Connect with us

Hukum

Nasabah Korban Pembobolan Rekening Bank

Published

on

Jakarta – Sering kita membaca atau mendengar nasabah bank yang menjadi korban orang yang tidak bertanggung jawab, dimana uang yang disimpan di bank hilang dengan banyaknya transaksi yang tidak wajar serta tidak dilakukan oleh pemilik rekening bank itu sendiri.

Seperti yang dialami oleh Ilham Bintang nasabah Bank Commonwealth di Jakarta.Uangnya telah dicuri dengan 94 kali transaksi, juga pembobolan terjadi atas kartu kredit BNI, kartu kredit BCA dan Citibank miliknya.

Mengenai kasus ini, Ilham Bintang telah memberi kuasa hukumnya kepada pengacara Elza Sjarief, S.H, M.H

Ilham Bintang melalui kuasa hukumnya Elza Sjarief mengatakan, bahwa dirinya tidak hanya bermaksud sekedar untuk mengganti kerugian secara materiil maupun imateriil tetapi bagaimana Pemerintah dapat membuat regulasi.

“Maksud dan kebaikan dari Pak Ilham, tidak hanya untuk mengganti kerugian secara materiil ataupun imateriil tetapi agar Pemerintah tertarik untuk membuat regulasi untuk meminimalisir kerugian dari nasabah,” urai Elza Sjarief kepada para awak media di kantornya Jalan Latuharhari, Menteng Jakarta Selatan Jumat (31/01/2020)

Pembobolan ini bisa terjadi dikarenakan adanya seseorang yang mengaku bernama Ilham Bintang, pada hari Jumad 3 Januari 2020 pukul 21.02 WIB mendatangi gerai Indosat Bintaro Xchange meminta sim card Ilham Bintang dengan alasan sim cardnya rusak dan petugas pun meluluskan permintaan orang itu.

Peristiwa 3 menit itu dampaknya sangat luar biasa, pada tanggal 4, 5 dan 6 Januari 2020 terjadi pencurian uang di rekening Ilham Bintang di Commonwealth Bank dalam mata uang Dollar Australia (AUD) sejumlah 25.286 AUD dan Indonesia (IDR) sejumlah Rp. 40.000.000 yang totalnya sekitar Rp. 290.000.000 (Dua ratus sembilan puluh juta rupiah). Uang tersebut dikirim oleh pelaku ke beberapa rekening Bank dan Uang Eletronik dengan 94 kali transaksi.

Lalu pada tanggal 7 dan 8 Januari 2020 terungkap pula pembobolan kartu kredit BNI sebesar Rp. 85.600.000 (Delapan puluh lima juta enam ratus ribu rupiah), pada kartu kredit Citibank terjadi 5 kali transaksi senilai Rp. 31.000.000 (Tiga puluh satu juta rupiah), namun Citibank segera memblokir kartu kreditnya karena mencurigai transaksi tersebut. Di hari yang sama kartu kredit BCA milik Ilham Bintang juga dibobol dengan nilai transaksi Rp. 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah).

Lalu pada tanggal 16 Januari 2020, Ilham Bintang memberi kuasa hukum kepada pengacara Elza Sjarief dan keesokan harinya melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya dan sudah membuat Berita Acara Pemeriksaan pada 22 Januari 2020.

Pada tanggal 24 Januari 2020 Ilham Bintang telah membuat pertemuan dengan pihak Commonwealth Bank yang diprakarsai oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam pertemuan tersebut pihak Commonwealth Bank tidak mengaku bersalah dan pihaknya merasa sudah melakukan sesuai dengan prosedur atau SOP.

Yang sangat disesalkan oleh Ilham Bintang yaitu kenapa pihak Commonwealth Bank tidak menghubunginya bila telah terjadi transaksi yang mencurigakan dan tidak wajar telah terjadi.

Ilham Bintang juga heran mengapa sampai hari itu, pihak Indosat dan Commonwealth Bank tidak melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib, padahal pelaku tindak pidana itu jelas-jelas membobol sistem Indosat dan Commonwealth Bank sehingga dirinya harus menderita kerugian ratusan juta rupiah.

Continue Reading

Hukum

HUT RI ke-76 Lapas Bulak Kapal Berikan Remisi 766 Narapidana

Published

on

By

Kota Bekasi – Di masa pandemi Covid-19 ini lapas Bulak Kapal Kota Bekasi gelar kegiatan rutin memberikan remisi kepada narapidana bertepatan dengan hari kemerdekaan ulang tahun RI ke-76.

