JAKARTA, 19 Agustus 2026 — PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT) memperkuat kontribusinya dalam pengembangan energi bersih nasional dengan meningkatkan portofolio di sektor panas bumi atau geothermal.

Perusahaan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) tersebut kembali ambil bagian dalam pameran dan konferensi industri geothermal internasional di Jakarta. Keikutsertaan IKPT dalam ajang tersebut telah dilakukan secara konsisten selama tiga tahun berturut-turut sejak 2024.

Bagi IKPT, forum industri geothermal tidak hanya menjadi sarana memperkenalkan kemampuan dan rekam jejak perusahaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperluas jejaring bisnis serta membuka peluang kolaborasi baru dalam pengembangan proyek energi terbarukan.

IKPT memiliki pengalaman panjang dalam pembangunan infrastruktur panas bumi di Indonesia. Sejak 1997, perusahaan telah terlibat dalam sejumlah proyek geothermal strategis, antara lain proyek Salak, Lahendong, hingga Hulu Belu 1.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal IKPT untuk terus dipercaya mengerjakan proyek-proyek geothermal berskala besar sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu pemain EPC dalam industri energi nasional.

“Kami berada di ajang ini untuk mempromosikan kinerja serta pengalaman IKPT di industri geothermal, sekaligus membuka peluang kerja sama untuk proyek-proyek mendatang,” kata Project Manager PT Inti Karya Persada Tehnik, Jaffar Sadiq M Alaydrus.

Menurut Jaffar, kompetensi IKPT tidak terbatas pada industri geothermal. Perusahaan juga memiliki pengalaman di berbagai sektor industri sehingga forum tersebut dinilai strategis untuk mempertemukan IKPT dengan calon mitra bisnis, klien, vendor, dan pelaku industri lainnya.

“Ajang ini menjadi wadah networking yang sangat baik bagi kami untuk bertemu mitra bisnis, klien, dan manajemen guna menjajaki kolaborasi lebih lanjut,” ujarnya.

Tiga Proyek Geothermal
Saat ini, IKPT tengah mengerjakan tiga proyek pengembangan panas bumi bersama sejumlah pengembang energi terkemuka di Indonesia.
Ketiga proyek tersebut meliputi Patuha Unit 2 bersama PT Geo Dipa Energi (Persero), Wayang Windu Unit 3 bersama Star Energy Geothermal, serta Muara Laboh Unit 2 bersama Supreme Energy.

Dalam proyek-proyek tersebut, IKPT menjalankan fungsi sebagai kontraktor EPC yang mencakup pekerjaan rekayasa teknik atau engineering, pengadaan material dan peralatan atau procurement, serta konstruksi.

Peran tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dapat berjalan sesuai spesifikasi teknis, standar keselamatan, kebutuhan pengembang, serta target proyek.

Penguatan portofolio geothermal juga menjadi langkah strategis IKPT dalam menangkap peluang pertumbuhan sektor energi terbarukan di Indonesia.

Bidik Peluang Proyek Baru
IKPT juga memanfaatkan keikutsertaannya dalam forum industri geothermal untuk memperluas kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.

Selain memperkuat hubungan dengan klien yang telah menjadi mitra, perusahaan membuka peluang kolaborasi dengan vendor, penyedia teknologi, dan mitra teknis untuk mendukung proyek-proyek geothermal berikutnya.

Langkah tersebut dinilai penting karena pengembangan panas bumi membutuhkan sinergi antara pengembang, kontraktor EPC, penyedia teknologi, lembaga pembiayaan, pemerintah, dan berbagai pihak terkait.

Dengan pengalaman sejak 1997 dan keterlibatan dalam sejumlah proyek geothermal nasional, IKPT berkomitmen mempertahankan kualitas pekerjaan sekaligus memperluas kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur energi bersih.

Melalui penguatan kompetensi EPC dan kemitraan strategis, IKPT berharap dapat terus mengambil bagian dalam pengembangan proyek panas bumi di Indonesia serta mendukung percepatan transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.