Connect with us

Metro

Ribuan Warga Padati Lapangan Denggung, HUT ke-110 Kabupaten Sleman Berlangsung Khidmat, Meriah, dan Penuh Nuansa Religius

Published

on

SLEMAN – karyapost.com, Kabupaten Sleman genap memasuki usia ke-110 pada Jumat, 15 Mei 2026. Momentum bersejarah ini disambut dengan penuh rasa syukur, khidmat, dan semangat kebersamaan oleh seluruh lapisan masyarakat. Mengusung tema “Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman”, peringatan Hari Ulang Tahun tahun ini menjadi simbol kuatnya persatuan, gotong royong, serta tekad bersama dalam menjaga kemajuan daerah dengan tetap menjunjung tinggi nilai budaya dan adab luhur masyarakat Jawa yang selaras dengan ajaran Islam.

Sejak Kamis malam, suasana peringatan sudah terasa hangat di berbagai penjuru wilayah Sleman. Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar malam tirakatan secara serentak mulai dari tingkat kabupaten, kapanewon, hingga kalurahan. Kegiatan tersebut diisi dengan doa bersama, pembacaan sholawat, serta renungan kebangsaan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas perjalanan panjang Kabupaten Sleman dalam membangun kesejahteraan masyarakatnya.

Malam tirakatan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, namun juga momentum mempererat ukhuwah dan menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga persatuan. Warga dari berbagai kalangan tampak hadir dengan penuh kekhidmatan, duduk bersama tanpa memandang latar belakang, mencerminkan nilai “guyub rukun” yang telah menjadi ciri khas masyarakat Sleman sejak dahulu.

Pemerintah Kabupaten Sleman sebelumnya juga telah menyiapkan panduan resmi pelaksanaan HUT ke-110, termasuk sambutan seragam yang disebarluaskan melalui kanal digital agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan harmonis dan serempak di seluruh wilayah. Langkah ini mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dinilai mampu memperkuat rasa memiliki terhadap daerah.
Puncak peringatan HUT ke-110 Kabupaten Sleman dipusatkan di Lapangan Denggung melalui gelaran akbar bertajuk “Denggung Bersholawat”.

Ribuan warga memadati kawasan tersebut sejak sore hari. Mereka datang bersama keluarga, santri, tokoh masyarakat, hingga para pemuda untuk mengikuti lantunan sholawat dan doa bersama yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan.
Gemuruh sholawat yang menggema di Lapangan Denggung menghadirkan suasana religius yang menyejukkan hati.

Cahaya lampu panggung yang berpadu dengan lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW menciptakan nuansa damai dan penuh keberkahan. Banyak warga mengaku terharu karena peringatan hari jadi daerah tidak hanya diisi hiburan semata, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang bernilai spiritual dan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Selain menjadi sarana syiar Islam, acara tersebut juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antarwarga. Masyarakat tampak tertib dan menjaga sopan santun selama kegiatan berlangsung. Semangat kebersamaan terlihat ketika ribuan jamaah secara khidmat mengikuti pembacaan sholawat hingga akhir acara.

Tidak hanya menonjolkan sisi religius, Pemerintah Kabupaten Sleman juga menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisi melalui Dinas Kebudayaan.

Pentas kesenian daerah yang ditampilkan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam melestarikan budaya adiluhung di tengah perkembangan zaman modern. Berbagai elemen budaya lokal dipadukan dengan nuansa kekinian sehingga mampu menarik perhatian generasi muda untuk lebih mencintai warisan budaya daerahnya.

Partisipasi masyarakat juga terlihat masif di media sosial. Warga dari berbagai kalangan turut memeriahkan HUT Sleman dengan menggunakan bingkai foto digital atau twibbon resmi yang disediakan pemerintah daerah.
Unggahan ucapan dan doa untuk Sleman membanjiri berbagai platform digital, menunjukkan tingginya rasa cinta masyarakat terhadap daerah yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan, budaya, dan religi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Melalui peringatan HUT ke-110 ini, Kabupaten Sleman kembali menegaskan komitmennya untuk terus melangkah maju dengan semangat kebersamaan, pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga nilai-nilai budaya dan akhlak mulia. Semangat “Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman” diharapkan tidak hanya menjadi slogan perayaan, tetapi juga menjadi pedoman bersama dalam membangun Sleman yang semakin maju, sejahtera, religius, dan berkeadaban.

Jurnalis Firmanda Dedi Wibowo

Continue Reading

Metro

Rian Hidayat Resmi Mendaftar Sebagai Calon Ketua Umum BM PAN: Usung Tiga Agenda Besar untuk Kemenangan PAN 2029

Published

on

By

JAKARTA, 17 Mei 2026 – Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) hari ini secara resmi menerima pendaftaran Rian Hidayat sebagai Calon Ketua Umum BM PAN.

Pendaftaran yang berlangsung pada Minggu malam (17/05) ini menjadi momentum penting bagi organisasi sayap Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut dalam menyongsong regenerasi kepemimpinan.

