JAKARTA — Perusahaan jasa surveyor independen PT Triyasa Pirsa Utama memperkenalkan identitas baru sebagai Triasa Hijau dalam ajang pameran Minerba CONVEX 2026. Rebranding yang dilakukan pada 28 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari transformasi perusahaan untuk memperkuat layanan survei dan analisis mineral serta batu bara, sekaligus mendukung perkembangan energi hijau di Indonesia.
Direktur Sales dan Marketing PT Triyasa Persada Utama, Prasidio Mahandono, mengatakan perubahan identitas perusahaan tidak sekadar menyangkut nama dan tampilan, tetapi juga mencerminkan komitmen untuk menghadirkan layanan yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
“Per 28 Agustus lalu, kami melakukan full rebranding menjadi Triasa Hijau. Komitmen kami adalah mendukung gerakan green energy dengan terus berperan sebagai pihak surveyor independen yang berada di tengah-tengah antara pembeli dan penjual,” ujar Prasidio di sela-sela pameran Minerba CONVEX 2026.
Seiring perubahan identitas tersebut, Triasa Hijau mengusung slogan CETAR, singkatan dari Cepat, Tepat, Terpercaya. Slogan ini menjadi landasan perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan, menjaga independensi hasil pengujian, serta memperkuat kepercayaan para pelaku industri pertambangan.
Untuk mendukung peningkatan layanan, perusahaan juga memperkenalkan Halo CETAR, sebuah sistem digital yang dilengkapi fitur pelacakan kode (code tracking). Melalui sistem ini, pelanggan dapat memantau perkembangan pekerjaan analisis laboratorium maupun survei secara real-time, sehingga proses pemantauan layanan diharapkan menjadi lebih mudah, transparan, dan efisien.
Dari sisi operasional, Triasa Hijau menyediakan berbagai layanan, mulai dari analisis laboratorium, survei kelautan (marine survey), hingga pemeriksaan stockpile batu bara dan mineral. Layanan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan perusahaan pertambangan dalam memastikan kualitas, kuantitas, serta keandalan proses pemeriksaan komoditas.
Untuk memperluas jangkauan pelayanan, perusahaan memiliki jaringan operasional di sejumlah wilayah pertambangan. Jaringan tersebut mencakup cabang di Samarinda, Banjarbaru, Kendari, dan Prabumulih, serta subcabang di Batulicin. Perusahaan juga didukung fasilitas laboratorium pengujian di sejumlah daerah, termasuk Kutai Kartanegara dan Kutai Barat.
Keberadaan jaringan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan pelaku industri pertambangan di berbagai daerah, terutama dalam memperoleh layanan survei dan pengujian yang dekat dengan lokasi operasional.
Partisipasi Triasa Hijau dalam Minerba CONVEX 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan identitas baru kepada para pemangku kepentingan industri mineral dan batu bara nasional. Melalui penguatan layanan dan pemanfaatan teknologi digital, perusahaan berharap dapat meningkatkan daya saing serta mempertahankan perannya sebagai surveyor independen yang mengedepankan prinsip cepat, tepat, dan terpercaya.
Transformasi ini juga menandai upaya perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan industri pertambangan yang semakin menuntut efisiensi, transparansi, dan layanan berbasis teknologi, seiring meningkatnya perhatian terhadap praktik pertambangan yang berkelanjutan
