Connect with us

TNI / Polri

Tim Pusterad Mabes TNI AD, Kunjungi Korem 071/Wijayakusuma

Published

on

Banyumas, Karyapost.com – Tim Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) Mabes TNI AD, melaksanakan kunjungan kerja ke Makorem 071/Wijayakusuma, Rabu (18/3/2020).

Kunjungan Pusterad kali ini dalam rangka mensosialisasikan Petunjuk Teknis Bakti TNI Tahun 2020 dengan tujuan untuk memberikan gambaran tentang penyelenggaraan program bakti TNI dalam rangka mendukung tugas pembinaan teritorial (Binter) TNI AD, dalam penyelenggaraan kegiatan bakti TNI yang dilaksanakan satuan jajaran Korem 071/Wijayakusuma.

Ketua tim yang dipimpin Kabagdokturjuk Sdirbinsismet Pusterad Letkol Inf Tarmuji dalam sambutanya menyampaikan, Pusterad adalah badan pelaksana pusat di tingkat Mabesad yang berkedudukan di bawah Kasad Memiliki tugas pokok menyelenggarakan pembinaan Fungsi teknis teritorial di lingkungan Angkatan Darat.

Dikatakan, untuk menjalankan tugas pokoknya, Pusterad menyelenggarakan Fungsi-fungsi diantaranya Pembinaan Teritorial, Pembinaan Sistem dan metode, Pembinaan pendidikan dan latihan, Pembinaan pengkajian dan pengembangan, Intelijen teritorial.

“Berkaitan dengan salah satu fungsi yang dijalankan Pusterad di bidang pembinaan sistem dan metode pada tahun 2019 telah merevisi petunjuk bidang teritorial yang meliputi, buku petunjuk induk tentang pembinaan teritorial peraturan Kasad Nomor Perkasad/106/XIl/2011 Tanggal 7 Desember 2011 direvisi menjadi petunjuk induk tentang teritorial dan telah disahkan dengan Keputusan Kasad Nomor Kep/1069/Xll/2019 Tanggal 2 Desember 2019”, ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya. Buku petunjuk teknik tentang bakti TNI Peraturan Kasad Nomor Perkasad/ 36-02/ xu/2012 Tanggal 27 Desember 2012 direvisi menjadi Petunjuk Teknis tentang Bakti TNI dan telah disahkan melalui Keputusan Kasad Nomor Kep/762 Vlll/2019 Tanggal 5 Agustus 2019.

Diterangkan, petunjuk teknis bidang teritorial harus direvisi karena dihadapkan dengan adanya tantangan tugas serta perkembangan masyarakat yang semakin modern. “Doktrin dan hakikat ancaman yang mungkin timbul tentunya akan mempengaruhi penyelenggaraan pembinaan teritorial di wilayah, karena itu perlu adanya langkah-langkah yang konkrit agar pelaksanaan pembinaan teritorial dapat berjalan optimal sesuai dengan tujuan dan sasaran yang di harapkan”, paparnya.

Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., yang diwakili Kasrem 071/Wijayakusuma Letkol Inf Heri Sumitro, S.Pd., menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim Pusterad di Makorem 071/Wijayakusuma serta menyampaikan terima kasih atas terselenggarakannya sosialisasi ini, semoga apa yang disampaikan berguna dan bermanfaat bagi satuan.

“Pahami dengan benar isi materi yang akan disampaikan dan tanyakan hal-hal yang sekiranya belum dimengerti sehingga bekal yang diperoleh dapat disosialisasikan dan ditransformasikan kembali kepada satuan”, ungkapnya.

Continue Reading

TNI / Polri

Polda Metro Jaya Siagakan 4.131 Personel Layani Aksi Penyampaian Pendapat di Jakarta

Published

on

By

Jakarta,  – Polda Metro Jaya menyiapkan 4.131 personel gabungan untuk melayani aksi penyampaian pendapat sejumlah elemen masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Kamis (18/6/2026).

Personel akan ditempatkan di sejumlah titik kegiatan, antara lain area Monas, Bundaran HI/Dukuh Atas, Gedung DPR/MPR RI, serta Gedung Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif.

“Polda Metro Jaya menyiapkan 4.131 personel gabungan untuk melayani dan mengamankan kegiatan penyampaian pendapat masyarakat. Kehadiran personel di lapangan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,” ujar Kombes Budi.

Adapun personel yang dilibatkan terdiri dari unsur Polda Metro Jaya sebanyak 2.359 personel, jajaran Polres sebanyak 372 personel, serta BKO sebanyak 1.400 personel. Unsur BKO tersebut meliputi TNI sebanyak 200 personel, Korbrimob sebanyak 900 personel, dan Korsabhara sebanyak 300 personel.

