JAKARTA — Sejumlah tokoh nasional, eksponen pendukung Prabowo Subianto, dan elemen relawan menggelar konferensi pers untuk merespons dinamika politik nasional, termasuk rencana aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026 serta pernyataan Budi Arief yang dinilai menyinggung para pendukung Presiden Prabowo Subianto.Rabu (26/8/2026)

Konferensi pers tersebut dihadiri Ketua Umum Rampas 08 Hilmi, Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo H. Iwan Komando, Ketua Umum Eksponen 08 M. Damar, serta Ketua Umum Forum Aliansi Masyarakat Antikorupsi (FORMASI) Jalih Pitoeng.

Dalam pernyataannya, para tokoh dan relawan menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Mereka menyatakan tidak mempersoalkan rencana penyampaian aspirasi maupun aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR pada 27 Agustus 2026.

Meski demikian, mereka mengimbau seluruh peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara tertib, damai, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami tidak melarang masyarakat menyampaikan aspirasi. Silakan menyampaikan pendapat, tetapi harus dilakukan secara damai, tertib, dan jangan sampai ada tindakan anarkis maupun perusakan fasilitas publik,” ujar perwakilan relawan.

Soroti Pernyataan Budi Arief
Selain rencana aksi demonstrasi, para relawan turut menyoroti pernyataan Budi Arief yang dinilai mengisyaratkan kemungkinan adanya pergantian kepemimpinan nasional sebelum berakhirnya masa jabatan Presiden Prabowo Subianto pada 2029.

Pernyataan tersebut dinilai menyinggung perasaan para pendukung Prabowo yang sejak awal berada di barisan perjuangan pemenangan pasangan Prabowo-Gibran.

Ketua Umum Rampas 08 Hilmi menegaskan pihaknya tetap konsisten memberikan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia juga menyatakan tidak menginginkan adanya langkah maupun wacana yang berpotensi mengganggu jalannya pemerintahan.

Sikap serupa disampaikan Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo H. Iwan Komando. Menurutnya, seluruh relawan perlu menjaga soliditas dan bersama-sama mengawal pemerintahan Prabowo agar dapat menjalankan berbagai program yang telah dijanjikan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum Eksponen 08 M. Damar menegaskan bahwa dukungan terhadap Prabowo bukan sekadar dukungan politik sesaat.

Ia mengatakan, para eksponen 08 akan tetap berada di barisan pendukung pemerintah hingga berakhirnya masa jabatan.

“Komitmen kami jelas, tetap mendukung Presiden Prabowo sampai akhir masa jabatan. Bahkan kami siap menyuarakan dukungan untuk kepemimpinan dua periode,” tegas M. Damar.

Dorong Pengawalan Program Kerakyatan
Ketua Umum FORMASI Jalih Pitoeng menambahkan, seluruh elemen pendukung Prabowo sebaiknya mengarahkan energi untuk mengawal program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Menurut Jalih, sejumlah program strategis, seperti penguatan koperasi desa, Kredit Usaha Rakyat (KUR), program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta agenda pemberantasan korupsi perlu mendapatkan dukungan sekaligus pengawasan dari masyarakat.

“Kami ingin pemerintah fokus bekerja untuk rakyat. Program-program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat harus dikawal, termasuk KUR, koperasi desa, MBG, dan agenda pemberantasan korupsi,” kata Jalih.

Para tokoh dan relawan juga menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi nasional tetap kondusif.

Mereka menilai perbedaan pandangan politik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi konflik, tindakan anarkis, maupun aktivitas yang merugikan masyarakat luas.

Para pendukung Prabowo menegaskan akan tetap berada di barisan pengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Mereka juga menyatakan komitmen untuk ikut memastikan berbagai program kerakyatan dapat berjalan secara optimal hingga akhir masa jabatan.

Di tengah dinamika politik nasional, mereka mengajak masyarakat untuk mengedepankan dialog, menjaga persatuan, serta menyampaikan kritik dan aspirasi secara konstitusional demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif.