Connect with us

Metro

Koperasi Indosurya Gagal Bayar Uang Nasabah Tidak Kembali Utuh

Published

on

Jakarta 17/7/2020 Nasabah Koperasi Simpan Pinjam banyak yang gagal bayar, ini merupakan jumlah yang tidak sedikit dan termasuk dugaan pidana bank gelap dan kejahatan ‘kerah putih’ dimana uang nasabah dipakai untuk usaha bukan atas nama koperasi.

Sudah banyak nasabah yang menjadi korban koperasi dimana banyak kasus uang nasabah tidak kembali utuh seperti kasus koperasi Cipaganti.
Pengacara Agus Wijaya yang mewakili 1000 an orang nasabah debitur KSP Indosurya Cipta dengan tagihan sekitar 2.2 Triliun rupiah yang ditemui oleh awak media di Pengadilan Negeri, Jakarta Pusat, mengatakan bahwa kasus PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) pada KSP Indosurya Cipta mengakui telah melakukan upaya yang maksimal.

“Klien kami meminta kami untuk melakukan upaya yang maksimal. Kami telah melakukannya kemarin melalui surat seperti yang kita ketahui pada tanggal 17/7/2020 majelis hakim memutus telah mensahkan homologasi atas voting rencana perdamaian yang telah ditawarkan,”Ujar Agus Wijaya S.H,M.H.M.Si.Cla.

“Walaupun dalam rencana penawarannya ada hal yang masih perlu diperdebatkan karena suka atau tidak suka ada hal-hal dalam proses dimana dalam hal ini yang harus kita perhatikan paling tidak pasal 234 ayat 5 dan Pasal 285 ayat 2 huruf a,b,c,d dimana a keadaan harta pailit harus bisa lebih besar dari kewajiban tidak boleh adanya kondisi tidak terjamin untuk pembayaran utang kepada kreditur untuk menjamin perdamaian c tidak boleh ada upaya upaya diluar yang dilarang oleh undang-undang dan fee pengurus PKPU harus dibayar, tetapi berhubung hakim pengawas telah membuat berita acara sesuai pasal 282 maka berdasar itulah majelis hakim pemutus telah mensahkan homologasi tanpa memperhatikan lagi surat-surat yang masuk seperti kami ketahui banyak juga kuasa-kuasa yang lain yang telah memasukkan surat juga kreditur-kreditur independen yang melakukan upaya atau menggugah majelis Hakim untuk menolak homologasi,” urainya lagi.

Untuk kedepannya yang akan kami lakukan atas nama 1000an klien dan sebagai pemohon PKPU,kami akan mengawal Pidana yang telah dilaporkan oleh klien kami,yang saat ini menjadi ujung tombak pada kasus koperasi Indosurya,dan pada laporan yang klien kami lakukanlah telah ditetapkan 4 tersangka, yaitu HS,SA,KSP dan ,JI dalam hal ini telah banyak media yang memberitakan dan kami akan terus memantau hingga segalanya terang benderang Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Agus Wijaya sebagai kuasa klien dari korban KSP Indosurya telah melakukan yang terbaik bagi 1000an kliennya korban KSP Indosurya.

“Sesuai dengan Undang-undang advokat dan juga kode etik advokat saya sudah melakukan yang terbaik bagi klien kami, Apapun hasilnya, suka atau tidak suka kami, ini adalah perintah undang-undang dan semua harus turut, baik apakah itu kreditur yang menolak ataupun yang menerima, baik yang mengajukan maupun yang tidak mengajukan di dalam proposalnya adalah mengikat semuanya sesuai undang-undang kepailitan no 37 tahun 2004 dengan demikian semuanya harus mengawal proses homologasi atau janji yang ada tertuang didalam homologasi,”Ujar Agus Wijaya.

“Mengenai apakah akan dilaksanakan dengan baik karena kalau tidak, akan ada potensi kreditur yang lain akan mengajukan pembatalan sehingga akan terjadi pailit, karena kita melihat data dari daftar pemegang penagih hutang yang ada dari sekitar 6000an sekian kreditur dengan tagihan 13,8 triliun itu tercermin pada bulan September 2020 debitur harus menyediakan dana sekitar 6.5 Miliar rupiah setiap bulannya untuk mencicil sampai Desember 2020 dan Januari 2021 akan mulai mencicil sekitar 54 miliar setiap bulannya dan juga bulan Juni 2021 akan lebih berat lagi mencicil setiap bulannya sekitar 254 miliar itu perkiraan angka yang jelasnya dan debitur lebih tahu karena semua angka perlu dijabarkan juga termasuk orang-orang yang katakanlah nilai tagihannya 100 juta itu akan diberikan DP kalau tidak salah nilai sekitar 16 miliar rupiah lebih dimana kalau DPnya 10% maka sekitar 1,6 miliar rupiah, angka yang kami dapat dari daftar penagihan sementara yang kami dapatkan dari panitra pengganti di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Saya mewakili sekitar 890an klien kalau yang termasuk belum diakui atau yang terlambat menjadi sekitar 1000-an karena ada memang yang memberi kuasa belakangan tapi karena menurut ketentuan tetap akan mengikuti skema itu, akan ada banyak kreditur atau nasabah yang kurang mengerti sehingga terlambat menagihnya, hal hal itu yang kita akan tetap perjuangkan. Total tagihan yang dikuasakan kepada saya sekitar 2 2 triliun,” pungkasnya lagi.

