Connect with us

nasional

Peringati HUT 1.Tahun BMI tema “Gelora Arunika Nusantara” Bersama Rakyat.

Published

on

Jakarta, – Dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang pertama. Bertempat di Sofyan Hotel, Jakarta Pusat, organisasi sayap Partai Demokrat Bintang Muda Indonesia (BMI) menutup peringatan tersebut dengan menggelar perayaan puncak, pada Kamis (25/2/2021).

Dalam kesempatan ini, Ketua Panitia perayaan Eben Eser Ginting menyampaikan, pada perayaan ulang tahun yang ke-1 ini BMI mengangkat tema “Gelora Arunika Nusantara” dan tagline #1TahunBMI BersamaRakyat.

“Arti dari tema tersebut adalah “Gejolak Terbitnya Cahaya Matahari Nusantara”. Melalui tema tersebut, BMI berharap dapat menjadi cahaya penerang bagi masa depan generasi penerus bangsa dan tanah air Indonesia,” tutur Eben.

Selanjutnya Eben menjelaskan, BMI juga mengangkat tagline #1TahunBMI BersamaRakyat. Melalui tagline tersebut, BMI ingin menegaskan bahwa kelahirannya adalah bagian dari kehendak rakyat khususnya anak-anak muda yang menginginkan adanya perbaikan bangsa Indonesia. Para anak muda yang melakukan pergerakan dalam rangka mempercepat terwujudnya cita-cita bangsa Indonesia yaitu hadirnya keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Sebagaimana yang kami tegaskan waktu pertama kali deklarasi satu tahun lalu. Bahwa sejak kelahirannya, BMI dikehendaki untuk menjadi organisasi yang memberi ruang bertemunya anak muda, tidak hanya pemuda kota, juga mereka yang lahir dari desa, dari daerah-daerah pelosok tanah air, pemuda yang lahir dari rahim seorang petani, buruh, dan nelayan, yang menyediakan dirinya untuk bekerja, berkolaborasi mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya,” terang Eben.

Selain itu, pada kesempatan yang sama Ketua Umum BMI Farkhan Evendi menegaskan bahwa kelahiran BMI dimaksudkan juga untuk membangun kader-kader muda yang ideologis serta memiliki militansi dan loyalitas tinggi terhadap organisasi dalam rangka mewujudkan cita-cita organisasi.

“BMI adalah bagian dari upaya Partai Demokrat untuk mendidik dan melahirkan kader-kader muda yang ideologis dan memiliki militansi serta loyalitas yang tinggi. Demi mengawal perjuangan organisasi menuju cita-cita luhur, sebagaimana yang telah digariskan oleh BMI dan Partai Demokrat,” tutur Farkhan.

Lebih jauh dari itu, Farkhan juga menyinggung dinamika yang terjadi pada Partai Demokrat akhir-akhir ini. Ia mengaskan bahwa adanya gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat akhir-akhir ini adalah bentuk penghiatan, tidak hanya terhadap kepemimpinan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tetapi juga penghianatan terhadap cita-cita luhur yang telah digariskan Partai Demokrat.

“Adanya gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat yang terjadi belakangan ini, kami tegaskan bahwa itu adalah bentuk penghianatan, tidak hanya pada ketum AHY, tetapi juga bentuk penghianatan terhadap cita-cita luhur yang telah digariskan oleh Partai Demokrat,” tegas Farkhan.

Untuk itu, lanjut Farkhan, dibawah kepemimpinannya, ia kembali mengaskan bahwa BMI solid mendukung setiap langkah AHY dalam menjaga kedaulatan dan martabat Partai Demokrat dari gangguan para penghianat.

“Disini kembali saya ingin tegaskan, bahwa BMI solid mendukung langkah Ketum AHY dalam menjaga kedaulatan dan martabat Partai Demokrat dari gangguan para penghianat. Tidak hanya itu, BMI juga siap pasang badan mengawal Ketum AHY untuk membersihkan para penghianat tersebut,” tegas Farkhan.

