JAKARTA — Universitas Sahid (Usahid) menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara bedah dan peluncuran buku “Transisi Energi”, sebuah karya akademis dan reflektif yang ditulis oleh Natalis dan Arnanto. Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan nasional, akademisi, hingga perwakilan BUMN.
Dalam sambutannya, Anggota Komisi XII DPR RI, Dr. Bambang Patijaya, menyampaikan apresiasinya atas terbitnya buku ini. Bambang menilai buku tersebut sangat relevan dan dibutuhkan sebagai panduan serta peta jalan transisi energi di Indonesia.
Ia menekankan bahwa transisi energi merupakan keniscayaan yang berkaitan erat dengan isu global yang lebih besar, yakni perubahan iklim.
Menurutnya, dampak perubahan iklim dan bencana alam sering kali menelan korban lebih besar dibanding peperangan, di mana faktor utamanya adalah lambatnya proses transisi ke energi bersih.
”Semangat transisi energi adalah mengurangi emisi dan karbon demi menuju target Net Zero Emission Indonesia tahun 2060.
Saat ini di Komisi XII, kami juga sedang membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Iklim. Regulasi dan peta jalan energi bergerak sangat dinamis, sehingga kehadiran buku ini diharapkan bisa memberikan arah dan panduan yang konkret,” tegas Bambang Patijaya.
Sementara itu, Rektor/Perwakilan Universitas Sahid, Bernad Hasibuan, S.Pd., M.MSi., menyambut hangat para tamu undangan dan menegaskan komitmen Usahid dalam mendukung iklim akademis yang kolaboratif. Bernad menyampaikan bahwa transisi energi bukan sekadar isu teknologi atau pengurangan emisi semata, melainkan melibatkan dimensi kebijakan, investasi, lingkungan, hingga kesiapan sumber daya manusia.
”Transisi energi membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Kami berharap buku ‘Transisi Energi’ ini tidak berhenti hanya sebagai referensi akademis di perpustakaan, melainkan menjadi pemantik dialog, pemikiran konstruktif, serta rekomendasi kebijakan bagi perjalanan energi Indonesia yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan,” ujar Bernad Hasibuan.
Acara peluncuran buku ini turut dihadiri oleh jenderal dan pengurus IKAL Lemhannas, anggota DPD RI Bahar Buasan, anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Jon Nuberri, perwakilan PT PLN (Persero), Purnomo Yusgiantoro Center, serta civitas akademika dan alumni.
