JAKARTA — Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi gerakan kepemudaan sekaligus mengawal stabilitas nasional dan jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga akhir masa jabatan pada 2029.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Forum Strategis Pemantapan Gerakan Kepemudaan Nasional yang digelar DPP KNPI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (29/8).
Forum mengusung tema “Dengan Semangat 08, Kita Songsong Indonesia Emas” dan menjadi bagian dari refleksi HUT ke-53 KNPI serta peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Forum tersebut dihadiri ratusan perwakilan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) tingkat nasional serta jajaran pengurus DPD KNPI dari berbagai daerah.
Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama, S.H., dalam orasi politiknya meminta seluruh jajaran KNPI dari tingkat pusat hingga daerah memperkuat soliditas organisasi dan merapatkan barisan dalam menghadapi berbagai dinamika nasional.
Menurut Haris, pemuda harus mengambil peran aktif dalam menjaga stabilitas nasional dan memastikan pembangunan berjalan sesuai dengan kepentingan masyarakat serta agenda menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami mengajak seluruh elemen pemuda dari Sabang sampai Merauke untuk meleburkan perbedaan. Mari kita satukan energi demi satu tujuan bersama: membawa Indonesia bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi utama dunia,” ujar Haris di hadapan peserta forum.
Haris menegaskan terdapat empat hal utama yang menjadi arah gerakan KNPI ke depan.
Pertama, KNPI akan melawan penyebaran informasi menyesatkan, termasuk berita bohong atau hoaks, serta berbagai gerakan destruktif yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas nasional.
Kedua, seluruh elemen KNPI diminta melakukan pengawalan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto secara konsisten hingga akhir masa jabatan pada 2029.
Ketiga, jajaran KNPI di seluruh daerah didorong memperkuat soliditas dan mengambil peran aktif dalam mendukung program pembangunan nasional. Dukungan tersebut, kata Haris, harus diwujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat, mulai dari Papua hingga Maluku Utara.
Keempat, setiap kader KNPI diminta menjaga integritas serta memegang teguh garis perjuangan organisasi sebagai bagian dari tanggung jawab generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Kita harus menjadi bagian dari solusi, menjaga persatuan, dan memastikan energi anak muda diarahkan untuk kegiatan yang produktif,” katanya.
Selain membahas konsolidasi internal dan dinamika politik nasional, forum tersebut turut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
DPP KNPI mendorong terbangunnya sinergi yang lebih kuat antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah, khususnya dalam memperluas program pembinaan serta pemberdayaan pemuda.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap pengembangan ekonomi kreatif, kewirausahaan, serta penciptaan lapangan kerja baru bagi generasi milenial dan Gen Z.
KNPI menilai penguatan kapasitas pemuda menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, organisasi kepemudaan tidak hanya dituntut aktif dalam ruang sosial dan politik, tetapi juga mampu melahirkan inovasi serta menciptakan peluang ekonomi.
Melalui forum strategis tersebut, DPP KNPI kembali meneguhkan posisi organisasi sebagai ruang pembelajaran dan laboratorium kepemimpinan bagi generasi muda Indonesia.
KNPI juga mengajak media massa dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal berbagai gerakan positif pemuda serta mendorong generasi muda mengisi kemerdekaan melalui karya nyata, inovasi, dan kontribusi yang progresif bagi bangsa.
