Jakarta – Rektor Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, memberikan tanggapan mendalam terhadap dua buku terbaru karya Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana. Kedua buku tersebut masing-masing bertajuk “Tandur Taru Urip” dan “Panca Kertha: Manifesto Pemikiran tentang Transformasi PHDI”.
Cokorda menilai kehadiran dua buku karya Ari Dwipayana ini hadir di waktu yang tepat untuk memberikan pencerahan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan tantangan zaman.
”Kehadiran kedua karya ini ibarat ‘telaga bening’ yang mampu memberikan pencerahan di tengah disrupsi teknologi serta dinamika kebudayaan dan tantangan zaman yang semakin kompleks,” ujar Cokorda di Bali, Minggu (13/9/2026).
*Menjembatani Sains dan Tradisi*
Cokorda mengapresiasi posisi pemikiran penulis yang dinilainya berdiri di titik tengah (madhyama). Menurutnya, Ari Dwipayana berhasil menjembatani dialektika antara modernitas dan lokalitas, sains-teknologi dan agama, serta tradisi dan inovasi tanpa terombang-ambing arus ekstrem.
”Buku ini tidak sekadar menjadi bahan bacaan, tetapi juga ruang kritik bersama bagi para pengelola perguruan tinggi dan kaum intelektual, untuk terus mengembangkan gagasan pemberdayaan masyarakat serta memperkuat landasan moral dan kultural yang kokoh,” tuturnya.
*Dorong Digitalisasi Tradisi dan Peran Anak Muda*
Lebih lanjut, Rektor UNHI ini menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memegang estafet kepemimpinan dan pembangunan peradaban. Ia mendorong anak muda untuk aktif merespons tantangan zaman melalui adaptasi media digital, tata kelola lembaga yang transparan, hingga kemandirian ekonomi umat berbasis gotong royong dan inovasi seperti crowdfunding maupun creative funding.
Selain itu, digitalisasi naskah warisan tradisi dan literasi keagamaan dinilai sangat mendesak agar pesan kearifan lokal dapat diakses secara inklusif oleh generasi muda.
”Sains tanpa agama itu buta, dan agama tanpa sains itu lumpuh. Adaptasi teknologi dalam semangat kemajuan kebudayaan adalah langkah maju yang harus terus kita dorong bersama,” tegas Cokorda.
