Connect with us

TNI / Polri

Korem 061/SK Gelar Serbuan Vaksinasi Kawasan Wisata Puncak Antisipasi Penularan Covid-19

Published

on

JAKARTA, – Kebut percepatan Vaksinasi Covid-19 di wilayah Kabupaten Bogor, khususnya di wilayah Wisata Puncak Kecamatan Cisarua, Mega Mendung Kabupaten Bogor dan sekitarnya, Korem 061/SK menggelar serbuan vaksinasi secara berkelanjutan.

Dalam keterangan tertulis Penerangan Korem 061/SK, Senin (13/9/2021), Danrem 061/SK Brigjen TNI Achmad Fauzi S.I.P., M.M. saat meninjau pelaksanaan serbuan vaksinasi pada hari ini Sabtu (11/9) di Kecamatan Cisarua, Puncak Cisarua menjelaskan bahwa target hari vaksinasi 1.118 orang, sampai saat ini secara keseluruhan dengan hari sebelumnya vaksinasi gelaran Korem 061/SK mencapai 17.225 terdiri dari masyarakat, pelajar SMP, SMA dan para Santri yang sudah divaksin khusus kawasan Puncak Cisarua dan Megamendung yang dilaksanakan di beberapa titik seperti tempat Wisata Taman Matahari, beberapa hotel,
sekolah dan Pondok Pesantren.

Sedangkan untuk total serbuan vaksinasi jajaran Korem 061/SK termasuk wilayah Bogor, Cianjur dan Sukabumi sudah mencapai 409.907 masyarakat yang sudah tervaksin baik tahap satu dan dua

“Sesuai instruksi pemerintah bahwa kita harus melakukan percepatan vaksinasi Covid-19, agar seluruh aktivitas masyarakat bisa segera kembali normal, dan perekonomian bangsa bisa kembali meningkat, ” tuturnya.

“Begitupun dengan dunia pendidikan, harus dapat kembali seperti semula, terutama diwilayah Puncak dan sekitarnya, yang mana notabene Puncak adalah kawasan wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Oleh karena itulah maka percepatan vaksinasi di wilayah Puncak gencar dilaksanakan, bahkan Korem juga melaksanakan Go Vaksinasi sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam melaksanakan percepatan vaksinasi, ” terang Danrem.

Kemudian lanjutnya, bahwa saat ini Korem 061/SK memfokuskan serbuan vaksinasi untuk Kawasan Wisata Puncak, karena dalam dua minggu terakhir ini kawasan Puncak sudah kembali dipadati oleh para pengunjung yang datang dari luar Bogor, terutama dari Jakarta dan sekitarnya.

Danrem menginstruksikan agar segera melakukan percepatan vaksinasi di wilayah Puncak.
Dan terkait penyelenggaraan vaksinasi di kawasan Puncak, Korem 061/SK berkolaborasi dengan beberapa sentra vaksin, diantaranya di Hotel Mars 91 Cipayung, Taman Wisata Matahari, Villa Alam Hegar, Hotel Argamuncar, termasuk juga sekolah-sekolah baik SMP, SMA dan Pondok Pesantren yang ada di wilayah Cisarua dan Megamendung.

“Untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19, maka kali ini akan kita tingkatkan terus termasuk hari libur Sabtu dan Minggu, ” tambahnya.

Danrem juga menegaskan, untuk mendukung Pemerintah dalam mempercepat penanggulangan wabah pandemi global Covid-19 ini, semua elemen masyarakat harus berperan aktif. Salah satunya untuk ikut divaksin, lalu ikut menyosialisasikan terkait vaksinasi kepada kawan, rekan, kerabat maupun keluarga, agar mereka mau melakukan vaksinasi serta mengingatkan untuk saling melindungi.

“Mari kita sama-sama mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5M yaitu menggunakan masker mencuci tangan sesering mungkin dengan menggunakan air bersih Lalu menjaga jarak menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Tentu hal tersebut untuk meminimalisasi penularan wabah Covid- 19,” pungkasnya.

