JAKARTA – PT Foodex Inti Ingredients memperkuat bisnis penyediaan bahan pangan (food ingredients) untuk industri makanan dan minuman melalui pengembangan produk seasoning dan bahan baku berbasis kebutuhan pelanggan.
Komitmen tersebut ditunjukkan Foodex dengan berpartisipasi dalam pameran Food Ingredients (FI) Asia 2026 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, 16-18 September 2026.
Business Development Director PT Foodex Inti Ingredients Jenny Kartika Rusli mengatakan perusahaan menghadirkan berbagai solusi bahan pangan berbasis business-to-business (B2B) yang menyasar beragam segmen industri makanan.
“Kami menawarkan berbagai food solution untuk B2B, jadi lebih banyak ke food ingredients dan food seasoning. Kami membawa seasoning untuk berbagai macam industri seperti snack, mi, pengolahan daging, serta saus dan bahan baku lainnya,” ujar Jenny di sela pameran, Jumat (18/9/2026).
Menurut dia, Foodex juga mengoptimalkan penggunaan bahan baku lokal dalam proses produksi. Sejumlah komoditas seperti cabai dan rempah-rempah diperoleh dari berbagai daerah di Indonesia untuk kemudian diolah menjadi produk yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Bahan-bahan sendiri kami olah lokal dan ada juga trading, tapi memang lebih fokus pada bahan-bahan lokal. Seperti saus dan sambal, kita pakai cabai dari Jawa, lalu rempah-rempah seperti Sambal Aceh hingga Sambal Madura,” katanya.
Hadirkan Solusi Sesuai Kebutuhan Industri
Jenny menjelaskan Foodex yang berdiri sejak 1995 tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga menempatkan diri sebagai mitra yang memberikan solusi bagi kebutuhan pelanggan.
Pendekatan tersebut dilakukan dengan menyesuaikan karakteristik produk, termasuk profil rasa maupun aspek harga, sesuai kebutuhan masing-masing klien.
“Keunggulan kami adalah mengusung solusi, bukan hanya produk. Kami melihat apa yang dibutuhkan customer, apakah butuh dari segi rasa atau produk yang lebih ekonomis, jadi bisa disesuaikan,” ujarnya.
Selain pengembangan produk, Foodex juga memperhatikan aspek keamanan pangan dan pemenuhan standar pasar. Jenny menyebut seluruh produk perusahaan telah memiliki lisensi resmi dan sertifikasi halal.
Foodex juga telah mengantongi sertifikasi internasional FSSC sebagai salah satu pendukung pemenuhan standar untuk pasar ekspor.
Saat ini, sekitar 10 persen produk Foodex telah dipasarkan ke luar negeri, terutama ke sejumlah negara di kawasan Asia dan Timur Tengah.
Partisipasi dalam FI Asia 2026 menjadi momentum bagi Foodex untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus memperkenalkan kapabilitas perusahaan kepada pelaku industri makanan dan minuman dari dalam maupun luar negeri.
“Harapannya orang bisa lebih mengenal Foodex lebih dalam, mengetahui tawaran solusi dari kami, mendapatkan bisnis baru, dan menyapa para customer yang datang,” kata Jenny.