Connect with us

Metro

Rutan Kelas I Depok Berikan Remisi di HUT RI ke-76

Published

on

Depok – Hari kemerdekaan Indonesia di bulan Agustus adalah hari yang sangat istimewa bagi narapidana dikarenakan pemberian remisi.

Dalam rangka HUT ke-76 Republik Indonesia tahun 2021, sebanyak 707 narapidana menerima remisi di Rutan kelas I Cilodong, Depok Selasa,(17/8/2021).

Dari 707 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Depok yang terima remisi, sebanyak 179 diantaranya merupakan narapidana narkotika.

Plt Kepala Rutan Kelas I Cilodong Depok M Irvan Muayat mengatakan hingga 16 Agustus 2021 narapidana yang diusulkan untuk mendapatkan remisi umum 17 Agustus 2021 yakni, perkara narkoba, korupsi, teroris, makar dan kejahatan transnasional lainnya.

“Itu sesuai pasal 34 ayat (3) PP 28 tahun 2006 dan pasal 34A ayat (1) PP 99 tahun 2012. Sedang, berdasarkan PP 99 tahun 2012 terdapat 179 orang dengan perkara narkotika. Selebihnya perkara umum lainya”, kata Irvan dengan tegas. Selasa,(17/8/2021)

“Seluruh penerima remisi telah memenuhi persyaratan baik secara administratif maupun substantif”, tuturnya.

Irvan mengatakan, hak remisi diberikan sebagai wujud apresiasi terhadap pencapaian perbaikan diri yang tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari WBP.
“Harapanya remisi yang diberikan para WBP bisa berubah menjadi lebih baik lagi, dalam menjalani hari-harinya di dalam rutan maupun setelah keluar rutan”, kata Irvan.

Dia mengatakan, remisi yang diberikan terdiri dari Remisi Umum sebagian (RU I) dan Remisi Umum seluruhnya (RU II).
Sementara itu, dari hasil rekapitulasi perolehan RU I tahun 2021 berdasarkan pengusulan Rutan Cilodong yang masuk ke sistem database pemasyarakatan wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat ada sebanyak 705 orang.
“Untuk RU II terdapat dua orang dengan masing-masing mendapat remisi satu bulan dan tiga bulan”, ujar Irvan.

Irvan mengatakan, WBP yang mendapatkan remisi telah menjalani pidana minimal 6 bulan, tidak terdaftar pada buku catatan pelanggaran disiplin narapidana (register F), serta aktif mengikuti program pembinaan di lapas, rutan atau LPKA.

Turut hadir dalam pemberian remisi di HUT RI tahun 2021 yaitu Sekda Kota Depok, Kejaksaan Negeri Depok, beberapa perwakilan dari Polres Kota Depok, Kodim 0508/Depok, BNN Kota Depok, Kepala Kesbangpol, Camat Cilodong, Lurah Cilodong.

Untuk dapat diketahui bahwa data dari jumlah penghuni Rutan Cilodong Depok hingga 17 Agustus 2021 terdapat 203 orang tahanan dan sebanyak 1.271 orang narapidana. Angka total WBP Rutan Cilodong Depok sebanyak 1.503 orang.

Continue Reading

Metro

Dompet Dhuafa Gulirkan Service Gratis Bagi Puluhan Motor Jurnalis

Published

on

By

JAKARTA– Dompet Dhuafa bersama Institut Kemandirian pada sabtu 14 Maret 2026 kembali menghadirkan perawatan gratis untuk motor para jurnalis berlokasi di Gedung Filantropi, Jatipadang, Jakarta Selatan. Dengan menargetkan 50 jurnalis dari beragam media massa, Dompet Dhuafa berharap agenda ini menjadi pelecut semangat para jurnalis dalam memberikan informasi dan edukasi untuk masyarakat secara positif ditengah maraknya sumber-sumber berita yang belum dapat dipastikan keakuratannya dan kepastiannya.

Mobilisasi yang tinggi menuntut para jurnalis untuk terus menggenjot beragam sumber berita, motor menjadi kendaraan yang penting dalam mengantarkan para jurnalis bertemu dengan sumber maupun kejadian atau peristiwa terkini. Namun banyak para jurnalis yang memang waktu yang cukup padat dan tidak banyak waktu luang sehingga perawatan untuk kendaraan sangat minim diperhatikan.

