Connect with us

TNI / Polri

Wakasad Tutup Latihan Puncak Taktis YTP Raider 641/Bru

Published

on

OKU, Sumsel – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Bakti Agus Fadjari mengaku puas dengan hasil Latihan Taktis YTP 641 Raider di Puslatpur Kodiklatad, Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, Sabtu (4/9/2021)

Pada puncak latihan Operasi Serangan Yonif 641 Raider, Wakasad menyaksikan langsung latihan yang diikuti oleh 772 personel Yonif 641 dengan perkuatannya. Wakasad mengapresiasi bahwa latihan YTP kali ini terasa seperti Latihan Antar Kecabangan Brigade (BTP).

Wakasad dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pada latihan YTP 641 ada operasi Pendaratan Administrasi (Ratmin), Lintas Laut (Linla) dan Pendaratan.

Ia berharap pengalaman Latihan YTP ini dapat menjadi panduan untuk melaksankan tugas ke depan dan untuk satuan dapat dijadikan referensi dalam membuat buku petunjuk (bujuk) yang dibutuhkan satuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya masing – masing.

Selanjutnya Pati Bintang Tiga tersebut berpesan, apa yang dilakukan dalam latihan YTP ini sebagai wujud untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kemampuan perorangan maupun satuan.

Pada kesempatan yang sama, Dankodiklatad Letjen TNI A.M Putranto S.Sos menyampaikan bahwa latihan YTP ini menjadi yang terbaik sampai saat ini dan berpesan tetap menjaga disiplin dan keamanan karena masih ada pergeseran pasukan menuju home base.

Puncak Latihan yang juga dihadiri Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Nur Rahmad tersebut menyampaikan kepada Wakasad bahwa kegiatan ini sangat membantu Kotamanya terutama dalam pembinaan kekuatan sehingga bisa mendesain suatu perencanaan kegiatan latihan yang meliputi staf operasi kodam dan jajarannya.

Kemudian dalam penggunaan kekuatan, Kodam selaku Kotama Operasional, latihan ini merupakan suatu hal yang berharga.

“Kami bisa merasakan operasi Ratmin yang menjadi suatu hal baru sehingga jajaran kami sudah bisa membuat produk piranti lunak, ” tutur Pangdam.

Pada kesempatan tersebut juga dihadiri oleh Kasdam II/Swj Brigjen TNI Gumuruh, Dirlat Kodiklatad Brigjen TNI Haryanto. S.I.P. M.Tr (Han), Danpuslatpur Brigjen TNI Judi Paragina Firdaus, M.Sc., Brigjen TNI Bambang Supardi, S.I.P., M.M., dan Ir Pussenif Brigjen TNI Sutjipto. (Dispenad)

Continue Reading

TNI / Polri

Pelayanan BPKB Polda Metro Jaya Dapat Apresiasi dari Masyarakat

Published

on

By

Jakarta — Pelayanan BPKB Polda Metro Jaya kembali mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah satu warga, Ahmad, menyampaikan kepuasannya usai mengurus pembukaan blokir dan berkas kendaraan di layanan BPKB Polda Metro Jaya, Rabu (17/6/2026).

Ahmad mengaku pelayanan yang diberikan petugas berjalan dengan baik dan memuaskan. Menurutnya, proses pengurusan dapat dilakukan dengan lancar serta petugas memberikan pelayanan yang ramah.

“Ya baik, alhamdulillah. Pelayanannya cukup baik,” ujar Ahmad.

Saat ditanya mengenai saran atau masukan terhadap pelayanan yang diberikan, Ahmad mengaku sejauh ini tidak menemukan kendala yang berarti.

“Selama ini sih tidak ada, sudah cukup,” tambahnya.

Sementara itu, Pamin Seksi BPKB Polda Metro Jaya, Ipda Feri Prasetyo, mengatakan pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan yang profesional, cepat, dan transparan kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengedepankan kemudahan, kecepatan, dan kepastian layanan, sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik dan nyaman,” ujar Ipda Feri Prasetyo.

Continue Reading

TNI / Polri

Korlantas Tegaskan Hanya Polri Berwenang Terbitkan SIM

Published

on

By

Jakarta – Direktorat Registrasi dan Identifikasi (Ditregident) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menegaskan bahwa hanya kepolisian yang berwenang menerbitkan surat izin mengemudi (SIM).

Penegasan ini ia sampaikan dalam rangka mencegah terjadinya pemalsuan SIM atau penerbitan SIM oleh pihak tertentu yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang dikeluarkan oleh Polri.

“Perlu kami tegaskan kepada masyarakat bahwa satu-satunya institusi yang berwenang menerbitkan SIM adalah Polri. Ketentuan tersebut telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” jelas Dirregident Korlantas Polri, Brigjen Pol. Wibowo dalam keterangan, Senin (15/6/26).

Ia menjelaskan, kewenangan tersebut secara tegas diatur dalam Pasal 87 ayat (2) UU Nomor 22 Tahun 2009 yang menyatakan bahwa “Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.”

Selain itu, dalam Pasal 87 ayat (3) juga disebutkan bahwa Polri wajib menyelenggarakan sistem informasi penerbitan SIM.

Brigjen Pol. Wibowo menekankan, SIM bukan sekadar kartu identitas pengemudi, melainkan juga dokumen negara yang menjadi bukti legitimasi kompetensi, registrasi, dan identifikasi pengemudi kendaraan bermotor yang diterbitkan berdasarkan proses verifikasi, pengujian, serta pencatatan dalam sistem informasi yang dikelola Polri.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi atau penawaran yang berpotensi menyesatkan terkait penerbitan SIM di luar mekanisme resmi Polri.

“Oleh karena itu, dokumen apa pun yang diterbitkan oleh pihak lain tidak dapat disamakan, menggantikan, ataupun dianggap sebagai SIM yang sah menurut hukum Indonesia,” ujarnya.

Continue Reading

TNI / Polri

Polres Metro Bekasi Sita 1.232 Butir Obat Daftar G di Cibarusah Bekasi

Published

on

By

Bekasi – Satresnarkoba Polres Metro Bekasi mengungkap kasus dugaan peredaran obat-obatan daftar G tanpa izin edar di wilayah Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Dua pria berinisial BM dan AG diamankan polisi.Keduanya diamankan di wilayah Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, pada Senin (15/6/2026)

Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan peredaran obat daftar G di wilayah Cibarusah. Polisi kemudian melakukan penyelidikan di lokasi.
“Berawal dari informasi masyarakat, anggota melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua orang yang diduga terlibat peredaran obat daftar G tanpa izin edar,” ujar Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi.

Dari pengungkapan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 540 butir Tramadol, 692 butir Eximer, dua unit telepon genggam, beberapa pack plastik klip, satu dompet warna hitam, dan uang tunai Rp615.000.

Berdasarkan hasil interogasi awal, kedua pria tersebut mengaku mendapatkan obat-obatan itu dari seseorang berinisial AGM. Saat ini AGM masih diburu polisi dan telah masuk daftar pencarian orang atau DPO.
“Kasus ini masih kami kembangkan. Kami juga melakukan pengejaran terhadap pemasok obat tersebut,” katanya.

Polisi telah mengamankan kedua terduga pelaku beserta barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut. Keduanya diduga melanggar ketentuan terkait peredaran sediaan farmasi tanpa izin edar sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Kesehatan.

Polres Metro Bekasi mengimbau masyarakat untuk aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya peredaran obat-obatan terlarang maupun tindak pidana lain di lingkungan sekitar.

Continue Reading

Trending