JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (DPP APKLI) Merah Putih melaksanakan pelantikan pengurus periode 2026–2031 yang dirangkaikan dengan rapat kerja organisasi di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan yang dipimpin Ketua Umum DPP APKLI Merah Putih, dr. Ali Mahsun Atmo, M.Biomed, tersebut mengusung tema “Dukung dan Sukseskan Program Unggulan Presiden Prabowo Subianto, Wujudkan Ekonomi Nasional Tumbuh 8 Persen”.
Pelantikan dan rapat kerja ini menjadi momentum penting bagi APKLI Merah Putih untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus menegaskan komitmen organisasi dalam memperjuangkan kepentingan pedagang kaki lima sebagai bagian penting dari kekuatan ekonomi nasional.
Kepengurusan baru untuk masa bakti lima tahun ke depan diharapkan mampu menghadirkan program-program strategis dan konkret dalam meningkatkan kapasitas, daya saing, serta kesejahteraan pedagang kaki lima di seluruh Indonesia.
Melalui tema yang diangkat, APKLI Merah Putih menegaskan pentingnya keterlibatan sektor ekonomi rakyat dalam mendukung agenda pembangunan nasional, terutama target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pedagang kaki lima selama ini memiliki kontribusi nyata dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Keberadaan mereka tidak hanya menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi sumber mata pencaharian bagi jutaan pelaku usaha kecil beserta keluarganya.
Namun, besarnya potensi ekonomi sektor tersebut masih dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses permodalan, persoalan legalitas dan penataan tempat usaha, rendahnya kapasitas pengelolaan bisnis, hingga keterbatasan akses terhadap teknologi dan pemasaran digital.
Karena itu, pemberdayaan pedagang kaki lima membutuhkan dukungan kebijakan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Langkah tersebut antara lain melalui kemudahan pembiayaan, pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, digitalisasi transaksi, serta penataan kawasan perdagangan yang tertib tanpa mengabaikan keberlangsungan mata pencaharian pedagang.
Dalam rangkaian rapat kerja, penyusunan program dan strategi organisasi menjadi agenda penting untuk menyatukan visi serta langkah seluruh jajaran pengurus DPP APKLI Merah Putih. Program kerja periode 2026–2031 diharapkan tidak berhenti pada konsolidasi organisasi, tetapi mampu diwujudkan dalam kegiatan pemberdayaan yang memberikan manfaat langsung kepada anggota dan pelaku usaha kaki lima.
APKLI Merah Putih juga diharapkan dapat memperluas sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna membangun ekosistem usaha mikro yang lebih produktif, kompetitif, dan berkelanjutan.
Target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen membutuhkan kontribusi berbagai sektor, termasuk usaha mikro dan perdagangan rakyat. Penguatan daya beli masyarakat, peningkatan produktivitas pelaku usaha kecil, serta perluasan kesempatan kerja menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Dalam konteks tersebut, pedagang kaki lima bukan sekadar bagian dari aktivitas perdagangan informal, melainkan juga memiliki potensi sebagai penggerak ekonomi lokal dan penopang aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
Melalui pelantikan dan rapat kerja ini, DPP APKLI Merah Putih periode 2026–2031 diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai wadah aspirasi, advokasi, dan pemberdayaan pedagang kaki lima, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan.
Dengan kepengurusan baru dan program kerja yang terarah, APKLI Merah Putih menargetkan penguatan organisasi yang mampu mendorong pedagang kaki lima naik kelas, meningkatkan kesejahteraan anggotanya, serta mengambil bagian dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkeadilan.
