Connect with us

TNI / Polri

Karya Bakti TNI dan Bakti Sosial Dislitbangad Resmi Ditutup

Published

on

JAKARTA, – Setelah 5 (lima) hari secara marathon bahu-membahu bergotong royong bersama masyarakat di seputaran lapangan tembak TNI AD Urut Sewu Kebumen, program kegiatan karya bakti TNI dan bakti sosial dalam rangka kegiatan teritorial Dislitbangad TA 2021 resmi ditutup, Jumat (1/10/2021).

Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Kadislitbangad) Brigjen TNI Terry Tresna Purnama, S.I.Kom.,M.M., dalam kata sambutan yang dibacakan oleh Kolonel Inf Slamet Riyanto, S.Ag.,M.M., Perwira Ahli Material Utama Dislitbangad mengatakan bahwa karya bakti TNI dan bakti sosial dalam rangka kegiatan teritorial Dislitbangad yang sudah terlaksana selama lima hari secara marathon bahu-membahu bergotong royong bersama masyarakat di seputar lapangan tembak TNI AD Urut Sewu Kebumen ini, menumbuhkan rasa kesadaran, persaudaraan serta kebersamaan yang lebih erat antara TNI dan masyarakat di seputaran lapangan tembak TNI AD.

” Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap komponen bangsa atas penyelenggaraan kegiatan ini dengan serius dan semangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan karya bakti TNI dan bakti sosial dalam rangka kegiatan teritorial TA 2021 dari awal sampai akhir selama 5 (lima) hari ini, ” ucapnya.

Dikatakan Kadislitbangad, seluruh komponen masyarakat telah menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti rangkaian kegiatan karya bakti TNI dan bakti sosial. Hal ini dibuktikan dengan adanya semangat guyub dan gotong royong dalam mengerjakan renovasi tempat ibadah sehingga tercermin dalam kemanunggalan TNI-Rakyat yang semakin erat. Dalam rangkaian kegiatan sasaran non fisik juga terdapat pelatihan dan pembekalan Hidroponik.

” Saya mengharapkan kepada masyarakat yang telah mengikuti pelatihan tentang penanaman sayuran dengan media tanam hidroponik mampu mengimplementasikan pelatihan tersebut guna mendukung dan meningkatkan perekonomian masyarakat, saya yakin dan percaya kemampuan masyarakat dalam mengimplementasikan penanaman sayuran dengan media tanam hidroponik memberikan dampak yang positif terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Begitu juga saya berharap agar hasil dari renovasi dan pengecatan bangunan sarana ibadah 10 desa diantaranya 2 masjid dan 8 mushola dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya, sehingga apabila ke depan ada kegiatan yang serupa dapat terlaksana lebih baik lagi, “ujarnya.

Selanjutnya Kadislitbangad menambahkan, bahwa karya bakti TNI dan bakti sosial dalam rangka kegiatan teritorial Dislitbangad ini sangat mendukung program sektoral pembangunan terutama renovasi tempat-tempat ibadah di 10 (sepuluh) desa di Kabupaten Kebumen.

“Karya Bakti TNI ini mengedepankan kehidupan kesejahteraan sosial masyarakat yang mandiri dan memiliki jiwa integritas nasional yang kuat sehingga terwujud kemanunggalan TNI dan rakyat,” sambungnya.

“Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam karya bakti TNI dan bakti sosial dalam rangka kegiatan teritorial Dislitbangad secara keseluruhan sudah mencapai 100 %, di antaranya pembuatan tempat wudlu di Mushola Al Hikmah Ds. Kenoyojayan Kec. Ambal, pembuatan kamar mandi /wc, pengecatan seluruh bangunan mushola, pembuatan bak peresapan, pemasangan water toren dan pompa air, serta penyerahan bantuan water toren, mesin air di Mushola Al Ihklas Ds. Ambalresmi Kec. Ambal, pemasangan tembok kamar mandi/ tempat wudhu, pemasangan keramik teras, pengecatan seluruh bangunan mushola dan pagar, pembuatan bak peresapan, pemasangan mesin air, penyerahan bantuan pompa air. Di Mushola Nurul Hikmah Ds. Tlogopragoto berupa renovasi dak cor talang mushola, pengecatan seluruh bangunan mushola, renovasi plafon yang rusak, penyerahan water toren, mesin pompa air. Di Masjid Jami Riadhussholikhin Ds. Lembupurwo Kec. Mirit, berupa pemasangan plafon, pengecatan seluruh bangunan masjid, penyerahan dan pemasangan water toren dan mesin pompa air, penggantian talang air. Di Desa Brecong sasaran Mushola Al Istiqomah, pengerjaan pengecatan dan pemasangan keramik. Desa Entak di Masjid Nurul Hikmah, pengerjaannya berupa pengecatan dan penggantian atap tempat wudhu. Di Desa Sumberjati Mushola Al Iman, pengerjaannya berupa pengecatan dan pemasangan keramik tempat wudhu. Di Desa Miritpetikusan sasaran di Mushola Al Chussairiyah, pengerjaanya berupa pengecatan dan pemasangan keramik tempat wudhu. Di Desa Tlogodepok sasaran di Mushola Al Iman berupa pengecatan dan pemasangan keramik dinding/lantai tempat wudhu serta pembuatan instalasi air. Di Desa Mirit sasaran di Mushola Fadlun Minallah, pengerjaannya berupa pengecatan dan pemasangan keramik teras. Dengan direnovasinya sarana ibadah tersebut, diharapkan masyarakat di sekitar tempat-tempat ibadah tersebut dapat menjalankan ibadah sholat Jumat serta dapat menjalankan ibadah -ibadah lainnya baik sholat fardlu maupun sholat sunah dengan nyaman karena tempat ibadahnya sudah bersih dan rapih serta indah.

” Apa yang sudah direnovasi hendaknya dipelihara dengan baik, mudah-mudahan ke depan bila terdapat program yang serupa dapat meningkatkan pembangunan dan renovasi tempat ibadah di daerah lain di seputaran lapangan Tembak TNI AD di Urut Sewu Kebumen,” pungkasnya. (Dispenad)

Continue Reading

TNI / Polri

Bhayangkari Gorontalo Promosikan Sambal Roa dan Karawo Handmade di Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026

Published

on

By

JAKARTA – Pengurus Daerah (PD) Bhayangkari Gorontalo memanfaatkan ajang Kreasi Bhayangkari Nusantara (KBN) 2026 sebagai etalase untuk memperkenalkan kekayaan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) khas Gorontalo kepada masyarakat. Beragam produk unggulan mulai dari sambal roa, kue Karawo, keripik pisang goroho, hingga kain Karawo handmade dipamerkan sebagai upaya memperluas pasar sekaligus mengangkat potensi ekonomi kreatif daerah ke tingkat nasional.

Ketua Seksi Ekonomi PD Bhayangkari Gorontalo, Kemawati Kedla, mengatakan seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil karya anggota Bhayangkari bersama pelaku UMKM binaan di Gorontalo.

Keikutsertaan dalam KBN 2026 menjadi bagian dari komitmen Bhayangkari dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal.

“Produknya banyak, ada Sambal Roa, kue Karawo, hingga keripik pisang goroho. Itu asli dari Gorontalo, tidak ada di tempat lain,” kata Kemawati saat ditemui di lokasi pameran di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Menurut dia, sebanyak tiga UMKM binaan Bhayangkari Gorontalo menjadi peserta utama dalam pameran tersebut. Selain itu, Bhayangkari juga menggandeng sejumlah pelaku UMKM dari masyarakat untuk bersama-sama mempromosikan produk unggulan daerah kepada pengunjung dari berbagai wilayah di Indonesia.

Kemawati menjelaskan salah satu produk yang paling diminati pengunjung adalah Sambal Roa merek Nurparap. Produk olahan ikan roa khas Gorontalo itu bahkan telah berhasil menembus pasar internasional dan dipasarkan ke sejumlah negara di kawasan Asia.

