Connect with us

TNI / Polri

Jelang Hari Jadi Satuan, Satgas Pamtas Yonif 403/WP Ajarkan Pola Hidup Sehat dan Prokes Pelajar SD Perbatasan RI-PNG

Published

on

JAKARTA, – Menjelang hari jadi Satuan dan dalam rangkaian mendukung Program Anak Indonesia Sehat, Pos Okbibab Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista bekerja sama dengan Dewan Guru SD YPPK Santa Maria melaksanakan pelatihan tentang pola hidup sehat dan protokol kesehatan (Prokes) kepada siswa-siswi SD YPPK Santa Maria Kampung Abmisibil, Distrik Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista Letkol Inf Ade Pribadi Siregar, S.E., M.Si., dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua, Sabtu, (31/7/2021).

Dansatgas menerangkan bahwa dalam rangkaian menjelang hari jadi satuan Yonif 403/Wirasada Pratista Pos Okbibab melaksanakan pelatihan mengajarkan pola hidup sehat kepada anak-anak usia sekolah yang merupakan salah satu wujud kepedulian Satgas TNI untuk menjaga kesehatan anak-anak usia sekolah (pelajar) di wilayah perbatasan, dan sekaligus menyosialisasikan dengan mengajak anak-anak usia sekolah untuk aktif menjaga kesehatan diri dan lingkungannya seperti konsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup serta olahraga secara rutin sesuai protokol kesehatan di tengah-tengah pandemi Covid-19.

“Sangat terlihat keakraban yang tercipta dengan anak-anak saat mengikuti proses pelatihan pola hidup sehat yang dilaksanakan oleh Danpos Okbibab beserta tim kesehatan Pos Okbibab Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista di SD YPPK Santa Maria Abmisibil, anak-anak mengikuti instruksi dari tim kesehatan satgas mulai dari memotong kuku tangan dan kuku kaki, edukasi cara membersihkan tangan, kemudian makan bubur bersama dan terakhir tata cara mengosok gigi yang baik dan benar, dengan berpedoman pada protokol kesehatan, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh anak-anak dengan semangat serta penuh kegembiraan,” ucap Dansatgas.

Di tempat terpisah, Danpos Okbibab Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista Letda Inf M. Makhasin menyampaikan bahwa anak-anak sangat rentan dengan beberapa penyakit terutama penyakit infeksi cacing termasuk salah satu penyakit yang paling banyak ditemukan pada anak-anak yang tinggal di daerah dengan personal hygiene dan sanitasi rendah. Penyakit ini memang tidak mematikan bahkan sering diabaikan karena infeksi cacing dalam jumlah kecil umumnya tidak menimbulkan gejala tetapi dapat menghambat tumbuh kembang anak, oleh karena itu Tim Kesehatan Pos Okbibab Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista mengajak anak-anak di sekolahan untuk mempraktekkan pola hidup sehat sejak dini terutama di saat pandemi Covid-19 yang sedang melanda tanah air dewasa ini.

“Dalam momentum ini anak-anak sangat senang dan mengikuti instruksi dari tim kesehatan satgas mulai dari memotong kuku tangan dan kuku kaki, edukasi cara membersihkan tangan dengan metode mulai dari tepung selaci pupu (telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari tangan, kuncian tangan dan sepuluh ujung jari tangan di putar-putar pada telapak tangan secara bergantian) dengan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir atau menggunakan Sanitizer sesuai protokol kesehatan, kemudian dilanjutkan makan bubur kacang hijau bersama yang sudah disiapkan Satgas Yonif 403 dari Pos Okbibab, lalu yang terakhir mengosok gigi dengan dituntun oleh Bakes dan tim Kesehatan Satgas Pos Okbibab agar dapat maksimal membersihkan gigi dan untuk merawat gigi,” tambah Makhasin.

Sejalan dengan hal tersebut, salah satu Guru SD YPPK Santa Maria Abmisibil Bapak Cusmas (34) mengucapkan terima kasih banyak kepada Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista Pos Okbibab karena telah rela datang jauh-jauh dari Pos dengan membawa seperangkat alat instruksi kesehatan dan bubur kacang hijau untuk dibagikan kepada anak-anak sekolah dan mengajarkan kepada anak-anak di sekolah tentang pola hidup sehat sesuai protokol kesehatan, tentunya kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat bagi anak-anak sekolah dasar di tengah keterbatasan dan situasi pandemi saat ini.

