Connect with us

Hukum

Pengajuan PK Mantan Dirut Trans Jakarta Penuh Kezholiman

Published

on

JAKARTA – Peninjauan Kembali (PK) diajukan oleh Mantan Direktur Utama Transjakarta Donny Andy Saragih, atas Putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA). Itu disampaikan Eggi Sudjana selaku Kuasa Hukum Donny Andy Saragih. Menurutnya, pengajuan PK karena ada kekeliruan dari Majelis Hakim pada Persidangan Tingkat pertama, maupun pada saat kasasi.

Kita PK itu kewenangannya ada tiga hal penting. Pertama, ada alat bukti baru. Kedua, kekeliruan hukum. Maksudnya, penetapan pasal demi pasal yang keliru dan kehilafan hakim. Inilah yang kita masukkan dalam Peninjauan Kembali,” kata Eggi, Rabu (16/9/2020).di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Dijelaskan Eggi, ada kekeliruan hukum yang ditetapkan oleh majelis hakim, sehingga mantan Dirut Transjakarta divonis bersalah.

“Saya kasih contoh, mereka menggabungkan antara pasal penipuan dan pemerasan. Padahal, itu keliru secara hukum,” terang Eggi.

Lebih lanjut, Eggi juga menjelaskan, keliru itu secara substansi adalah pemerasan.
“Itu harus didahului adanya kekerasan dan adanya ancaman, itu baru disebut pemerasan.

Kalau penipuan, kebalikan dari ancaman. Oang menipu itu sikapnya baik baik kelihatannya, bukan nipu. Jadi, ada kontradiktif antara pemerasan dan penipuan, inilah kekeliruan dalam penerapan pasal,” tutur dia.

Menurut Eggi, Donny Andy Saragih merasa dizholimi oleh majelis hakim dan jaksa.
“Oleh karenanya, kami meminta Komisi Yudisial dan Badan Pengawas Mahkamah Agung untuk memeriksa para Majelis Hakim ini. Jadi, saya minta Badan Pengawas dari Mahkamah Agung dan juga KY. Awasi hakim hakim ini juga dari Komisi Kejaksaan, awasi jaksanya karena ini adalah jelas-jelas kezholiman dan tidak berperi kemanusiaan,” kata dia.

Majelis Kasasi menghukum Donny dan rekannya, yakni Porman Tambunan lebih berat dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjadi dua tahun penjara dari sebelumnya hanya setahun

Continue Reading

Hukum

BKPRMI Pematang Siantar Raih Penghargaan Nasional, Bukti Kolaborasi Positif dengan Pemerintah Daerah

Published

on

By

Jakarta — Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara, berhasil meraih penghargaan dalam agenda nasional BKPRMI sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan membangun kolaborasi aktif bersama pemerintah daerah.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh jajaran BKPRMI Kota Pematang Siantar yang dinilai mampu menjalankan berbagai program kepemudaan, keagamaan, dan pembinaan masyarakat dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Pematang Siantar.

Direktur Daerah LPP SDM BKPRMI Kota Pematang Siantar, Muhammad Iqbal, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang berhasil dibawa pulang oleh pihaknya.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa sinergi dan kolaborasi antara BKPRMI dengan pemerintah daerah mampu menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. Selama ini kegiatan-kegiatan yang kami jalankan mendapat dukungan dan support penuh dari Pemerintah Kota Pematang Siantar,” ujar Muhammad Iqbal.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari komitmen bersama dalam membangun program-program kepemudaan dan pembinaan generasi muda berbasis nilai keislaman serta sosial kemasyarakatan.

Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh DPW dan DPD BKPRMI di Indonesia untuk terus memperkuat hubungan dan kolaborasi dengan pemerintah daerah masing-masing.

“Harapan kami ke depan, BKPRMI terus maju dan semakin solid. Seluruh DPW maupun DPD se-Indonesia diharapkan mampu membangun kolaborasi yang baik dengan pemerintah daerah sehingga seluruh kegiatan organisasi mendapatkan dukungan positif dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Penghargaan ini sekaligus menjadi momentum penguatan peran BKPRMI sebagai organisasi kepemudaan masjid yang aktif membangun sumber daya manusia, karakter generasi muda, serta memperkuat kontribusi sosial di tengah masyarakat.

Continue Reading

Hukum

Konferensi Pers YUDHISTIRA, PURBA & PARTNERS Advocate And Legal Consuitants Law Office

Published

on

By

Sunter Lakeside Hotel Tbk Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Atas Kasus Penipuan dan penggelapan serta Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atas biaya perjanyan sewa-menyewa gedung Restoran oleh PT SRI MURUGAN INDONESIA.