“Harganya mulai dari Rp65 ribu per botol. Kami juga menyediakan paket senilai Rp100 ribu, Rp200 ribu hingga Rp300 ribu untuk memudahkan konsumen,” ujarnya.

Selain kuliner, stan Bhayangkari Gorontalo juga menghadirkan kain Karawo, wastra khas Gorontalo yang dibuat secara handmade menggunakan teknik sulam tradisional. Proses pembuatannya dilakukan secara teliti dengan melubangi serat kain kemudian disulam membentuk motif-motif khas, sehingga menghasilkan karya yang memiliki nilai seni dan budaya tinggi.

Kain Karawo menjadi salah satu ikon budaya Gorontalo yang terus dikembangkan melalui sektor UMKM. Kehadirannya di KBN 2026 diharapkan dapat memperluas pasar sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya Nusantara.

Tidak hanya itu, produk pangan lokal seperti keripik pisang goroho dan aneka kue tradisional juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Berbagai produk tersebut menunjukkan kekayaan cita rasa serta kreativitas pelaku UMKM Gorontalo dalam mengolah potensi daerah menjadi produk bernilai ekonomi.

Kemawati menuturkan, pameran berskala nasional seperti Kreasi Bhayangkari Nusantara memiliki peran strategis dalam mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli, mitra usaha, hingga investor. Melalui kegiatan tersebut, produk-produk lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang dan menembus pasar yang lebih luas.

Ia berharap dukungan terhadap UMKM terus diperkuat agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

“Harapan kami semoga UMKM Bhayangkari, khususnya dari Gorontalo, bisa lebih dikenal di dalam negeri maupun luar negeri sehingga dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Kemawati.

Melalui partisipasi dalam Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026, Bhayangkari Gorontalo optimistis produk-produk unggulan daerah tidak hanya mampu memperkuat identitas budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang berdaya saing di pasar nasional hingga internasional.

Dengan promosi yang berkelanjutan, UMKM Gorontalo diharapkan semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan perekonomian daerah.

Continue Reading

TNI / Polri

Bhayangkari Maluku Utara Promosikan UMKM Unggulan di Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara, Tenun Tidore Siap Tembus Pasar Global

Published

on

By

Jakarta – Pengurus Daerah (PD) Bhayangkari Maluku Utara (Malut) mempromosikan berbagai produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan dalam ajang Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara yang digelar di Jakarta. Beragam produk khas daerah, mulai dari kuliner tradisional, Tenun Tidore yang telah menembus pasar internasional, hingga perhiasan batu Bacan, menjadi daya tarik pengunjung.

Ketua Badan Usaha Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Maluku Utara, Ny. Yuni Heru, mengatakan keikutsertaan Bhayangkari Maluku Utara dalam bazar tersebut merupakan upaya memperluas promosi sekaligus membuka akses pasar bagi produk-produk UMKM daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Rabu (22/7/2026)

“Harapannya semoga UMKM, terutama UMKM Bhayangkari, bisa lebih maju lagi dan bisa mendunia,” ujar Yuni Heru di sela kegiatan pameran.

Menurutnya, Maluku Utara memiliki kekayaan sumber daya alam dan budaya yang menjadi potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Melalui pameran ini, Bhayangkari ingin memperkenalkan keunikan produk lokal sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan para pelaku UMKM binaan.

Stan Bhayangkari Maluku Utara menampilkan beragam produk kuliner khas berbahan baku lokal. Di antaranya kerupuk amplang berbahan ikan tuna, keripik pisang Mulu Bebek yang merupakan varietas pisang khas Maluku Utara, aneka olahan kacang kenari seperti halua dan cokelat kenari, hingga minuman berbahan buah pala yang menjadi komoditas unggulan daerah.

Selain produk kuliner, pengunjung juga disuguhkan berbagai produk fesyen dan kriya khas Maluku Utara. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Kain Tenun Tidore yang dikenal memiliki motif khas dan kualitas tinggi.