Sebanyak 766 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bekasi mendapatkan remisi dalam rangka HUT ke-76 Republik Indonesia. Sepuluh orang diantaranya langsung bebas.
“Jumlah secara keseluruhan total warga binaan pemasyarakatan disini terdapat 1.803 orang. Remisi pada 17 Agustus 2021 ini berjumlah 766 orang dan 10 orang yang mendapatkan pembebasan langsung,” ucap Kepala Lapas Kelas IIA Bekasi Hensah kepada wartawan, Selasa (17/08) siang.

Ia menyatakan pemberian remisi kepada warga binaan pemasyarakatan diantaranya memiliki beberapa syarat.
“Syarat utamanya adalah warga binaan pemasyarakatan berkelakuan baik dan tertib pada aturan yang berlaku di dalam lapas, Kemudian
narapidana itu minimal sudah menjalani masa tahanan selama 6 bulan. Lalu ketiga ada syarat administrasi lain yang ada di dalam lapas,” jelasnya

Selain itu,kata dia kemudian dari beberapa remisi yang diberikan, diantaranya memiliki remisi yang bervariatif yakni dimulai dari 1 bulan hingga 6 bulan.

Selama acara ini berlangsung tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, untuk mencegah terpapar Covid-19.

Continue Reading

Hukum

Petugas Lapas Serang Berhasil Gagalkan Penyeludupan Handphone ke Dalam Nasi

Published

on

By

Serang – Dilarangnya membawa alat komunikasi untuk diberikan pada Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Serang tak membuat pengunjung yang satu ini kehilangan akal.

Berbekal kelihaiannya dengan trik memasukan Handphone di dalam nasi, ia dengan santainya memasukan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan

Beruntung, petugas P2U Lapas Kelas IIA Serang Agus Andi Pratama dan Agustyana berhasil menggagalkan aksi tersebut. kamis.(4/03/2021)

Untuk selanjutnya hal ini untuk dapat di pahami oleh seluruh pengunjung bahwasanya tak di perkenankan untuk membawa masuk alat komunikasi dalam bentuk apapun, termasuk Handphone.

Salah satu Petugas P2U Lapas Serang Agus Andi Pratama menjelaskan bahwa awalnya Pengunjung tersebut yang berinisial YL masuk ke Lapas Serang untuk menitipkan makanan kepada salah seorang WBP an. Andre Saputra Kamar A8. Kejadian itu berlangsung sekitar 15:40.

“Saat kami gledah barang tersebut, kami mendapatkan 1 Handphone merek Nokia dan Charger yang disembunyikan di dalam bungkusan nasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Serang Heri Kusrita mengungkapkan bahwa sejauh ini pihaknya tidak memberikan toleransi kepada siapapun yang berusaha melanggar peraturan.

“Kami langsung sita barang tersebut, dan memberikan himbauan kepada para petugas dan pengunjung untuk tidak coba-coba melanggar aturan di Lapas Serang,” tegas Heri Kusrita.

Continue Reading

Hukum

Kejari Kabupaten Bogor Lakukan Penangkapan Terhadap M. Husni

Published

on

By

Bogor, – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor melakukan penangkapan terhadap terpidana H. M. Husni di kediaman nya di Jalan Cimanggu Bogor, Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, Kamis (18/02/21).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor, Munaji S.H, M.H melalui Kasi Intel, Juanda, S.H, M.H. menjelaskan, Penangkapan berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Cibinong Nomor : 513/Pid.B/2018/PN.Cbi tanggal 18 Maret 2019 Jo Putusan Pengadilan Tinggi Nomor : 122/PIDSUS/2019/PT.BDG tanggal 18 Juni 2019 Jo Putusan Mahkamah Agung Nomor : 1044 K/Pid/2019 tanggal 18 Nopember 2019.

“Yaitu menyatakan, Bahwa Terdakwa H.M.Husni terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan maksud menguntungkan diri sendiri secara melawan hukum dengan maksud yang sama, menyewakan tanah dengan hak tanah yang belum bersertifikat padahal diketahui bahwa orang lain yang mempunyai atau turut mempunyai hak atas tanah tersebut,” ucapnya.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada Terdakwa H.M.Husni dengan pidana penjara selama 8 (delapan) bulan penjara dan membebani dengan biaya perkara sebesar Rp.2.500,00 (dua ribu lima ratus rupiah),” lanjutnya.

Juanda menegaskan, bahwa pelaksanaan kegiatan Tim Tangkap Buronan (Tabur) ini sebagai wujud pelaksanaan program Intelijen Kejaksaan Agung dalam rangka mengurangi tunggakan terpidana yang belom di eksekusi dan telah berkuatan hukum tetap sehingga proses penuntutan dalam berjalan secara tuntas dan sempurna

“Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor menghimbau kepada para terdakwa yg telah ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap agar segera dengan sukarela menyerahkan diri untuk bisa melaksanakan putusan pengadilan tanpa harus dijemput oleh tim tabur Kejari Kabupaten Bogor,” tutupnya

Continue Reading

Trending