JAKARTA – PT Sri Murugan Indonesia resmi melaporkan Direktur PT Hotel Sunter Lakeside-Jakarta, Daniel Hidajat ke Polda Metro Jaya atas tuduhan penipuan, penggelapan dan atau Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Laporan terdaftar dengan nomor LP/B/50091X/2022/POLDA METRO JAYA tanggal 30 September 2022. Sejumlah dokumen juga disertai dalam laporan itu sebagus

bahan bukti. Kuasa hukum pelapor, Jupryanto Purba menjelaskan, laporan ini terkait perjanjan adanya penggelapan atau penipuan atas dana yang telah diberikan oleh PT. SRI MURUGAN INDONESIA kepada PT Hotel Sunter Lakeside-Jakarta yang peruntukannya untuk pembayaran sewa sejak tanggal 1 Januari sampai dengan
tanggal 31 Desember 2022.

Bahwa penyerahan uang untuk sewa gedung diberikan oleh PT. SRI MURUGAN INDONESIA kepada PT Hotel Sunter Lakeside-Jakarta tanggal 27 Desember 2021 sebelum masa perjanjian berakhir, namun tiba-tiba sekitar bulan Maret PT. SRI MURUGAN INDONESIA menerima pemberitahuan dari PT Hotel Sunter LakesideJakarta bahwa untuk perjanjian sewa-menyewa untuk periode tanggal 1 Januari 2022 sampai dengan periode 31 Desember 2022 tidak mengakuinya, dengan alasan karena tidak ada perjanjian secara tertulis, namun PT Hotel Sunter Lakeside-Jakarta tidak mengembalikan pembayaran sewa yang telah dilakukan oleh PT. SRI MURUGAN INDONESIA.

Pihaknya menilai bahwa perbuatan PT Hotel Sunter Lakeside-Jakarta yang tidak mengakui bahwa pembayaran sewa yang dilakukan oleh PT. SRI MURUGAN INDONESIA bukanlah pembayaran perpanjangan sewa, dengan alasan tidak ada perjanjian perpanjangan sewa, akibat perseteruan antara PT Hotel Sunter LakesideJakarta dengan PT. SRI MURUGAN INDONESIA, pihak PT. SRI MURUGAN INDONESIA mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum kepada Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Bahwa tiba-tiba pada tanggal 29 September 2022 pada pagi hari pukul 02.00 PT Hotel Sunter Lakeside-Jakarta menutup secara paksa dengan menggembok pintu restoran tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu kepada PT. SRI MURUGAN INDONESIA, sehingga mengakibatkan pihak PT. SRI MURUGAN INDONESIA tidak
bisa memasuki restoran dan bahan-bahan makanan yang ada di restoran sampai saat ini tidak bisa diambil. Tindakan PT. Hotel Sunter Lakeside Jakarta pada malam hari tidak memiliki etikat baik dan perlaku itu adalah perilaku yang memalukan.

Continue Reading

Hukum

HUT RI ke-76 Lapas Bulak Kapal Berikan Remisi 766 Narapidana

Published

on

By

Kota Bekasi – Di masa pandemi Covid-19 ini lapas Bulak Kapal Kota Bekasi gelar kegiatan rutin memberikan remisi kepada narapidana bertepatan dengan hari kemerdekaan ulang tahun RI ke-76.

Sebanyak 766 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bekasi mendapatkan remisi dalam rangka HUT ke-76 Republik Indonesia. Sepuluh orang diantaranya langsung bebas.
“Jumlah secara keseluruhan total warga binaan pemasyarakatan disini terdapat 1.803 orang. Remisi pada 17 Agustus 2021 ini berjumlah 766 orang dan 10 orang yang mendapatkan pembebasan langsung,” ucap Kepala Lapas Kelas IIA Bekasi Hensah kepada wartawan, Selasa (17/08) siang.

Ia menyatakan pemberian remisi kepada warga binaan pemasyarakatan diantaranya memiliki beberapa syarat.
“Syarat utamanya adalah warga binaan pemasyarakatan berkelakuan baik dan tertib pada aturan yang berlaku di dalam lapas, Kemudian
narapidana itu minimal sudah menjalani masa tahanan selama 6 bulan. Lalu ketiga ada syarat administrasi lain yang ada di dalam lapas,” jelasnya

Selain itu,kata dia kemudian dari beberapa remisi yang diberikan, diantaranya memiliki remisi yang bervariatif yakni dimulai dari 1 bulan hingga 6 bulan.

Selama acara ini berlangsung tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, untuk mencegah terpapar Covid-19.

Continue Reading

Trending