“Ada beberapa hal kalau majelis hakim sudah memutuskan pasti dia akan bertanggung jawab karena majelis atas nama Tuhan, wakil Tuhan di dunia biarlah dia yang bertanggung jawab.
Sedangkan untuk pembuat undang-undang atau menteri koperasi tolong lah undang undang koperasi no 25 tahun 1992 ini dipertegas lagi mana yang menjadi aturan mana yang ada sanksi tegasnya sehingga tidak terjadi lagi kasus–kasus di masa depan sehingga semua terlindungi. Kemudian terhadap aparat bertindak dengan benar, tegas dan sesuai dengan ketentuan kalau salah katakan lah salah kalau benar sesuai ketentuan Undang-undang jangan dibelok-belok.

Pada Bapak Presiden dan para pemangku kepentingan untuk rakyat perlu memikirkan nasib nasabah sebagai rakyat yg dirugikan. Bayangkan kalau tagihan sekitar 13.8 triliun itu sangat besar sekali dan juga bisa menggangu perekonomian dan juga kepercayaan mengenai koperasi yang sangat diharapkan untuk mengambil sikap karena tren untuk melakukan PKPU bukan hanya ini saja, sudah banyak sekali karena PKPU memang tujuannya restrukturisasi tapi restrukturisasi yang bagaimana yang ada jaminan atau tidak ada jaminan. Jaminan sudah jelas sehingga semua kewajiban bisa dibayarkan dan hak-hak nasabah kreditur bisa diberikan dengan baik,”tutur Agus Wijaya dengan penuh harap.

Continue Reading

Metro

Kemenag DKI Jakarta Kembali Gelar Qurban 1445H

Published

on

By

Jakarta – Plh Kepala Bagian Tata Usaha, Saiful Amri mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat ukhuwah, solidaritas dan kepedulian sosial, dimana makna penyembelihan hewan kurban itu mempunyai dimensi horizontal.

 

“Jangan sampai pembagian hewan kurban terkumpul pada perorangan itu saja. Dan terpenting adalah kepedulian terhadap sesama,” ujarnya saat pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta.Selasa (18/6/2024)

 

Tahun 2024 ini, Saiful Amri menyampaikan bahwa hewan kurban yang diterima panitia sebanyak 15 ekor sapi dan 11 ekor kambing.

 

“Sebanyak 4 ekor sapi diserahkan ke Pondok Pesantren, lokasi pasca gempa dan ormas islam,” ujarnya.

 

“Sedangkan 1 ekor kambing diserahkan ke pondok pesantren dan 2 ekor kambing ke ormas,” lanjutnya.

 

Abah Amri, sapaan akrabnya menambahkan bahwa Masjid Raudhatul Jannah Kanwil Kemenag DKI Jakarta juga menggelar salat idul adha yang merupakan rangkaian kegiatan 10 Dzulhijjah.

 

“Ini sebagai rangkaian kegiatan 10 Dzulhijjah. Dan rencananya daging kurban tersebut akan didistribusikan kepada ASN Kanwil, masyarakat sekitar, dan anak yatim piatu,” pungkasnya.

Continue Reading

Metro

Rayakan Idul Adha 1445 H FWJ Indonesia Gelar Malam Keakbaran

Published

on

By

JAKARTA – Hari kedua  Idul Adha 1445 H/2024 M digelar oleh Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia yang dilaksanakan dengan acara pemotongan hewan qurban untuk menjalin silaturahmi antar pengurus DPP dan anggotanya.

 

Acara yang dihadiri oleh perwakilan dari beberapa Korwil, diantaranya FWJI Korwil Jaksel, Jaktim, Jakbar, Bekasi Kota, Tangerang Kota, Bogor Raya dan Tangerang Selatan digelar di Bumi Perkemahan Ragunan, Jalan Harsono RM no. 1, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada hari Selasa, (18/6/2024).

 

Menurut Ketua umum FWJ Indonesia Mustofa Hadi Karya atau biasa disapa Opan mengatakan acara tersebut bisa digelar berkat partisipasi dari Polres Metro Tangerang Kota, Polsek Metro Kalideres Jakarta Barat dan Polsek Metro Cilincing Jakarta Utara yang memberikan donasi hewan Qurban berupa Kambing sebanyak 3 ekor.

 

Setelah dilakukan pemotongan, sebagian daging dimasak, seperti tradisi pada umumnya yakni dibuat sate dan sop kambing, peruntukannya yakni untuk dimakan bersama-sama dengan seluruh anggota FWJ Indonesia yang hadir.

