JAKARTA – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk meraih dua penghargaan dalam ajang Innovation Technology for Social & Environmental Awards (InTechSEA) 2026 atas inovasi perusahaan dalam mendorong transformasi energi dan menurunkan emisi karbon melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif.
Dua penghargaan tersebut diraih Japfa untuk kategori Strategi Penurunan Emisi dan Transformasi Energi dalam ajang InTechSEA 2026 yang digelar di Four Seasons Hotel Jakarta, Senin (14/9/2026).
Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi yang diterapkan di unit operasional pabrik Japfa, termasuk pemanfaatan limbah cangkang kelapa sawit sebagai bahan bakar alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap batu bara.
Kasubdep Silo/Dryer Divisi Plant PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Dedit Priatna, mengatakan inovasi tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia di wilayah operasional perusahaan.
Menurut dia, cangkang kelapa sawit dipilih sebagai bahan bakar alternatif karena ketersediaannya cukup melimpah, terutama di wilayah Sulawesi.
“Inovasi kami berfokus pada penghematan energi dan penurunan emisi. Kami mengubah cangkang kelapa sawit yang melimpah di wilayah Sulawesi menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara,” ujar Dedit di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Selain melakukan substitusi bahan bakar, Japfa juga melakukan modifikasi pada sistem tungku (silo/dryer) untuk meningkatkan efisiensi proses pembakaran.
Dedit menjelaskan modifikasi tersebut menjadi bagian penting dari inovasi karena efisiensi penggunaan bahan bakar tidak hanya ditentukan oleh jenis bahan bakar yang digunakan, tetapi juga oleh sistem pembakaran yang diterapkan.
“Selain itu, kami juga melakukan inovasi pada sistem tungku agar pemakaian bahan bakar lebih efisien,” katanya.
Dengan kombinasi penggunaan bahan bakar alternatif dan peningkatan efisiensi sistem tungku, inovasi tersebut diarahkan untuk menekan konsumsi energi sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari proses operasional pabrik.
Berawal dari Kompetisi Internal
Safety Officer PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Dwi Putri, mengatakan inovasi tersebut sebelumnya merupakan bagian dari kompetisi inovasi internal yang diselenggarakan di lingkungan perusahaan.
Inovasi yang dikembangkan oleh unit Makassar itu berhasil masuk dalam 20 besar kompetisi internal Japfa. Meskipun belum berhasil menjadi juara, inovasi tersebut kemudian dibawa ke ajang InTechSEA 2026 dan justru mendapatkan apresiasi di tingkat nasional.
“Sebelumnya kami mengikuti lomba inovasi internal di lingkup Japfa dan masuk 20 besar. Meskipun belum berkesempatan menang di ajang internal, alhamdulillah inovasi dari unit Makassar ini justru berhasil meraih penghargaan di tingkat nasional pada ajang InTechSEA 2026,” ungkap Dwi.
Menurut Dwi, capaian tersebut menjadi dorongan bagi tim untuk terus mengembangkan inovasi yang berasal dari kebutuhan operasional di lapangan.
Pengembangan inovasi di tingkat unit dinilai penting karena solusi yang dihasilkan dapat secara langsung menjawab kebutuhan efisiensi proses produksi sekaligus mendukung target keberlanjutan perusahaan.
Ajang InTechSEA 2026 mengusung tema “Collaborative Innovation for a Sustainable and Inclusive Future” yang menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam mendorong pembangunan berkelanjutan serta masa depan yang lebih inklusif.
Bagi Japfa, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas upaya perusahaan mengintegrasikan inovasi teknologi dengan agenda keberlanjutan, khususnya dalam efisiensi energi dan pengurangan emisi.
Melalui pemanfaatan limbah cangkang kelapa sawit sebagai bahan bakar alternatif serta modifikasi sistem tungku, Japfa berupaya menciptakan proses operasional yang lebih efisien sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
Perusahaan pun berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi serupa agar upaya efisiensi energi, optimalisasi sumber daya, dan penurunan emisi dapat berjalan seiring dengan kebutuhan industri yang semakin mengedepankan prinsip keberlanjutan.