Akhirnya, Farkhan juga meminta agar oknum-oknum yang ia sebut sebagai barisan para penghianat partai tersebut segara di pecat. Agar para kader dan simpatisan yang sudah terhimpun, kembali fokus dan solid untuk menjadi satu kekuatan besar dalam rangka memperjuangkan harapan rakyat dan mengawal cita-cita luhur Partai Demokrat.

“Untuk itu, kami meminta agar barisan para penghianat tersebut segara di pecat. Agar para kader dan simpatisan yang sudah terhimpun hari ini, kembali fokus dan solid untuk menjadi satu kekuatan besar dalam rangka memperjuangkan harapan rakyat dan mengawal cita-cita luhur Partai Demokrat,” tutur Farkhan.

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan didampingi beberapa pengurus DPP Partai Demokrat.

Dalam sambutannya, AHY menyampaikan harapannya semoga BMI benar-benar bisa tumbuh menjadi organisasi yang merepresentasikan namanya, yaitu menjadi bintang muda yang mampu memberi energi positif, kreatifitas, dan keberanian.

“Saya mengucapkan terimakasih yang stinggi-tingginya kepada Ketua Umum BMI Cak Farkhan Evendi atas kesempatan ini, tentu juga diiringi dengan doa dan harapan semoga BMI benar-benar bisa seperti namanya. Organisasi yang melahirkan kader-kader muda yang memberi energi positif, kreatifitas dan keberanian, menyuarakan kebenaran dan memperjuangkan keadilan,” kata AHY.

Lebih jauh AHY menyampaikan kebanggaannya dan memberikan arahan agar BMI bisa terus konsisten menyebarkan gagasan dengan mengisi ruang publik utamanya media sosial dengan kegiatan yang positif.

“Saya bangga, BMI ini walaupun baru satu tahun sudah mampu berada di 16 provinsi, teruslah lakukan upaya untuk penguatan jejaring organisasi deberbagai provinsi lainnya. Tetapi yang saya ikuti juga, BMI tidak hanya melakukan konsolidasi di akar rumput tetapi juga mengisi ruang publik, mengisi media sosial dengan berbagai kegiatan yang serba positif. Itu bagus dan saya minta itu untuk terus ditingkatkan,” tutur AHY.

Selain itu, AHY juga memberi pesan agar BMI menjadi organisasi yang memiliki karakter dan kepribadian, karena itulah yang akan menjadikan organisasi mampu bertahan.

“Pesan saya yang terakhir, jadilah organisasi yang punya karakter dan kepribadian. Karena itulah yang akan membuat organisasi langgeng dan tidak akan terombang ambing oleh kepentingan pribadi semata,” pinta AHY

Selain itu dibacakan juga ikrar pernyataan dan kesetiaan kader BMI di seluruh tanah air:

ATAS NAMA SELURUH KADER BINTANG MUDA INDONESIA (ORGANISASI SAYAP PARTAI DEMOKRAT), DENGAN INI MENYATAKAN BAHWA :

1. SETIA DAN TUNDUK PATUH KEPADA PARTAI DEMOKRAT DAN KEPEMIMPINAN KETUA UMUM DPP PARTAI DEMOKAAT, BAPAK H. AGUS HARIMUKTI YUDHOYONO, M.SC., MPA., MA., SERTA KETUA MAJELIS TINGGI DPP PARTAI DEMOKRAT BAPAK, DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

2. BERTEKAD UNTUK MELAWAN SELURUH UPAYA PENGHIANATAN DAN MAKAR, SERTA GERAKAN INKONSTITUSIONAL LAINNYA YANG BERTENTANGAN DENGAN AD/ART DAN KODE ETIK PARTAI DEMOKRAT

3. BERTEKAD UNTUK BERSATU DAN SOLID DIBAWAH KEPEMIMPINAN KETUA UMUM DPP PARTAI DEMOKRAT BAPAK H. AGUS HARIMURTI YUDHOYONO, M.SC.,M.P.A.MA, (AHY) GUNA TERUS MEMBANGUN KEBESARAN PARTAI DEMOKRAT UNTUK TERUS MEMPERJUANGKAN HARAPAN RAKYAT DAN MEMENANGKAN PARTAI DEMOKRAT PADA PEMILU MENDATANG