Sejumlah elemen masyarakat dijadwalkan menyampaikan aspirasi di beberapa lokasi. Di area Monas diperkirakan terdapat massa dari sejumlah organisasi kemahasiswaan dan masyarakat. Sementara itu, massa lainnya direncanakan berada di kawasan Bundaran HI/Dukuh Atas dan Gedung Kemenaker RI.

Lebih lanjut Kombes Budi menjelaskan, pola pelayanan dan pengamanan dilakukan secara preemtif, preventif, serta penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran. Petugas juga disiagakan untuk pengaturan arus lalu lintas, pengamanan objek, serta pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan.

“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Seluruh personel telah diingatkan untuk bertindak sesuai prosedur, tidak mudah terprovokasi, serta mengutamakan keselamatan masyarakat, peserta aksi, dan petugas,” katanya.

Kombes Budi menambahkan, rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional menyesuaikan perkembangan di lapangan. Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan yang menjadi titik kegiatan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kepada peserta aksi, silakan menyampaikan pendapat secara tertib, damai, tidak melakukan tindakan anarkis, tidak merusak fasilitas umum, dan tetap menghormati hak masyarakat lainnya,” ujar Kombes Budi.

Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat segera melapor apabila melihat potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui layanan kepolisian terdekat atau Call Center 110.

Continue Reading

TNI / Polri

Pelayanan BPKB Polda Metro Jaya Dapat Apresiasi dari Masyarakat

Published

on

By

Jakarta — Pelayanan BPKB Polda Metro Jaya kembali mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah satu warga, Ahmad, menyampaikan kepuasannya usai mengurus pembukaan blokir dan berkas kendaraan di layanan BPKB Polda Metro Jaya, Rabu (17/6/2026).

Ahmad mengaku pelayanan yang diberikan petugas berjalan dengan baik dan memuaskan. Menurutnya, proses pengurusan dapat dilakukan dengan lancar serta petugas memberikan pelayanan yang ramah.

“Ya baik, alhamdulillah. Pelayanannya cukup baik,” ujar Ahmad.

Saat ditanya mengenai saran atau masukan terhadap pelayanan yang diberikan, Ahmad mengaku sejauh ini tidak menemukan kendala yang berarti.

“Selama ini sih tidak ada, sudah cukup,” tambahnya.

Sementara itu, Pamin Seksi BPKB Polda Metro Jaya, Ipda Feri Prasetyo, mengatakan pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan yang profesional, cepat, dan transparan kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengedepankan kemudahan, kecepatan, dan kepastian layanan, sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik dan nyaman,” ujar Ipda Feri Prasetyo.

Continue Reading

TNI / Polri

Korlantas Tegaskan Hanya Polri Berwenang Terbitkan SIM

Published

on

By

Jakarta – Direktorat Registrasi dan Identifikasi (Ditregident) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menegaskan bahwa hanya kepolisian yang berwenang menerbitkan surat izin mengemudi (SIM).

Penegasan ini ia sampaikan dalam rangka mencegah terjadinya pemalsuan SIM atau penerbitan SIM oleh pihak tertentu yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang dikeluarkan oleh Polri.

“Perlu kami tegaskan kepada masyarakat bahwa satu-satunya institusi yang berwenang menerbitkan SIM adalah Polri. Ketentuan tersebut telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” jelas Dirregident Korlantas Polri, Brigjen Pol. Wibowo dalam keterangan, Senin (15/6/26).

Ia menjelaskan, kewenangan tersebut secara tegas diatur dalam Pasal 87 ayat (2) UU Nomor 22 Tahun 2009 yang menyatakan bahwa “Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.”

Selain itu, dalam Pasal 87 ayat (3) juga disebutkan bahwa Polri wajib menyelenggarakan sistem informasi penerbitan SIM.

Brigjen Pol. Wibowo menekankan, SIM bukan sekadar kartu identitas pengemudi, melainkan juga dokumen negara yang menjadi bukti legitimasi kompetensi, registrasi, dan identifikasi pengemudi kendaraan bermotor yang diterbitkan berdasarkan proses verifikasi, pengujian, serta pencatatan dalam sistem informasi yang dikelola Polri.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi atau penawaran yang berpotensi menyesatkan terkait penerbitan SIM di luar mekanisme resmi Polri.

“Oleh karena itu, dokumen apa pun yang diterbitkan oleh pihak lain tidak dapat disamakan, menggantikan, ataupun dianggap sebagai SIM yang sah menurut hukum Indonesia,” ujarnya.

Continue Reading

Trending