar struktur beton dan besi tua melainkan urat nadi ekonomi, pendidikan dan keselamatan jiwa warga dua kapanewon kemudian sudah saatnya hasil bumi yang dikeruk dari daerah ini berbalik memberikan perlindungan dan kesejahteraan yang layak bagi warga di atasnya.

Jurnalis Budi Legowo Santoso