​Rian Hidayat hadir didampingi oleh pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dari berbagai provinsi, di antaranya Jambi, Bengkulu, Jakarta, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Banten, dan Sumatera Barat. Selain dukungan struktural, kehadiran sejumlah aktivis dan mantan Presiden Mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Trisakti, dan IPB University turut memperkuat barisan pendukung Rian.

​Dalam sambutannya, Rian Hidayat menegaskan bahwa pencalonannya bukan sekadar pengejaran jabatan personal, melainkan sebuah perjuangan kolektif untuk menjadikan BM PAN sebagai rumah besar bagi semua golongan.

​”Kami membawa gagasan besar untuk bagaimana BM PAN tidak hanya besar sebagai organisasi, tetapi betul-betul punya dampak nyata dalam kemenangan Partai Amanat Nasional di pemilu mendatang, khususnya mencapai target tiga besar pada tahun 2029,” ujar Rian.

​Untuk mewujudkan visi tersebut, Rian Hidayat memaparkan tiga agenda strategis yang akan dijalankannya jika terpilih:

​Konsolidasi Organisasi secara Menyeluruh: Melakukan penguatan struktur dari Sabang sampai Merauke guna memetakan dinamika akar rumput di seluruh Indonesia secara utuh.
​Kaderisasi Sistematis dan Masif: Menjalankan gerakan kaderisasi yang terstruktur mulai dari tingkat pusat hingga ke ranting-ranting di tingkat desa dan sub-desa (PAR).

​Pengawalan Kemenangan PAN secara Konkret: Fokus pada rekrutmen relawan dan saksi berbasis data di setiap TPS (Tempat Pemungutan Suara) untuk memastikan suara PAN terjaga secara maksimal.

​Juru Bicara Tim Pemenangan Rian Hidayat, Hendri Satrio, menambahkan bahwa dukungan luas dari berbagai wilayah dan elemen aktivis menunjukkan adanya kesamaan visi untuk membawa BM PAN ke arah yang lebih progresif.

​Proses pencalonan ini merupakan tahap awal dari rangkaian Kongres BM PAN yang nantinya akan mencakup agenda debat kandidat serta penyampaian visi-misi secara mendalam sebelum pemilihan resmi dilakukan.

Continue Reading

Metro

Monitoring Normalisasi Kali Peni, Anggota DPRD Kulon Progo H Suradi ST MT Apresiasi Sinergi Pemda dan Balai Besar dalam Upaya Pencegahan Banjir

Published

on

By

Kulonprogo – karyapost.com  – DPRD Kulon Progo bersama pemerintah daerah dan pihak balai besar terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan serta memperlancar aliran sungai melalui kegiatan monitoring pekerjaan normalisasi Kali Peni yang berada di wilayah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan pada Minggu, 17 Mei 2026, sekitar pukul 15.05 WIB, dengan meninjau langsung proses normalisasi sungai yang membentang sepanjang kurang lebih 8 kilometer, mulai dari wilayah Karangwuni, Wates, Panjatan hingga Galur.

Anggota Komisi III DPRD Kulon Progo, H. Suradi, menyampaikan bahwa kegiatan normalisasi ini merupakan langkah penting dalam menjaga kelancaran arus air sungai sekaligus mengantisipasi potensi banjir yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar bantaran sungai.

Beliau menjelaskan bahwa pekerjaan normalisasi difokuskan pada pengerukan dan pembersihan sungai dari tanaman eceng gondok yang selama ini menjadi salah satu penyebab tersumbatnya aliran air.

Pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali dinilai dapat mempersempit badan sungai serta menghambat sirkulasi air, terutama saat intensitas hujan tinggi maka
Kami dari Komisi III DPRD Kulon Progo melakukan monitoring pekerjaan normalisasi Kali Peni sepanjang kurang lebih 8 kilometer, dari Karangwuni sampai Galur dengan dilaksanakan pengerukan serta pembersihan sungai dari eceng gondok, sehingga nantinya arus air sungai tidak tersumbat
ujar H. Suradi ST MT saat melakukan peninjauan lapangan.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak balai besar wilayah Sungai Serayu Opak yang telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Daerah Kulon Progo dalam pelaksanaan program normalisasi sungai tersebut.

Menurutnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan infrastruktur pengairan serta keselamatan lingkungan masyarakat maka Kami mengucapkan terima kasih kepada balai besar yang telah bekerja sama dengan Pemda Kulon Progo dalam rangka normalisasi pengerukan dan pembersihan sungai dari eceng gondok yang dilakukan secara rutin setiap tahunnya tambahnya.

Program normalisasi Kali Peni sendiri menjadi perhatian serius pemerintah karena sungai tersebut melintasi sejumlah kawasan penting di Kulon Progo, mulai dari Karangwuni, Wates, Panjatan hingga Galur selain berfungsi sebagai jalur aliran air, kawasan sungai juga menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat baik untuk pertanian maupun aktivitas lingkungan lainnya.