“Kami atas nama dewan Guru SD YPPK Santa Maria Abmisibil mengucapkan rasa syukur dan menyampaikan terimakasih kepada bapak-bapak TNI Satgas Pos Okbibab Yonif 403/Wirasada Pratista yang sudah meluangkan waktu dan rela memberikan pengetahuan dan mengajarkan kepada anak-anak tentang menjaga kesehatan dan pola hidup sehat, dan saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada Pos Okbibab Yonif 403 Wirasada Pratista, Yepmum,” ucap Cusmas. (Dispenad)

Continue Reading

TNI / Polri

Hadapi Ancaman Masa Depan, Kasad Dorong Transformasi Sishankamrata Aktif

Published

on

By

BANDUNG,  – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., mendorong transformasi Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) menjadi Sishankamrata Aktif sebagai strategi menghadapi dinamika lingkungan strategis, perkembangan geopolitik global, serta ancaman pertahanan yang semakin kompleks.

Gagasan tersebut disampaikan Kasad saat memberikan pembekalan kepada Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LV Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI dan Polri Tahun Anggaran 2026 di Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Senin (20/7/2026).

Dalam pembekalannya, Kasad menjelaskan bahwa karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah yang luas, kondisi geografis yang menantang, serta keberagaman suku, agama, ras, dan budaya merupakan potensi strategis yang harus dioptimalkan dalam membangun sistem pertahanan negara. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut lahirnya inovasi, termasuk dalam pengembangan alat utama sistem senjata (Alutsista) yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah Indonesia.

“Sering disampaikan oleh Presiden bahwa Sishankamrata kita adalah strategi pertahanan yang terbaik. Indonesia memiliki keunggulan jumlah penduduk dan wilayah Nusantara yang luas. Di antara kerumitan-kerumitan itu, banyak potensi (sumber daya), yang bila kita kreatif bisa kita manfaatkan,” ujar Kasad.

Kasad menegaskan bahwa konsep Sishankamrata yang diwariskan para pendiri bangsa dan sesepuh TNI tetap relevan sebagai sistem pertahanan nasional. Namun, implementasinya perlu terus dikembangkan agar lebih aktif, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pertahanan di masa depan. Karena itu, setiap perwira juga harus memahami sejarah terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai landasan dalam merumuskan strategi pertahanan yang tepat.

Selain membahas strategi pertahanan, Kasad menekankan pentingnya membangun karakter kepemimpinan yang visioner, adaptif, dan berintegritas. Menurutnya, seorang perwira tidak hanya dituntut menguasai aspek teknis dan taktis kemiliteran, tetapi juga memiliki wawasan strategis yang mampu mendukung terwujudnya kemandirian ekonomi dan industri pertahanan nasional melalui optimalisasi potensi sumber daya yang dimiliki bangsa.

Kasad juga mengingatkan pentingnya memperkuat sinergi antara TNI, Polri, dan seluruh komponen bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dinamika geopolitik, perkembangan teknologi, hingga berbagai bentuk ancaman multidimensi yang terus berkembang.

Pembekalan berlangsung secara interaktif melalui sesi dialog dan tanya jawab yang membahas berbagai isu strategis pertahanan nasional, transformasi TNI, serta pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembentukan calon pemimpin TNI dan Polri yang diharapkan memiliki cara berpikir strategis, adaptif, serta mampu menghadirkan solusi bagi kepentingan pertahanan negara di tengah perubahan lingkungan global yang semakin dinamis. *(Dispenad)*

Continue Reading

TNI / Polri

Polda Metro Jaya Hormati Putusan PN Jaksel Tolak Praperadilan Kedua Roy Suryo

Published

on

By

Jakarta – Polda Metro Jaya menghormati putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menolak permohonan praperadilan kedua yang diajukan ARMT Roy Suryo Notodiprojo terkait perkara dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE.

Kabidkum Polda Metro Jaya Kombes Pol Abrianto Pardede mengatakan, putusan hakim tersebut menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk menghormati dan melaksanakan proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami menghormati putusan hakim yang dengan tegas menolak praperadilan kedua dari Roy Suryo. Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan materi yang diajukan sudah tidak relevan lagi,” ujar Kombes Abrianto, Senin (20/7/2026).

Kombes Abrianto mengatakan, dalam putusan tersebut hakim juga menilai permohonan praperadilan yang diajukan pemohon tidak lagi relevan karena dianggap sebagai upaya untuk menunda proses pemeriksaan pokok perkara.

