JAKARTA —  Liana Trisnawati menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) pada 2026. Kepemimpinannya berada dalam konteks penguatan peran badan usaha pelabuhan untuk mendukung efisiensi layanan kepelabuhanan dan meningkatkan daya saing sektor maritim Indonesia.

Liana Trisnawati menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) hadiri Musyawarah Nasional (Munas) IX APBMI yang digelar di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (28/10/2026), dengan mengusung tema “Meningkatkan Kemitraan APBMI dengan BUP Mewujudkan Ekosistem Kepelabuhanan yang Efisien dan Berdayaguna”.

ABUPI merupakan organisasi yang menaungi badan usaha pelabuhan dan berperan sebagai wadah komunikasi serta koordinasi para pelaku usaha di sektor kepelabuhanan. Keberadaan asosiasi ini menjadi bagian dari upaya mendorong terciptanya ekosistem pelabuhan yang efektif, kompetitif, dan mampu menjawab kebutuhan industri logistik.

Sektor kepelabuhanan memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia sebagai negara kepulauan. Pelabuhan tidak hanya berfungsi sebagai tempat bongkar muat barang, tetapi juga menjadi simpul penting dalam rantai pasok, distribusi komoditas, perdagangan antarpulau, serta kegiatan ekspor dan impor.

Karena itu, peningkatan efisiensi operasional pelabuhan menjadi salah satu faktor penting untuk menekan biaya logistik dan memperlancar arus barang. Sinergi antara badan usaha pelabuhan, pemerintah, operator terminal, perusahaan bongkar muat, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan.

Dalam konteks tersebut, ABUPI memiliki ruang untuk memperkuat komunikasi antarpelaku usaha sekaligus mendorong penyampaian aspirasi industri kepada pemerintah dan regulator. Kolaborasi yang terarah diharapkan dapat mendukung kepastian usaha, peningkatan pelayanan, serta pengembangan infrastruktur kepelabuhanan.

Tantangan industri pelabuhan ke depan juga mencakup digitalisasi layanan, integrasi sistem logistik, peningkatan produktivitas, serta penerapan prinsip tata kelola yang baik. Upaya menjawab tantangan tersebut membutuhkan kerja sama berkelanjutan agar pelabuhan Indonesia semakin mampu bersaing di tingkat regional maupun global.

Kepemimpinan Liana Trisnawati di ABUPI pada 2026 menjadi bagian dari dinamika organisasi dalam memperkuat kontribusi badan usaha pelabuhan terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Penguatan peran asosiasi dan kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat mendukung terwujudnya sistem kepelabuhanan yang efisien, berdaya saing, dan mampu menopang pertumbuhan perdagangan serta industri maritim Indonesia.