Maka dengan melihat hal tersebut Dompet Dhuafa bersama Institut Kemandirian berinisiatif untuk menggelar pelayanan gratis bagi motor para jurnalis. Sementara itu dalam pengelolaan Institut Kemandirian sendiri berasal dari dana zakat yang dihimpun Dompet Dhuafa dari masyarakat. Alhamdulillah, Institut Kemandirian sebagai pusat pelatihan vokasi dan kewirausahaan yang fokus memberdayakan kaum duafa, pemuda putus sekolah, dan penyandang disabilitas, telah memberikan banyak manfaat bagi para kaum duafa. Melalui pelatihan hardskill dan softskill, teknik otomotif, digital live selling, hingga barista, mereka akhirnya mampu berdaya, mandiri, siap kerja dan berwirausaha

TENTANG DOMPET DHUAFA
Dompet Dhuafa adalah lembaga filantropi islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya, welasasih (filantropis) dan wirausaha sosial.

Sudah berjalan lebih tiga dekade (32 tahun), Dompet Dhuafa berkontribusi menghadirkan layanan bagi pemberdayaan dan pengembangan umat melalui lima pilar program yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi,  sosial kebencanaan, dakwah dan budaya, serta CSR.

Dompet Dhuafa juga menerapkan tata kelola sesuai prinsip GCG (transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran) dan memastikan organisasi berjalan sesuai regulasi, kepatuhan syariah dan ketentuan-ketentuan lainnya.

Continue Reading

Metro

Dompet Dhuafa Gulirkan Mudik Kalcer, Sasar 750 Pemudik Dengan Tujuan Hingga ke Sumatra

Published

on

By

JAKARTA – Dompet Dhuafa pada sabtu, 14 Maret 2026 kembali menggulirkan mudik gratis berlokasi di Cibis Park, Cilandak, Jakarta Selatan. Program mudik tahun ini bertajuk Mudik Kalcer (Kampung Halaman Ceria) pada Ramadan 1447 H menjadi bagian hegemoni rangkain program Dompet Dhuafa selama Ramadan tahun ini. Dompet Dhuafa pada tahun ini menargetkan 750 pemudik.

Adapun dari para pemudik sebagian adalah masyarakat dengan ekonomi bawah. Dari ragam profesi pun turut ikutserta seperti guru ngaji, guru honorer, marbot masjid hingga para pelaku usaha mikro.

Di tengah keterbatasan dan rasa keingan yang kuat menjadikan tahun ini momentum masyarakat berkesempatan untuk menggunakan layanan mudik gratis. Selain untuk menghemat secara ekonomi, juga untuk meringakan dari kemampuan dalam upaya mudik lebaran tahun ini.

Program mudik ini tidak lepas dari dukungan ragam pihak mulai Manfaat Mengalir, d’Besto Jagonya Rasa, Piknik Bus dan Dua Belibis. Dari tahun ke tahun program mudik gratis dengan mensasar fakir miskin mengalami kenaikan, begitu juga dengan peminatnya, khususnya masyarakat dengan ekonomi bawah.

Mudik Kalcer tahun ini mensasar dengan beragam tujuan seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, Purwokerto, Ponorogo, Surabaya hingga Lampung. Peminat mudik gratis paling banyak dari wilayah Solo.

TENTANG DOMPET DHUAFA
Dompet Dhuafa adalah lembaga filantropi islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya, welasasih (filantropis) dan wirausaha sosial.

Sudah berjalan lebih tiga dekade (32 tahun), Dompet Dhuafa berkontribusi menghadirkan layanan bagi pemberdayaan dan pengembangan umat melalui lima pilar program yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, dakwah dan budaya, serta CSR.

Dompet Dhuafa juga menerapkan tata kelola sesuai prinsip GCG (transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran) dan memastikan organisasi berjalan sesuai regulasi, kepatuhan syariah dan ketentuan-ketentuan lainnya.

Continue Reading

Metro

Irfan Hakim Dorong Gerakan Kelola Sampah di Jakarta Timur, RT 8 Malaka Jaya Jadi Contoh Ekonomi Sirkular Berbasis Warga

Published

on

By

JAKARTA – Inisiatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang digerakkan warga RT 8 RW 4 Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur semakin berkembang dan menjadi contoh nyata gerakan lingkungan di tingkat komunitas.

Gerakan ini tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah rumah tangga, tetapi juga mengintegrasikan berbagai kegiatan ramah lingkungan seperti produksi pangan komunitas hingga penguatan ketahanan energi.

Dukungan terhadap gerakan ini juga datang dari tokoh publik Irfan Hakim, yang baru-baru ini berkunjung ke kawasan tersebut.