4. BERSEDIA DAN SIAP MENGHANTARKAN KETUA UMUM DPP PARTAI DEMOKRAT BAPAK H.
AGUS HARIMURTI YUDHOYONO, M.SC.,M.P.A.MA, (AHY) MENJADI PEMIMPIN MASA DEPAN INDONESIA

Continue Reading

nasional

Said Iqbal dan Ferri Nuzarli Kembali Pimpin Partai Buruh Periode 2026–2031

Published

on

By

Jakarta —  Kongres Partai Buruh secara resmi kembali menetapkan Ir. H. Said Iqbal, M.E. sebagai Presiden Partai Buruh dan H. Ferri Nuzarli, S.E., S.H. sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh untuk masa jabatan periode 2026–2031.

Penetapan tersebut berlangsung dalam sidang kongres dan disambut antusias oleh seluruh peserta kongres dari berbagai daerah di Indonesia.

Presiden Partai Buruh, Ir. H. Said Iqbal, M.E., menyampaikan pidato penutupan Kongres Partai Buruh V yang digelar di Hotel Golden Boutique, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (22/01/26).

Pidato tersebut menegaskan sikap politik Partai Buruh terhadap berbagai isu strategis nasional, mulai dari demokrasi, reformasi institusi negara, hingga perlindungan rakyat pekerja.

Dalam pidatonya, Said Iqbal menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta kongres yang telah mengikuti rangkaian kegiatan sejak 20 hingga 22 Januari 2026. Ia menegaskan bahwa Kongres Partai Buruh V telah menghasilkan sejumlah keputusan penting yang menjadi pedoman perjuangan partai ke depan.

Salah satu keputusan utama kongres adalah penetapan kembali Ir. H. Said Iqbal, M.E. sebagai Presiden Partai Buruh dan H. Ferri Nuzarli, S.E., S.H. sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh untuk periode 2026–2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam sidang kongres dan disambut antusias oleh delegasi dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam aspek kebijakan nasional, Said Iqbal menegaskan penolakan Partai Buruh terhadap intervensi pemerintah atas independensi Bank Indonesia. Menurutnya, stabilitas moneter harus dijaga oleh bank sentral secara independen, sementara pemerintah fokus pada kebijakan fiskal dan kesejahteraan rakyat.

Selain itu, Kongres Partai Buruh V juga menegaskan sikap partai terkait reformasi kepolisian yang harus mengedepankan profesionalisme, jiwa sipil, humanisme, serta menjauhi pendekatan militeristik. Partai Buruh menilai reformasi kepolisian tidak boleh dimaknai sekadar pergantian pimpinan, melainkan pembenahan sistemik demi menjaga wibawa dan profesionalisme institusi Polri di bawah Presiden Republik Indonesia.

Dalam bidang demokrasi, Said Iqbal menegaskan penolakan Partai Buruh terhadap Pilkada tidak langsung dan menuntut agar Pilkada tetap dilaksanakan secara langsung oleh rakyat. Partai Buruh juga mendesak DPR RI dan pemerintah untuk segera membahas dan mengesahkan RUU Perampasan Aset, serta menuntaskan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) yang dinilai terlalu lama tertunda.

Terkait sistem pemilu, Partai Buruh mendorong revisi sistem pemilu yang lebih adil, termasuk penghapusan parliamentary threshold sesuai putusan Mahkamah Konstitusi, penyederhanaan verifikasi partai politik, serta pemberian dana pendidikan politik yang adil bagi partai parlementer maupun non-parlementer.

Dalam isu penegakan hukum, Said Iqbal menegaskan komitmen Partai Buruh terhadap pemberantasan korupsi dan mendesak penguatan kembali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar berfungsi seperti pada masa awal pembentukannya. Ia juga menyoroti berbagai kasus besar yang dinilai belum tuntas dan menuntut penegakan hukum yang tegas dan transparan.

Di akhir pidato, Said Iqbal menegaskan keberpihakan Partai Buruh terhadap UMKM, pedagang kecil, dan masyarakat adat, dengan menolak penggusuran, pajak yang memberatkan, kriminalisasi pelaku usaha kecil, serta perampasan tanah adat, khususnya di Papua, Kalimantan, dan wilayah Indonesia Timur lainnya.

