Jakarta – Setelah tiga hari menjalani pelatihan, personel Korlantas Polri kini dibekali kemampuan pengoperasian kendaraan Kejahatan Lalu Lintas (Jatanlin), Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), hingga kendaraan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Pelatihan yang digelar sejak 16 September 2026 tersebut resmi ditutup pada Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Korlantas Polri meningkatkan kompetensi dan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan, khususnya dalam penanganan kecelakaan lalu lintas.

Kasubdit Laka Korlantas Polri Kombes Mario mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penguasaan kendaraan dan peralatan, tetapi juga pada peningkatan kompetensi personel.

“Yang utama adalah peningkatan kompetensi personel,” kata Kombes Mario.

Menurutnya, personel lalu lintas perlu memiliki kemampuan yang memadai agar dapat memberikan penanganan secara tepat ketika menghadapi berbagai kondisi di lapangan.

“Personel harus siap menghadapi berbagai situasi di lapangan,” ujarnya.

Selama pelatihan, personel mendapatkan materi dan praktik pengoperasian kendaraan Jatanlin, kendaraan PPGD, serta kendaraan olah TKP.

Ketiga kendaraan tersebut memiliki fungsi yang mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. Kendaraan Jatanlin digunakan untuk mendukung penanganan kejahatan lalu lintas, sementara kendaraan PPGD menunjang pemberian pertolongan pertama kepada korban. Adapun kendaraan olah TKP mendukung proses pengamanan dan pemeriksaan lokasi kejadian.

Kombes Mario berharap seluruh materi dan keterampilan yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas.

“Harapannya tentu bisa diterapkan dalam pelaksanaan tugas,” tutur dia.

Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan dapat mendukung personel dalam menangani berbagai persoalan lalu lintas secara profesional, termasuk memberikan pertolongan kepada korban serta melaksanakan proses penegakan hukum berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan di lapangan.

“Semoga apa yang sudah dilatihkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” jelas Kombes Mario.