Dalam kunjungannya, ia menyerahkan Tong Komposter Ksatria Nusantara kepada warga sebagai bagian dari upaya mendorong pengolahan sampah organik langsung dari rumah tangga.

Sebanyak 60 unit komposter kini dimanfaatkan warga untuk mengolah sampah organik rumah tangga sehingga tidak lagi menjadi beban lingkungan yang harus dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

Dengan teknologi komposter tersebut, setiap rumah mampu mengolah hingga sekitar 55 kilogram sampah organik dalam satu siklus, meningkat signifikan dibandingkan kapasitas sebelumnya yang hanya sekitar 26,5 kilogram.

Gerakan pengomposan yang dimulai dari RT 8 kini mulai meluas ke lingkungan sekitar. Sejumlah komposter juga disalurkan ke wilayah tetangga, yakni RT 7 RW 4 Malaka Jaya, RT 10 RW 4 Malaka Jaya, serta RT 6 RW 5 Malaka Jaya.

Langkah ini membuat pengelolaan sampah tidak lagi menjadi gerakan terbatas pada satu RT, tetapi berkembang menjadi gerakan kawasan yang melibatkan lebih banyak warga.

Ketua RT 8 RW 4 Malaka Jaya, Dr. Taufiq Supriadi, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari penerapan Model Eco EduFarm Indonesia, sebuah konsep sistem terpadu berbasis ekonomi sirkular.

Model ini mengintegrasikan tiga aspek utama, yaitu pengelolaan sampah, produksi pangan komunitas, serta ketahanan energi lingkungan.

“Model ini bahkan telah memperoleh pencatatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Menurut Taufiq, konsep Eco EduFarm sebenarnya dapat diterapkan secara lebih luas di kawasan yang memiliki lahan besar seperti pesantren atau wilayah pedesaan. Dalam tulisannya, Jumat (13/3/2026).

Namun untuk wilayah perkotaan yang padat penduduk seperti Jakarta, konsep tersebut disesuaikan menjadi skala rumah tangga agar tetap efektif.

“Di wilayah padat seperti Jakarta, kami menerjemahkan konsep ini dalam skala rumah tangga. Tujuannya agar sampah bisa selesai di rumah dan memiliki nilai guna dalam ekonomi sirkular warga,” jelasnya.

Selain pengolahan sampah organik melalui komposter, warga juga mengembangkan berbagai inovasi lingkungan lainnya.

Beberapa di antaranya meliputi pembuatan lubang resapan biopori, budidaya ikan di saluran U-ditch, serta program edukasi lingkungan bagi anak-anak dan masyarakat.

Berbagai inovasi tersebut tidak hanya memberikan dampak lingkungan, tetapi juga mulai menghadirkan manfaat sosial bagi warga sekitar.

Saat ini tercatat setidaknya enam warga yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan kini terlibat dalam kegiatan pengelolaan lingkungan dan produksi komunitas.

Menariknya, gerakan yang berawal dari lingkungan kecil ini kini mulai menarik perhatian banyak pihak.

Hingga saat ini, lebih dari 1.000 pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia telah datang ke kawasan tersebut untuk mempelajari praktik pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Para pengunjung datang dari berbagai latar belakang, mulai dari komunitas lingkungan, akademisi, hingga pemerintah daerah yang ingin mengadopsi model serupa di wilayahnya.

Ke depan, warga RT 8 Malaka Jaya juga berencana mengembangkan sejumlah fasilitas lingkungan tambahan untuk memperkuat ketahanan komunitas.

Beberapa rencana pengembangan tersebut antara lain pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunitas serta pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan energi di tingkat komunitas.

Menurut Taufiq, upaya tersebut merupakan bagian dari strategi membangun ketahanan masyarakat menghadapi potensi krisis lingkungan di masa depan.

“Jika setiap lingkungan kecil mampu mengolah sampahnya sendiri, memproduksi sebagian pangannya, dan memanfaatkan energi terbarukan, maka ketahanan lingkungan Indonesia sebenarnya bisa dimulai dari tingkat komunitas,” ujarnya.

Gerakan yang lahir dari sebuah lingkungan kecil di Jakarta Timur ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Indonesia untuk mengembangkan model pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Caption Foto:

Tokoh publik Irfan Hakim  mendukung terhadap gerakan pengolahan sampah rumah tangga berbasis komunitas warga RT 8 RW 4 Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Continue Reading

Trending