Di setiap lokasi serbuan vaksinasi, Danrem selalu memberikan bantuan. Bantuan tersebut adalah bentuk kepedulian dan rasa cinta kasih kepada orang orang yang tidak mampu dari TNI khususnya Korem 061/SK

Secara keseluruhan bantuan sembako untuk anak yatim, dhuafa dan disabilitas se-wilayah Korem 061/SK dalam tiga bulan terakhir sudah sebanyak 1.971.778 paket sembako sedangkan santunan tali asih diberikan kepada 15.255 orang.(Dispenad)

Continue Reading

TNI / Polri

Bhayangkari Maluku Utara Promosikan UMKM Unggulan di Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara, Tenun Tidore Siap Tembus Pasar Global

Published

on

By

Jakarta – Pengurus Daerah (PD) Bhayangkari Maluku Utara (Malut) mempromosikan berbagai produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan dalam ajang Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara yang digelar di Jakarta. Beragam produk khas daerah, mulai dari kuliner tradisional, Tenun Tidore yang telah menembus pasar internasional, hingga perhiasan batu Bacan, menjadi daya tarik pengunjung.

Ketua Badan Usaha Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Maluku Utara, Ny. Yuni Heru, mengatakan keikutsertaan Bhayangkari Maluku Utara dalam bazar tersebut merupakan upaya memperluas promosi sekaligus membuka akses pasar bagi produk-produk UMKM daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Rabu (22/7/2026)

“Harapannya semoga UMKM, terutama UMKM Bhayangkari, bisa lebih maju lagi dan bisa mendunia,” ujar Yuni Heru di sela kegiatan pameran.

Menurutnya, Maluku Utara memiliki kekayaan sumber daya alam dan budaya yang menjadi potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Melalui pameran ini, Bhayangkari ingin memperkenalkan keunikan produk lokal sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan para pelaku UMKM binaan.

Stan Bhayangkari Maluku Utara menampilkan beragam produk kuliner khas berbahan baku lokal. Di antaranya kerupuk amplang berbahan ikan tuna, keripik pisang Mulu Bebek yang merupakan varietas pisang khas Maluku Utara, aneka olahan kacang kenari seperti halua dan cokelat kenari, hingga minuman berbahan buah pala yang menjadi komoditas unggulan daerah.

Selain produk kuliner, pengunjung juga disuguhkan berbagai produk fesyen dan kriya khas Maluku Utara. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Kain Tenun Tidore yang dikenal memiliki motif khas dan kualitas tinggi.

Ketua Bhayangkari Cabang Halmahera Selatan, Ny. Andromeda Pradesta Sakti, mengungkapkan Tenun Tidore telah berhasil menembus pasar internasional dan menjadi salah satu produk unggulan kebanggaan Maluku Utara.
“Untuk produk yang sudah diekspor itu Tenun Tidore. Produk ini sudah go international,” katanya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara, keindahan Tenun Tidore juga akan ditampilkan dalam peragaan busana yang diperagakan Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Maluku Utara.

Tak hanya itu, stan Maluku Utara juga menghadirkan perhiasan Cincin Bacan yang telah lama dikenal sebagai ikon daerah serta kerajinan Besi Putih khas Kabupaten Pulau Morotai yang memiliki nilai seni dan budaya tinggi.

Keikutsertaan Bhayangkari Maluku Utara dalam Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara diharapkan dapat memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan daya saing produk UMKM, serta memperkuat eksistensi produk lokal Maluku Utara di pasar nasional hingga internasional. Ajang ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi kreatif Maluku Utara kepada masyarakat luas.

Continue Reading

TNI / Polri

Bhayangkari Lampung Promosikan Tapis dan Produk UMKM Khas Bumi Ruwa Jurai di Pameran Kreasi Bhayangkari Jakarta

Published

on

By

Jakarta – Pengurus Daerah (PD) Bhayangkari Lampung menampilkan beragam produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) khas Lampung dalam ajang Pameran UMKM Kreasi Bhayangkari di Jakarta. Mengusung tema Siger sebagai simbol kebanggaan budaya Lampung, booth Bhayangkari Lampung menyuguhkan aneka kerajinan tradisional hingga kuliner khas yang berhasil menarik perhatian para pengunjung.

Ketua Seksi Ekonomi PD Bhayangkari Lampung, Ny. Andria Boby, mengatakan tema Siger dipilih untuk memperkenalkan identitas budaya Lampung melalui berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai seni dan kearifan lokal.

“Tahun ini kami mengangkat tema Siger. Kami membawa kain Tapis dengan motif Siger, tas celugam khas Pesisir Barat, sulam usus, serta berbagai produk kerajinan lainnya yang menjadi kebanggaan Lampung,” ujar Andria di sela-sela pameran.

