Jakarta – Puluhan ribu orang memadati Lapangan Sepak Bola terbuka Gedong Pasar Rebo, Jakarta Timur, untuk mengikuti kegiatan perayaan HUT ke-17 Global Islamic School (GIS)
“Harapan pendidikan di Indonesia, yang jelas guru harus berkualitas untuk mendidik anak-anak kita menghadapi masa depan bangsa. Tapi kalau guru sekarang apa adanya, nah itu yang menjadikan tantangan bagi kita bersama untuk benahin itu.”
DALAM rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17, Perguruan Global Islamic School (GIS) mengadakan suatu kegiatan bertajuk GIS 17th Ekstravaganza di Lapangan Sepak Bola terbuka Gedong Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (17/3/2019).
Adapun kegiatan HUT GIS ke-17 tersebut berisikan jalan sehat, temu alumni, bazaar, dan pentas seni yang diikuti sekitar 20.000 peserta yang mencakup murid dan orang tua murid GIS, para guru, dan karyawan GIS dan warga di sekitar wilayah Condet, Jakarta Timur.
Untuk memeriahkan acara, tak lupa pihak sekolah menghadirkan ragam hadiah doorprize mulai dari sepeda motor, elektronik, hingga Umroh.
Buyar Winarso Pendiri Perguruan Global Islamic School menjelaskan, bahwa perayaan HUT Global Islamic School ke-17 ini merupakan bentuk rasa syukur dari pihak sekolah yang dari awal berdiri hingga sekarang terus berkembang.
• Edukasi Serentak di 11 Perguruan Tinggi dengan Rekor Peserta Terbanyak
• Ijazah saja tidak Cukup, Ini yang Diminta Menristekdikti pada Lulusan Perguruan Tinggi
Puluhan ribu orang memadati Lapangan Sepak Bola terbuka Gedong Pasar Rebo, Jakarta Timur, untuk mengikuti kegiatan perayaan HUT ke-17 Global Islamic School (GIS), Minggu (17/3/2019) pagi. (Warta Kota/Mochammad Dipa)
“Intinya kita ada rasa syukur yang buat lembaga ini mudah-mudahan bisa berkembang terus. Awal dari adanya GIS yang belokasi di Condet ini cuma tanah dengan 5.000 meter persegi, sekarang (luasan sekolah) sudah 3 hektar, rasa syukur itulah tiap tahun kita adakan, meski tidak sebesar seperti saat ini,” ungkap Buyar Winarso kepada Wartakotalive.com,Minggu (17/3) pagi.
Kualitas guru
Buyar menyebutkan untuk pola pendidikan yang diterapkan oleh Perguruan GIS, pada intinya hampir sama dengan sekolah lainnya.
Hanya saja, Perguruan GIS lebih menekankan kepada kualitas guru yang dapat komunikatif dengan siswa dan mampu mengikuti perkembangan zaman, salah satunya mempersiapkan siswa menuju era Industry 4.0 yang tengah digencarkan oleh pemerintah.
Buyar Winarso Pendiri Perguruan Global Islamic School saat ditemui di acara GIS 17th Ekstravaganza di Lapangan Sepak Bola terbuka Gedong Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (17/3/2019). (Warta Kota/Mochammad Dipa)
“Kita ikutin perkembangan setiap saat, contoh kita rekrut guru agama yang harus bisa berbahasa inggris, itu salah satu contohnya. Guru juga harus mampu ikutin era sekarang mulai dari bahasa hingga teknologi,” ungkap Buyar.
Ia juga mengatakan bahwa kunci utama dalam memajukan pendidikan di Indonesia adalah memiliki guru yang berkualitas dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Harapan pendidikan di Indonesia, yang jelas guru harus berkualitas untuk mendidik anak-anak kita menghadapi masa depan bangsa.