“Partai Buruh akan terus berdiri bersama serikat-serikat buruh dan rakyat pekerja untuk memperjuangkan keadilan sosial, demokrasi, dan kesejahteraan,” tegas Said Iqbal menutup pidatonya.

Kongres Partai Buruh V menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, memperkuat konsolidasi, meningkatkan militansi kader, serta menegaskan Partai Buruh sebagai kekuatan politik rakyat pekerja menuju Pemilu 2029.

Continue Reading

nasional

*Mendagri Tito Ungkap Strategi Percepatan Penanganan Pascabencana Sumatra*

Published

on

By

Banda Aceh – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan beberapa strategi yang perlu dilakukan untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatra. Hal itu disampaikannya  saat Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR RI dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra di Kota Banda Aceh, Aceh, Sabtu (10/1/2026).

Diketahui, saat ini Mendagri Tito ditugaskan Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Di awal penugasannya, Tito langsung tancap gas menggelar rapat pemetaan dan verifikasi kondisi terkini pascabencana di 52 kabupaten/kota bersama pihak-pihak terkait.

Mendagri menyampaikan, pemerintah telah melakukan pemetaan kondisi pemulihan di 52 kabupaten/kota terdampak pada tiga provinsi, yakni Aceh, Sumut, dan Sumbar. Pemetaan tersebut membagi daerah ke dalam tiga kategori, yakni daerah yang sudah normal, setengah normal, dan belum normal. Langkah ini juga melibatkan partisipasi daerah terdampak sehingga data yang diperoleh sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Sehingga kita bisa menerapkan strategi ke mana kita akan [bergerak melakukan penanganan],” ujar Mendagri.

Berdasarkan hasil rapat dan peninjauan lapangan, Mendagri menekankan beberapa langkah prioritas. Pertama, percepatan pembersihan lumpur di kawasan permukiman dan aliran sungai. Menurutnya, pengerahan tambahan personel TNI dan Polri sangat dibutuhkan agar pekerjaan dapat dipercepat sebelum memasuki Ramadan.

Selain dari TNI dan Polri, dukungan penambahan personel juga dapat dilakukan oleh sekolah kedinasan dengan menugaskan mahasiswanya. Langkah ini seperti yang dilakukan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penyebaran personel tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah terdampak.

“Ini kalau bisa dikeroyok rame-rame, tambahan Polri, TNI, kemudian sekolah kedinasan, bergerak semua, mobilisasi itu dilakukan, saya sangat yakin sekali daerah-daerah yang banyak lumpur ini itu akan segera bersih, termasuk sampai ke rumah-rumah,” tegasnya.

Kedua, Mendagri menekankan perlunya aktivasi kembali pemerintahan daerah salah satunya melalui percepatan penyaluran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Mendagri menjelaskan bahwa pihaknya telah menerbitkan surat edaran yang memungkinkan daerah melakukan perubahan APBD secara cepat. Ia juga mencontohkan penyaluran dana transfer ke Aceh Tamiang yang dilakukan tanpa menunggu seluruh syarat administrasi.

“Mekanisme kecepatan seperti ini, ini sangat diperlukan di daerah-daerah terdampak ini. Jadi [daerah terdampak] punya modal,” jelasnya.

Ketiga, penguatan dukungan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. Mendagri mendorong optimalisasi bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan, dan bantuan lainnya untuk menjaga daya beli masyarakat. Ia menilai, bantuan tersebut penting untuk menggerakkan kembali aktivitas ekonomi termasuk bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Kalau mereka diberikan apa namanya itu, bantuan [seperti] BLT (Bantuan Lansung Tunai), itu otomatis mereka punya daya beli. Ini akan terjadi putaran uang,” ujarnya.

Selain itu, Mendagri menyoroti pentingnya percepatan perbaikan akses darat, pengurangan jumlah pengungsi di tenda melalui penyediaan hunian sementara (huntara), serta validasi data kerusakan rumah agar bantuan dapat segera disalurkan. Ia juga menekankan perlunya operasi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi hujan yang dapat menghambat proses pemulihan, khususnya di wilayah hulu seperti Gayo Lues.

