JAKARTA — 28 Oktober 2026 Dalam perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) IX APBMI di Jakarta, Ketua DPW APBMI Kuala Samboja, Kalimantan Timur, Lahadi, memberikan pandangannya terkait perkembangan sektor kepelabuhanan serta pentingnya sinergi antara asosiasi dengan Badan Usaha Pelabuhan (BUP).

Lahadi mengungkapkan apresiasinya terhadap kepemimpinan pusat APBMI yang dinilai progresif sejak awal terpilihnya. Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah (PR) ke depan yang harus diselesaikan, khususnya terkait dinamika regulasi perhubungan, peningkatan kesejahteraan anggota, serta penguatan eksistensi APBMI.

Menyoroti kondisi di daerahnya, Lahadi menjelaskan bahwa Pelabuhan Kuala Samboja saat ini tengah bersiap menghadapi perkembangan operasional baru. Meskipun fasilitas pelabuhan eksisting masih dalam tahap pengembangan dan proses perizinan untuk pembangunan pelabuhan darat sedang berjalan, terdapat tiga BUP yang akan beroperasi di wilayah tersebut.

Terkait hal tersebut, Lahadi, yang juga berasal dari Kalimantan Timur, menegaskan harapan agar BUP yang beroperasi dapat menjalin kemitraan yang erat dengan perusahaan-perusahaan bongkar muat lokal yang telah menjadi anggota resmi APBMI. Ia mengingatkan agar penanganan kegiatan bongkar muat diutamakan kepada anggota APBMI sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Meski kehadiran BUP berpotensi meningkatkan volume bongkar muat secara keseluruhan, Lahadi menekankan pentingnya pengawasan agar tidak terjadi pengabaian terhadap perusahaan bongkar muat lokal. Dengan adanya kolaborasi yang proaktif dan adil, kehadiran BUP diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan pelaku usaha bongkar muat di daerah.