Masyarakat sekitar menyambut baik kegiatan normalisasi tersebut dan Warga berharap pembersihan sungai secara berkala dapat menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi risiko banjir, serta menciptakan aliran sungai yang lebih sehat dan tertata.

Kegiatan monitoring ini sekaligus menunjukkan pentingnya kepedulian bersama terhadap ekosistem sungai dengan adanya pengerukan dan pembersihan rutin, diharapkan Kali Peni dapat terus berfungsi optimal sebagai jalur pengairan yang aman, bersih, dan bermanfaat bagi masyarakat Kulon Progo dalam jangka panjang.

Liputan ini menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur darat namun juga pada pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.

Jurnalis Firmanda Dedi Wibowo

Continue Reading

Metro

Permata Jaya 2026 Gelar Halal Bihalal, Pererat Persaudaraan Masyarakat Taeh di Perantauan

Published

on

By

Jakarta – Permata Jaya 2026 (Persatuan Masyarakat Taeh Jakarta Raya dan Sekitarnya) menggelar kegiatan Halal Bihalal bertema “Menjalin Silaturahmi Mempererat Persaudaraan di Rantau” di Aula Gedung B Kantor BPSDM Kemendagri, Jakarta, Minggu (17/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Taeh yang merantau di wilayah Jakarta dan sekitarnya untuk mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus melepas kerinduan dengan sesama warga kampung halaman.

Acara yang dihadiri ratusan peserta itu berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan. Selain menjadi ajang saling memaafkan pasca-Idulfitri, kegiatan juga menjadi ruang memperkuat solidaritas antarperantau agar tetap menjaga nilai kebersamaan di tanah rantau.

Wakil Ketua Permata Jaya 2026, Wandi Setiadi, menjelaskan bahwa Halal Bihalal merupakan agenda rutin tahunan organisasi yang biasanya dilaksanakan setelah Lebaran. Namun, tahun ini pelaksanaannya sempat tertunda karena beberapa kendala internal.

“Halal Bihalal ini sebenarnya agenda rutin Permata Jaya setiap tahun setelah Lebaran. Karena ada beberapa kendala, pelaksanaannya sedikit tertunda. Alhamdulillah antusias masyarakat tetap tinggi,” ujarnya kepada media.

Ia mengatakan Permata Jaya telah berdiri selama 52 tahun dan kini memasuki periode kepengurusan ke-6. Menurutnya, meski aktivitas organisasi tidak selalu berjalan intensif, namun semangat sosial kemasyarakatan tetap menjadi prioritas utama.

“Kalau ada anggota yang mengalami musibah atau meninggal dunia, biasanya kita langsung bergerak bersama. Semangat gotong royong dan kebersamaan itu masih sangat kuat,” katanya.

Wandi memperkirakan jumlah peserta yang hadir mencapai sekitar 300 hingga 400 orang. Kehadiran tersebut menunjukkan tingginya semangat silaturahmi masyarakat Taeh yang kini tersebar di wilayah Jabodetabek.

Ia berharap Permata Jaya ke depan semakin maju dan mampu merangkul generasi muda yang baru datang merantau ke Jakarta.
“Setiap tahun pasti ada masyarakat Taeh yang datang ke Jabodetabek. Harapannya Permata Jaya bisa menjadi rumah bersama dan mampu mengakomodasi generasi muda agar organisasi semakin kuat dan solid,” tambahnya.

Nur Ihklas Kusmiati Ketua Pelaksana Permata Jaya 2026, mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan membutuhkan kerja keras seluruh panitia. Menurutnya, tantangan terbesar adalah menyatukan para perantau yang memiliki kesibukan dan tinggal terpencar di berbagai wilayah.

Panitia bekerja cukup keras karena kehidupan di Jakarta membuat masing-masing orang sibuk dengan urusan keluarga dan pekerjaan. Tetapi semangat untuk berkumpul sangat besar,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, Permata Jaya juga mengangkat tema budaya Minang, “Rang Taeh Bakumpua Maota Malope Taragak”, yang bermakna orang-orang Taeh di perantauan berkumpul, berbincang, dan melepas rasa rindu.

Nur Ihklas juga mengapresiasi semangat kebersamaan masyarakat yang tetap berupaya menyelenggarakan kegiatan meskipun dengan keterbatasan dana melalui sistem gotong royong dan iuran bersama.

“Dengan dana yang minim dan hasil patungan bersama, acara sebesar ini akhirnya dapat terlaksana. Ini bukti semangat kebersamaan masyarakat kita masih sangat kuat,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung setiap tahun agar hubungan antarsesama perantau semakin erat, saling mengenal, serta saling membantu saat menghadapi kesulitan dan musibah.

Melalui Halal Bihalal ini, Permata Jaya ingin terus menjaga nilai persaudaraan, kebersamaan, dan budaya gotong royong sebagai identitas masyarakat Taeh di tanah rantau. Acara pun ditutup dengan suasana penuh keakraban serta hiburan budaya tradisional yang menambah hangat kebersamaan para peserta.

Continue Reading

Trending