JAKARTA — Peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Rumah Susun Transit Oriented Development (Rusun TOD) Manggarai, Jakarta, digelar pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, termasuk Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin dan Direktur Utama perusahaan air minum PDM Jakarta Arief Nasrudin.
Selain jajaran pimpinan BUMN dan perusahaan daerah, acara tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan.
Pembangunan Rusun TOD Manggarai menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembangkan hunian yang terintegrasi dengan sistem transportasi publik.
Konsep TOD diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses transportasi massal sekaligus mendukung penyediaan hunian yang lebih dekat dengan pusat aktivitas perkotaan.
Kehadiran Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya integrasi antara pembangunan hunian dan jaringan transportasi kereta api. Kawasan Manggarai sendiri merupakan salah satu simpul transportasi penting di Jakarta yang memiliki peran strategis dalam mobilitas masyarakat.
Sementara itu, kehadiran Arief Nasrudin turut menandai keterlibatan unsur perusahaan daerah dalam momentum pembangunan kawasan perkotaan yang terintegrasi.
Kolaborasi lintas lembaga dan sektor dinilai menjadi salah satu kunci dalam mempercepat penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.
Pembangunan Rusun TOD Manggarai diharapkan tidak hanya menghadirkan tambahan pasokan hunian, tetapi juga mendorong terbentuknya kawasan yang lebih efisien, terkoneksi, dan ramah bagi pengguna transportasi umum.
Dengan konsep tersebut, masyarakat yang tinggal di kawasan Rusun TOD nantinya diharapkan memiliki akses yang lebih mudah menuju berbagai layanan transportasi publik, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dan membantu menekan kepadatan lalu lintas di Jakarta.
Groundbreaking ini sekaligus menjadi bagian dari agenda pemerintah dalam mempercepat pembangunan perumahan sekaligus mengintegrasikannya dengan pengembangan transportasi perkotaan.
Kawasan Manggarai dipandang memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu pusat konektivitas transportasi di wilayah Jakarta.
Keterlibatan berbagai pihak dalam pembangunan Rusun TOD Manggarai menunjukkan bahwa penyediaan hunian di kawasan perkotaan membutuhkan sinergi antara pemerintah, BUMN, perusahaan daerah, serta pemangku kepentingan lainnya.
Melalui pembangunan berbasis TOD, pemerintah diharapkan dapat menghadirkan solusi perumahan yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga memperhatikan aspek aksesibilitas, mobilitas, dan keberlanjutan kawasan perkotaan.