Salah satu produk yang menjadi daya tarik utama adalah kain Tapis tradisional hasil tenun manual dari perajin Lampung Selatan. Proses pembuatannya yang rumit dan membutuhkan ketelitian tinggi membuat kain tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi, dengan harga mulai dari jutaan rupiah hingga mencapai Rp25 juta per lembar.

“Harga Tapis paling mahal sekitar Rp25 juta. Perbedaannya terlihat dari jenis benang yang digunakan. Tapis premium menggunakan benang berwarna cokelat dengan kualitas lebih tinggi, sedangkan yang lebih terjangkau menggunakan benang emas kuning,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pembuatan satu lembar kain Tapis dapat memakan waktu antara tiga bulan hingga bertahun-tahun, tergantung tingkat kerumitan motif yang dipesan.
“Kalau motifnya sederhana bisa selesai dalam beberapa bulan. Namun untuk motif yang padat dan detail, pengerjaannya bisa sampai tahunan sesuai permintaan,” katanya.

Pada pameran kali ini, PD Bhayangkari Lampung melibatkan sekitar 20 pelaku UMKM binaan dari berbagai Pengurus Cabang (PC) Bhayangkari di seluruh wilayah Lampung. Selain produk fesyen dan kerajinan, pengunjung juga disuguhi berbagai kuliner khas seperti keripik pisang, klenting, dan kopi Lampung yang menjadi favorit masyarakat.

Tak hanya mempertahankan warisan budaya, Bhayangkari Lampung juga menghadirkan inovasi melalui pengembangan kain Tapis dengan desain modern yang memadukan motif tradisional dan material benang wol, sehingga tampil lebih variatif dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Menurut Andria, inovasi tersebut merupakan upaya untuk menjaga eksistensi kain Tapis agar tetap diminati generasi muda tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Ia berharap keikutsertaan dalam Pameran UMKM Kreasi Bhayangkari mampu memperkenalkan kekayaan budaya Lampung kepada masyarakat Indonesia sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi para pelaku UMKM daerah.

“Kami berharap masyarakat semakin bangga mengenakan kain Tapis, baik untuk acara resmi maupun kegiatan sehari-hari. Kini Tapis hadir dalam berbagai model yang lebih modern sehingga bisa digunakan oleh semua kalangan, mulai dari remaja hingga dewasa. Semoga melalui pameran ini produk-produk UMKM Lampung semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” tutup Andria.

Continue Reading

TNI / Polri

Bhayangkari Maluku Pamerkan Mutiara Laut hingga Minyak Kayu Putih di Kreasi Bhayangkari

Published

on

By

Jakarta – Pengurus Daerah Bhayangkari Maluku membawa berbagai produk unggulan khas Maluku dalam ajang Pasar Murah dan Pameran UMKM Kreasi Bhayangkari di Jakarta. Produk yang dipamerkan mulai dari mutiara laut, minyak kayu putih, tenun khas Maluku, hingga aneka kuliner tradisional.

Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Maluku, Vitri Dadang Hartanto, mengatakan seluruh produk yang ditampilkan merupakan hasil karya UMKM binaan dari 11 cabang Bhayangkari atau Polres di wilayah Maluku.

“UMKM yang dilibatkan berasal dari seluruh daerah di Maluku. Kami memiliki 11 cabang Bhayangkari di tingkat Polres dan semuanya membawa produk unggulan masing-masing,” kata Vitri di lokasi pameran, Senin (21/7/2026).

Menurutnya, kekayaan alam dan budaya Maluku menjadi kekuatan utama produk-produk yang dipamerkan. Beberapa di antaranya adalah tenun khas Maluku, mutiara laut, sukun olahan, makanan berbahan kenari, nastar premium, hingga minyak kayu putih asal Pulau Buru.

“Perairan Maluku sangat luas sehingga menghasilkan mutiara dengan kualitas yang sangat baik dan sudah terkenal. Kami juga membawa minyak kayu putih dari Pulau Buru yang menjadi salah satu produk unggulan Maluku,” ujarnya.

Vitri mengungkapkan, mutu produk UMKM Maluku telah diakui hingga pasar internasional. Salah satu produk yang telah berhasil menembus pasar ekspor adalah mutiara laut karena dinilai memiliki kualitas tinggi.

Ia berharap penyelenggaraan Kreasi Bhayangkari dapat terus menjadi ruang promosi bagi UMKM daerah sekaligus memperluas akses pasar produk lokal.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut. Selain membantu memasarkan produk UMKM, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas,” tutupnya.

Continue Reading

Trending