JAKARTA – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) menegaskan komitmennya memperkuat peran pemuda dalam pembangunan bangsa melalui transformasi gerakan kepemudaan berbasis masjid. Komitmen tersebut mengemuka dalam Resepsi Puncak Milad ke-49 BKPRMI yang digelar di Jakarta, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan yang dirangkai dengan penyerahan BKPRMI Award 2026 itu dihadiri Ketua DPD RI sekaligus Ketua Dewan Pembina DPP BKPRMI, Sultan Baktiar Najamudin. Momentum menjelang usia setengah abad organisasi tersebut menjadi ajang konsolidasi untuk memperkuat kontribusi kader pemuda dan remaja masjid dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Mengusung tema “Menyongsong Setengah Abad BKPRMI: Transformasi Gerakan Pemuda Remaja Masjid Menuju Indonesia Emas 2045”, peringatan milad ini menyoroti pentingnya persatuan nasional, pembinaan kader, serta penguatan peran masjid sebagai pusat pembangunan karakter generasi muda.

Dalam arahannya, Sultan Baktiar menekankan bahwa persatuan merupakan salah satu modal utama bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan global dan menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.

“Modal atau kekayaan yang besar di Indonesia adalah persatuannya,” ujar Sultan.

Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Indonesia perlu menjadi kekuatan untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat kehidupan berbangsa. Karena itu, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan sekaligus berkontribusi menghadapi berbagai tantangan menuju satu abad kemerdekaan Indonesia pada 2045.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi BKPRMI yang memiliki jaringan kader hingga tingkat daerah. Pembinaan pemuda berbasis masjid dinilai dapat menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai kebangsaan, membangun karakter, serta menyiapkan generasi penerus yang mampu berperan dalam kehidupan sosial dan pembangunan.

Selain penguatan wawasan kebangsaan, transformasi organisasi juga diarahkan pada peningkatan kualitas kader agar memiliki kapasitas kepemimpinan, profesionalisme, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman. Sinergi antara organisasi kepemudaan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk mendukung proses pembinaan tersebut secara berkelanjutan.

BKPRMI juga mendorong penguatan fungsi masjid agar tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi turut berperan sebagai ruang pendidikan karakter, pemberdayaan sosial, dan pengembangan ekonomi umat. Dengan pendekatan tersebut, masjid diharapkan dapat menjadi tempat tumbuhnya generasi muda yang religius, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Resepsi puncak Milad ke-49 dan penyerahan BKPRMI Award 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi menjelang usia setengah abad. Melalui transformasi gerakan pemuda dan remaja masjid, BKPRMI diharapkan terus memperluas kontribusinya dalam membangun generasi yang mampu menjaga persatuan, mengembangkan potensi daerah, dan mengambil bagian dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.