Di lain sisi, Mendagri menyampaikan rencananya untuk menggelar rapat teknis lanjutan dengan para kepala daerah di wilayah Aceh untuk menghimpun berbagai data yang perlu direspons oleh Satgas. Dirinya juga bakal meninjau daerah terdampak di Aceh seperti Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Peninjauan juga bakal dilakukan ke daerah terdampak di wilayah Sumut dan Sumbar. “Makin detail [datanya] kita akan makin tepat [penanganannya], kita mau bergerak,” pungkasnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Satgas DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurizal, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta pejabat terkait lainnya.

Puspen Kemendagri

Continue Reading

nasional

Gerak Cepat, Mendagri Bahas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra

Published

on

By

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi menugaskan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Menindaklanjuti itu, Mendagri bergerak cepat menggelar pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Ketua Satgas Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis (8/1/2026). Pertemuan ini membahas berbagai perkembangan penanganan bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra. Forum ini juga sebagai upaya untuk memetakan langkah percepatan rehabilitas dan rekonstruksi pascabencana

“Intinya adalah kita membaca atau memetakan situasi saat ini, setelah tanggap darurat beberapa daerah ada yang sudah selesai, ada juga yang masih melanjutkan tanggap darurat untuk 15 hari ke depan,” ujar Mendagri dalam keterangannya kepada media massa usai pertemuan.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Mendagri menyampaikan, dari 52 kabupaten/kota terdampak di tiga provinsi, sebagian besar daerah telah menunjukkan kemajuan signifikan. Pemulihan ditandai dengan berfungsinya roda pemerintahan daerah, pulihnya konektivitas jalan utama, kembalinya layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan, serta mulai bergeraknya aktivitas ekonomi masyarakat.

Kendati demikian, dirinya menyadari masih terdapat sejumlah daerah yang membutuhkan perhatian khusus agar mampu segera pulih. Di Provinsi Aceh, kata dia, dari 18 kabupaten/kota terdampak, 11 daerah dinyatakan telah berangsur normal, sementara tujuh lainnya masih menjadi fokus penanganan lanjutan. Kondisi serupa juga terjadi di Sumut dan Sumbar. Meski mayoritas daerah terdampak telah memasuki fase pemulihan, tapi beberapa wilayah tertentu di dua provinsi tersebut tetap mendapat perhatian khusus sesuai tingkat dampak bencana.

Mendagri menambahkan, pemerintah terus memastikan pemulihan infrastruktur dasar, khususnya jaringan jalan nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota. Hampir seluruh ruas jalan nasional di tiga provinsi tersebut telah kembali terhubung. Sementara perbaikan jalan non-nasional terus dikerjakan secara bertahap oleh Kementerian PU bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah (Pemda).

Pada sektor pelayanan dasar, Mendagri memastikan seluruh rumah sakit umum daerah di kabupaten/kota terdampak telah kembali beroperasi. Pemerintah pusat juga terus mendukung pemulihan fasilitas kesehatan, pendidikan, serta sarana pemerintahan hingga tingkat desa agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

Terkait penanganan pengungsi, Mendagri menekankan pentingnya percepatan pendataan rumah rusak sebagai dasar penyaluran bantuan stimulan perumahan. Pemerintah meminta daerah agar segera menyampaikan data secara bertahap tanpa menunggu seluruh pendataan selesai. “Yang ada dulu dikumpulkan, jadi kita istilahnya datanya data bergelombang, data bertahap,” tegas Mendagri.

Sebagai bagian dari penguatan tata kelola pemulihan, Satgas akan membentuk posko nasional di Jakarta dan Banda Aceh yang berfungsi sebagai pusat koordinasi, pengendalian, dan informasi. Posko tersebut juga akan menjadi media center untuk menyampaikan perkembangan penanganan pascabencana secara berkala kepada publik.

“Kami akan berangkat ke Aceh untuk melakukan rapat koordinasi yang lebih teknis lagi … saya juga nanti akan ke Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” jelas Mendagri.

Puspen Kemendagri

Continue Reading

Trending