Karyapost.com – Partai NasDem Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersuara tegas. Di tengah riuhnya kabar merger dengan Partai Gerindra yang mencuat dari laporan Majalah Tempo edisi 12 April 2026. Jajaran pengurus wilayah ini memilih berdiri di garis depan, meluruskan informasi sekaligus menjaga marwah partai, yang ditegaskan dalam jumpa pers pada Selasa (14/4).

Bertempat di kantor DPW NasDem DIY, Demangan Baru, Yogyakarta, suasana pernyataan sikap berlangsung penuh ketegasan. Juru bicara DPW NasDem DIY, Aulia Reza Bastian, yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu, didampingi pengurus DPW dan para ketua DPD se-DIY, menyampaikan bahwa isu merger tersebut tidak benar dan merugikan nama baik partai.

Dengan nada yang terukur, ia menyayangkan tidak adanya upaya konfirmasi kepada Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, sebelum pemberitaan dipublikasikan. Menurutnya, hal itu mencederai prinsip dasar jurnalistik yang menjunjung keberimbangan dan akurasi.

“Kami percaya pers adalah pilar demokrasi, namun harus tetap berpegang pada etika,” tegasnya.

Dalam pernyataan sikapnya, DPW NasDem DIY menilai pemberitaan tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga tendensius. Sorotan terhadap aspek personal Surya Paloh dianggap tidak relevan dan berpotensi membangun opini yang menjatuhkan. Bahkan, narasi mengenai rapuhnya internal partai dinilai tidak berbasis fakta.

Di balik bantahan itu, tersirat pesan yang lebih dalam: tentang keteguhan menjaga kepercayaan publik. NasDem DIY menegaskan bahwa soliditas internal tetap terjaga, struktur partai berjalan utuh, dan militansi kader khususnya di Yogyakarta tetap kuat.

Dalam nuansa budaya Jogja yang santun, mereka memilih merespons dengan kepala dingin, tanpa emosi, tanpa anarki.

Lebih dari sekadar klarifikasi, pernyataan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya integritas dalam dunia pers. NasDem DIY mendesak Tempo untuk menyampaikan permintaan maaf terbuka, memuat klarifikasi, serta kembali berpegang pada kode etik jurnalistik.

Di tengah dinamika politik yang kerap memanas, sikap ini menjadi cerminan bahwa perbedaan dan kritik dapat dihadapi dengan elegan, tanpa kehilangan nilai, tanpa mengorbankan kebenaran.

Bagi NasDem DIY, menjaga demokrasi bukan hanya soal suara di bilik pemilu, tetapi juga tentang keberanian meluruskan yang keliru dengan cara yang bermartabat. (ar)
Jurnalis: Abdul Razak. S. I. P. M. Si