 

Kebahagiaan terpancar dari semua anggota yang hadir dalam acara tersebut, karena bukan hanya perayaan menyambut Idul adha saja, tapi dari panitia juga menyisipkan beberapa kegiatan untuk menghangatkan suasana, dengan lomba dadakan joget heboh dan lomba menyanyi ala anak kecil, tujuannya selain untuk menghibur dan menyegarkan suasana, Opan juga menyebut untuk mengingatkan walaupun usia yang hadir sudah tidak remaja lagi, namun jangan lupa untuk bahagia.

 

“Mencari bahagia itu simpel, terlebih kita semua rata-rata sudah cukup umur, ada yang hampir setengah abad ataupun ada yang sudah melebihi setengah abad. “Kata Opan.

 

Hal yang sama juga diutarakan salah seorang pengurus DPP FWJ Indonesia, Tri Wulansari. Dia menyampaikan bahwa dengan Momentum Hari Raya Idul Adha diharapkan bisa memiliki rasa ikhlas, baik dari materi, waktu, tenaga juga perhatian dengan sesama.

 

“Yang utama kita harus ikhlas dari segala hal. Terlebih momen ini hari Raya Idul Adha dimana semua yang dipertaruhkan harus benar-benar ikhlas seperti Nabi Ibrahim AS kepada anaknya Ismail ketika mendapatkan perintah Allah untuk disembelihnya. “Ucap Wulan.

 

Acara hiburan diselingi dengan pembagian doorprize kepada seluruh peserta yang mengisi acara, lalu dilanjutkan dengan makan bersama dan ditutup dengan pembagian hewan qurban kepada yang berhak.

Continue Reading

Metro

Nikson Nababan Kader PDI.P Calon Gubernur Sumatera Utara Periode 2024-2029

Published

on

By

Jakarta –  Sebagai kader partai PDI-P, Nikson mampu mentransformasikan nilai-nilai yang diusung oleh PDI-P, misal nilai-nilai demokrasi, nilai berdialog, gotong royong di mana beliau siap bersinergi dengan semua tokoh dan kelompok yang bertujuan membangun masyarakat, khususnya di Sumatera Utara.

 

Diskusi Kopi dan Ruang Berbagi Kawi mengangkat sosok Nikson Nababan sebagai calon gubernur Sumatera Utara periode 2024-2029 pada Pilkada Provinsi Sumatera Utara.Selasa (18/6)

 

Sekjen Gema Perjuangan Maharani Nusantara (GPMN) Denny Lihiang mengatakan, Relawan GPMN mendukung Nikson Nababan sebagai calon Gubernur Sumatera Utara dalam Pilkada 2024, karena miliki kedekatan dengan Nikson.

 

Sebuah diskusi politik yang humanis menebarkan nilai-nilai kebaikan dan keunggulan calon pemimpin Sumatera Utara.

 

Nikson sudah dikenal masyarakat Sumatera Utara, terutama Kabupaten Tapanuli Utara karena dia menjabat dua periode sebagai Bupati Tapanuli Utara.

 

“Animo masyarakat terhadap dia juga tinggi. Popularitas dan elektabilitas Nikson juga cukup tinggi.

 

Apa yang telah dilakukan Bang Nikson di Tapanuli Utara itu akan diperluas lagi di Sumatera Utara, misalnya terkait dengan integritasnya, antara pembangunan infrastruktur dengan pemberdayaan ekonomi, dari sisi pertanian dan UMKM itu akan disinergikan lagi dalam konteks yang lebih luas lagi,” ujar Denny Lihiang saat, ” wawancarai

 

Denny Lihiang mengatakan, GPMN akan terus melakukan sosialisasi terhadap figur Nikson Nababan, terkait visi dan misi, track record-nya.

 

Rekam jejak Nikson selama 2 periode memimpin Sumatera Utara. Saat ini PDI-P solid mendukung Nikson Nababan di pilkada Sumatera Utara.

 

Komunikasi sudah dilakukan dengan beberapa partai politik lain. Namun, secara resmi belum bicara soal rekomendasi.

 

Sekjen GPMN memang ada figur-figur lain juga yang kuat di Sumatera Utara. Hanya saja kita optimis bahwa dari PDI-P sendiri akan mendukung Nikson Nababan.

 

Masyarakat Sumatera Utara tahu operasional Bandara Silangit, di mana Nickson merupakan sosok yang mendorong sehingga bandara itu bisa beroperasi. Selain itu, jasanya dalam pembangunan infrastruktur di Tapanuli Utara, bebernya.

 

Secara personal Nikson Nababan adalah sosok yang merakyat. Saat menjadi Bupati Tapanuli Utara, Nikson dikenal sebagai pribadi yang dekat dengan rakyat. Dia juga tak birokratis terhadap siapa yang hendak bertemu dengannya, ibarat hendak bertemu dengan seorang teman.

Nikson Nababan bersedia untuk berdiskusi dan terbuka untuk dikritik.

 

Dia merakyat dan visioner.

Saat ini di Sumatera Utara menjelang pemilihan kepala daerah sudah banyak sekali tokoh tokoh yang muncul antara lain  Boby Nasution, Ijek, Edy Rahmayadi dan lain lain, Untuk periode 2024 -2029.

Continue Reading

Trending