JAKARTA – PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) menetapkan tiga strategi utama untuk memulihkan kinerja perusahaan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham. Strategi tersebut mencakup penataan portofolio investasi, penguatan tata kelola dan kepatuhan, serta pengembangan investasi strategis.
Dalam Public Expose Tahunan 2026 di Jakarta, Jumat (23/10/2026), manajemen POOL menegaskan penyelesaian laporan keuangan yang belum diaudit menjadi salah satu prioritas utama. Audit laporan keuangan untuk tahun buku 2023, 2024, dan 2025 ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Public expose tersebut menjadi yang pertama digelar setelah perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 September 2026.
Direktur Utama PT Pool Advista Indonesia Tbk, Teuku Johas Raffli, mengatakan Perseroan memiliki fondasi keuangan yang dinilai memadai untuk mendukung proses pemulihan, terutama dari sisi ekuitas dan rendahnya kewajiban.
“Perseroan memiliki fondasi yang sehat: ekuitas yang besar dan nyaris tanpa utang. Tugas kami adalah mengembalikan disiplin tata kelola dan pelaporan, lalu mengubah fondasi tersebut menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham,” ujar Teuku.
Ekuitas Capai Rp344,4 Miliar
Berdasarkan laporan per 30 Juni 2026, ekuitas konsolidasian POOL tercatat sebesar Rp344,4 miliar, sedangkan total liabilitas mencapai Rp9,8 miliar.
Sekitar 65 persen aset Perseroan berupa kas, portofolio efek, dan penyertaan langsung. Komposisi tersebut menjadi salah satu modal bagi manajemen untuk melakukan penataan investasi sekaligus mengoptimalkan kontribusi aset terhadap pendapatan.
Dari sisi kinerja, POOL mencatatkan kerugian sebesar Rp450 juta selama Januari hingga Juni 2026. Angka tersebut menurun dibandingkan kerugian Rp4,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan kerugian itu sejalan dengan langkah efisiensi beban usaha yang dilakukan Perseroan. Meski demikian, manajemen masih menghadapi pekerjaan penting untuk menuntaskan audit dan memulihkan ketertiban pelaporan keuangan guna memperkuat transparansi serta kepercayaan investor.
Penataan Portofolio Investasi
Pilar pertama strategi pemulihan adalah penataan portofolio investasi. Dalam langkah tersebut, POOL telah menandatangani Conditional Share Purchase Agreement terkait rencana penjualan 309 saham PT Pool Advista Finance Tbk (POLA).
Transaksi tersebut menggunakan dasar harga berdasarkan nilai buku yang didukung penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) independen. Informasi mengenai rencana transaksi telah disampaikan melalui keterbukaan informasi pada 8 Oktober 2026.
Setelah transaksi tersebut, POOL tetap menjadi pemegang saham pengendali POLA.
Dana hasil transaksi direncanakan ditempatkan secara hati-hati, antara lain pada Surat Berharga Negara (SBN). Selain itu, Perseroan akan mengoptimalkan portofolio efek yang telah dimiliki agar dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan investasi.
Langkah ini diarahkan untuk menata komposisi aset dan membangun sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan, dengan tetap mempertimbangkan risiko investasi serta kepentingan pemegang saham.
Audit Tiga Tahun Buku Dikebut
Pilar kedua adalah penguatan tata kelola dan kepatuhan. Dewan Komisaris telah menunjuk Kantor Akuntan Publik pada Oktober 2026 untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2023, 2024, dan 2025 secara paralel.
Manajemen menargetkan laporan keuangan auditan dapat diterbitkan pada Desember 2026. Setelah itu, Perseroan akan melanjutkan tahapan penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan memenuhi persyaratan untuk pembukaan suspensi perdagangan saham.
Penyelesaian kewajiban pelaporan keuangan ditempatkan sebagai prioritas utama Direksi dalam 12 bulan ke depan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari pembenahan tata kelola perusahaan, terutama dalam memastikan keterbukaan informasi dan kepatuhan terhadap ketentuan pasar modal.
Kembangkan Investasi Produktif
Pilar ketiga adalah pengembangan investasi strategis. POOL berencana memperluas penyertaan jangka panjang pada kegiatan usaha produktif untuk membangun sumber pendapatan berulang.
Setiap rencana investasi akan melalui kajian kelayakan dan persetujuan sesuai batas kewenangan yang berlaku. Manajemen menegaskan, seluruh langkah tersebut tetap berada dalam lingkup izin usaha Perseroan dan tidak disertai rencana perubahan bidang usaha.
Dengan pendekatan tersebut, Perseroan berupaya menyeimbangkan kebutuhan pemulihan jangka pendek dengan pengembangan sumber pendapatan untuk jangka panjang.
Susunan Pengurus Lengkap, Keterbukaan Informasi Diperkuat
Sejak RUPSLB pada 22 September 2026, susunan Direksi dan Dewan Komisaris POOL kembali lengkap. Manajemen menyatakan rapat Direksi telah berjalan dengan pembagian kewenangan yang mencakup strategi, keuangan, hukum, dan kepatuhan.
Fungsi Sekretaris Perusahaan serta kanal keterbukaan informasi juga telah aktif kembali. Perseroan telah menyampaikan rencana kerja dan rencana pemulihan pelaporan keuangan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Manajemen menyatakan setiap aksi korporasi material akan diumumkan melalui mekanisme keterbukaan informasi sesuai ketentuan OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
PT Pool Advista Indonesia Tbk merupakan perusahaan tercatat di BEI dengan kode saham POOL. Perseroan memiliki sejumlah entitas anak, yakni PT Pool Advista Finance Tbk (POLA), PT Pool Advista Aset Manajemen, dan PT Arkazh Mandiri Pratama.
Melalui tiga strategi tersebut, manajemen berharap pembenahan tata kelola, penyelesaian audit laporan keuangan, dan optimalisasi investasi dapat menjadi landasan pemulihan kinerja serta penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