“Hakim sudah mempertimbangkan bahwa permohonan tersebut dinilai sebagai upaya menunda-nunda. Karena itu, putusan hakim wajib kita hormati dan laksanakan sesuai ketentuan hukum,” katanya.

Meski demikian, Kombes Abrianto menegaskan bahwa praperadilan merupakan hak hukum setiap warga negara. Menurutnya, setiap pihak yang merasa dirugikan dalam proses hukum memiliki hak untuk menempuh mekanisme praperadilan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Praperadilan itu hak setiap masyarakat yang merasa dirugikan secara hukum. Silakan diajukan sesuai mekanisme yang berlaku. Namun, dalam perkara ini, hakim telah memutus bahwa permohonan tersebut tidak relevan lagi,” jelasnya.

Kombes Abrianto menyampaikan, setelah putusan praperadilan kedua tersebut, proses pemeriksaan pokok perkara tetap akan berjalan sesuai agenda persidangan. Polda Metro Jaya memastikan akan mengikuti seluruh tahapan hukum yang berlaku.

“Perkara pokok tetap berjalan. Kami akan hadir dan mengikuti proses persidangan sesuai ketentuan hukum,” ucapnya.

Kombes Abrianto juga menyampaikan, apabila ke depan terdapat permohonan praperadilan lanjutan, Polda Metro Jaya tetap siap menghadapi proses tersebut secara profesional.

“Kalau pun ada praperadilan berikutnya, kami tetap akan hadir untuk menghadapinya. Prinsipnya, kami menghormati seluruh proses hukum,” kata Kombes Abrianto.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak seluruh permohonan praperadilan kedua yang diajukan Roy Suryo. Hakim menilai permohonan tersebut tidak relevan lagi karena perkara pokok telah masuk ke pengadilan dan forum pemeriksaan pokok perkara dinilai menjadi ruang yang lebih tepat untuk menguji dakwaan serta alat bukti.

Continue Reading

TNI / Polri

Wakapolda Metro Jaya Tekankan Pelayanan Humanis dalam Aksi Penyampaian Pendapat

Published

on

By

Jakarta – Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono menekankan kepada seluruh personel agar mengedepankan pelayanan yang humanis, sabar, dan terukur dalam melayani kegiatan penyampaian pendapat di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Polda Metro Jaya mengerahkan 4.839 personel gabungan untuk memastikan peserta dapat menyampaikan aspirasi secara aman dan tertib, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, arahan tersebut disampaikan Wakapolda saat memimpin apel kesiapan personel.

“Bapak Wakapolda menekankan agar seluruh anggota menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat, tidak mudah terpancing emosi, mampu mengendalikan diri, serta bertindak sesuai prosedur,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran personel bukan hanya untuk melayani peserta aksi, tetapi juga membantu masyarakat yang melintas dan beraktivitas di sekitar titik kegiatan.

“Personel hadir untuk memberikan rasa aman kepada peserta yang menyampaikan aspirasi serta menjaga kelancaran kegiatan masyarakat lainnya,” jelasnya.

Sebanyak 4.839 personel gabungan tersebut terdiri atas 3.728 personel Polda Metro Jaya, 340 personel Polres Metro Jakarta Pusat dan Polres Metro Jakarta Timur, 642 personel TNI, serta 129 personel Pemprov DKI Jakarta.

Unsur Pemprov DKI Jakarta yang dilibatkan meliputi Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.

Kombes Budi menambahkan, seluruh tindakan personel di lapangan harus berada dalam satu komando. Pemeriksaan perlengkapan juga dilakukan untuk memastikan tidak ada anggota yang membawa senjata api.

“Keselamatan peserta, masyarakat sekitar, dan petugas menjadi prioritas. Tidak ada personel yang membawa maupun menggunakan senjata api,” tegasnya.

Personel ditempatkan di sejumlah titik, antara lain Monas, Bundaran HI, Dukuh Atas, Patung Kuda, Harmoni, Tugu Tani, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Semanggi, hingga Bundaran Senayan.

Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional sesuai perkembangan di lapangan. Masyarakat diimbau mengikuti arahan petugas apabila terjadi pengalihan arus.

Polda Metro Jaya juga mengajak peserta menyampaikan aspirasi secara damai, menaati ketentuan, dan tidak mudah terprovokasi. Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi petugas terdekat atau layanan Polri 110.

Continue Reading

Trending