JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, meraih penghargaan kategori Gold pada kriteria Gender Equality and Social Inclusion (GEDSI) dalam ajang InTechSEA 2026 Innovation Technology for Social & Environmental Awards melalui inovasi Bijanta (Bisa Menjangkau dan Merawat Kita) yang berfokus pada pelayanan bagi penyandang disabilitas, khususnya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Penghargaan dengan tema “Collaborative Innovation for a Sustainable and Inclusive Future” tersebut diserahkan dalam kegiatan InTechSEA 2026 yang berlangsung di Four Seasons Hotel Jakarta, Senin (14/9/2026).
Staf sekaligus inovator Dinas Kesehatan dari Bapperida Kabupaten Bulukumba, Arhan, S.Kep., Ns., M.Kep., mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama dan kolaborasi jajaran Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam menghadirkan pelayanan yang lebih inklusif bagi masyarakat.
Menurut Arhan, inovasi Bijanta yang berarti “keluarga kita” dirancang untuk memastikan kelompok penyandang disabilitas, khususnya ODGJ, tetap mendapatkan perhatian dan pelayanan secara setara.
“Inovasi Bijanta ini bermakna ‘keluarga kita’. Melalui program ini, kami ingin memastikan adanya kepedulian dan kesetaraan bagi para penyandang disabilitas, khususnya ODGJ,” ujar Arhan saat ditemui di lokasi acara.
Ia menegaskan bahwa ODGJ merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan, termasuk pelayanan kesehatan dan dukungan sosial.
“ODGJ tidak boleh dibeda-bedakan dan berhak mendapatkan hak serta pelayanan yang sama seperti masyarakat pada umumnya,” katanya.
Arhan menyampaikan, meskipun pihaknya belum memiliki data spesifik mengenai tingkat kesembuhan pasien ODGJ, program Bijanta telah memberikan dampak terhadap peningkatan akses pelayanan bagi kelompok tersebut.
“Secara spesifik data kesembuhan belum ada, tetapi dapat kami sampaikan sekitar 70 persen pasien ODGJ di wilayah kami saat ini sudah terlayani dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan keberhasilan penanganan ODGJ tidak semata-mata dapat diukur dari aspek kesembuhan, tetapi juga dari sejauh mana pasien mendapatkan akses pelayanan, pendampingan, perhatian keluarga, serta penerimaan di lingkungan masyarakat.
Karena itu, menurut dia, pendekatan yang dilakukan melalui Bijanta tidak hanya berorientasi pada aspek kesehatan, tetapi juga mendorong terwujudnya inklusi sosial bagi penyandang disabilitas.
Peluang Kolaborasi Arhan mengatakan keikutsertaan Pemkab Bulukumba dalam InTechSEA 2026 juga menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman dan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak.
Sejumlah masukan dan peluang kerja sama, kata dia, datang dari berbagai kalangan, termasuk akademisi dan pengelola program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Melalui ajang ini kami mendapatkan banyak masukan positif serta peluang kolaborasi baru dari berbagai sektor, mulai dari akademisi hingga pengelola CSR,” katanya.
Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi pemacu bagi Pemkab Bulukumba untuk terus mengembangkan inovasi pelayanan publik yang tidak hanya memanfaatkan teknologi, tetapi juga mengedepankan pendekatan kemanusiaan.
Arhan menilai teknologi dalam pelayanan publik harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama kelompok rentan yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan dalam mengakses layanan.
“Harapan kami tentu semakin banyak inovasi yang berfokus pada penguatan teknologi yang humanistik dan humanis. Semoga praktik baik dari skala lokal ini bisa berkembang ke tingkat nasional dan menjadi contoh bagi daerah lain,” pungkasnya.
Penghargaan Gold InTechSEA 2026 tersebut sekaligus menjadi pengakuan terhadap upaya Pemkab Bulukumba dalam mendorong pelayanan publik yang lebih inklusif, khususnya bagi penyandang disabilitas dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian serta pendampingan khusus.