Ketua Bhayangkari Cabang Halmahera Selatan, Ny. Andromeda Pradesta Sakti, mengungkapkan Tenun Tidore telah berhasil menembus pasar internasional dan menjadi salah satu produk unggulan kebanggaan Maluku Utara.
“Untuk produk yang sudah diekspor itu Tenun Tidore. Produk ini sudah go international,” katanya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara, keindahan Tenun Tidore juga akan ditampilkan dalam peragaan busana yang diperagakan Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Maluku Utara.

Tak hanya itu, stan Maluku Utara juga menghadirkan perhiasan Cincin Bacan yang telah lama dikenal sebagai ikon daerah serta kerajinan Besi Putih khas Kabupaten Pulau Morotai yang memiliki nilai seni dan budaya tinggi.

Keikutsertaan Bhayangkari Maluku Utara dalam Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara diharapkan dapat memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan daya saing produk UMKM, serta memperkuat eksistensi produk lokal Maluku Utara di pasar nasional hingga internasional. Ajang ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi kreatif Maluku Utara kepada masyarakat luas.

Continue Reading

TNI / Polri

Bhayangkari Pasuruan Kota Promosikan Busana dan Roti Dryson, Perluas Pasar UMKM Lewat Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara

Published

on

By

 

Jakarta – Bhayangkari Cabang Pasuruan Kota mempromosikan produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaannya dalam ajang Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara sebagai upaya memperluas akses pasar sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif daerah kepada masyarakat.Rabu (22/7/2026)

Produk yang dipamerkan meliputi busana seperti daster batik, piyama, outer, hingga gaun dengan detail payet, serta kuliner khas Pasuruan berupa Roti Dryson. Seluruh produk tersebut merupakan hasil karya pelaku UMKM binaan Bhayangkari yang telah berkembang dan memiliki pangsa pasar di berbagai daerah.

Perwakilan Bhayangkari Cabang Pasuruan Kota, Ny. Habibie, mengatakan keikutsertaan dalam bazar menjadi bagian dari komitmen Bhayangkari dalam mendukung pemberdayaan UMKM agar mampu meningkatkan daya saing serta memperluas jangkauan pemasaran.

“Pasuruan Kota membawa dua UMKM unggulan. Untuk busana ada piyama, daster, dan outer, lalu untuk kulinernya ada Roti Dryson,” ujar Ny. Habibie di sela-sela penyelenggaraan Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara di Jakarta.

Ia menjelaskan, produk fesyen yang ditampilkan telah diterima pasar dengan baik. Bahkan, produk piyama hasil UMKM Pasuruan Kota kini telah dipasarkan ke sejumlah wilayah di Indonesia karena memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk sejenis.

Menurut dia, harga produk disesuaikan dengan tingkat kesulitan proses produksi dan kualitas bahan yang digunakan. Piyama dipasarkan mulai sekitar Rp120 ribu, sedangkan Roti Dryson dijual sekitar Rp140 ribu. Sementara itu, gaun dengan detail bordir, manik-manik, dan payet memiliki nilai jual lebih tinggi hingga mencapai jutaan rupiah.

“Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian yang tinggi, terutama pada pemasangan manik-manik dan payet yang dikerjakan secara manual sehingga membutuhkan waktu lebih lama,” katanya.

Ny. Habibie menilai penyelenggaraan Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara menjadi wadah strategis bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat, membangun jejaring pemasaran, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di tingkat nasional.

Selain menjadi sarana promosi, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan penjualan produk-produk unggulan UMKM yang dibina Bhayangkari.

Ia berharap Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak UMKM dari berbagai daerah yang memperoleh kesempatan memperluas pasar dan meningkatkan nilai ekonomi produknya.

“Semoga pameran ini terus diselenggarakan setiap tahun agar produk-produk UMKM dari berbagai kota dan daerah di Indonesia semakin dikenal luas, memiliki daya saing yang kuat, serta mampu meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha,” ujar Ny. Habibie.

Continue Reading

Trending