Jakarta – Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional (GP. Jamu) melaksanakan musyawarah Nasional (MUNAS) VIII pada Kamis-Jumat, 20-21 Februari 2020 di The Acacia Hotel Resort, Jakarta Pusat.

Jamu asal Indonesia diusulkan untuk mendapat pengakuan dunia sebagai warisan budaya asli Tanah Air ke ujar Ibu Martha Tillar (sesepuh) yang di dampingin Ketua Umum Ibu Dwi Rani Pertiwi

“Kami sudah membicarakan dan membahas hal ini dengan pemerintah melalui pihak terkait katanya di Munas GP Jamu ke VIII Kamis (20/2).

Ibu Mattha Tillar mengatakan pihaknya terus memperjuangkan agar jamu-jamu yang berakar dari budaya asli masyarakat Indonesia memperoleh pengakuan dunia sebagai warisan kebudayaan dunia dari

“Jamu ini menunjukkan keberadaban bangsa kita karena setiap bangsa yang beradab pasti mempunyai jamu sehingga ini pantas untuk dijadikan warisan budaya dunia,” ujarnya

Sementara Ibu Wirani menambahkan jamu asal Indonesia tidak ada tandingannya di dunia hanya saja rasa kepemilikan dan kebangsaan bangsa Indonesia sendiri masih sangat rendah terhadap jamu tradisional.

“Kalau dibandingkan dengan negara lain kita lebih unggul terutama dari sisi keberagaman. katanya.

Untuk mewujudkan jamu sebagai warisan dunia, maka perlu keterlibatan aktif semua pemangku kepentingan baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah hingga seluruh kalangan masyarakat (red)